
Liu Ban menatap Putri Anle penuh Khawatir.
" Apa ? ". Kata Putri Anle.
" Sejak kapan kau mulai jadi gila seperti itu , menggelikan ".
" Siapa yang kau anggap gila , apakah itu aku..hahahahaha ".
" Kurasa kau benar-benae kehilangan kewarasan ". Sindirnya.
" Sudahlah , Katakan ada apa kau kesini ?".
" Mengapa Pertanyaanmu seolah menganggapku sebagai orang asing , itu menyakitkan ". Ujarnya dengan nada kecewa.
" Cihh , Sejak kapan kau lembek seperti Wanita jadi-jadian ".
" Liu Ning ?". Bentaknya karena merasa direndahkan.
" Iya Maaf ". Lirihnya meski tidak agak sedikit terpaksa.
" Aku kemari karena membutuhkanmu untuk melihat keadaan Kakek , Beberapa hari ini Kakek tidak bisa berjalan bahkan berbicarapun susah ".
" Apa Katamu ? Kakek .?? Mengapa kau baru memberitahuku hah ". Bentak Putri Anle pada Liu Ban.
" Kau kira masuk kemari itu gampang hah..?? sangat susah , bahkan akses jalan pintas tidak ada ". Keluhnya.
" Ayo kita pergi ".
" Pergi kemana ?".
" Dasar Bodoh , Ya Pergi melihat keadaan Kakeklah . Kau pikir mau kemana ". Omelnya yang sedikit Geram.
" Sekarang ?". Ucapnya .
" Kapan lagi , Ayo ." Putri Anle menarik Tangan Liu Ban.
Saat itu Pangeran Ketiga akan keluar dari Kediaman tak disangka bisa berpapasan dengan Kedua Saudara itu , Namun entah mengapa Sorotan Mata tajam Pangeran Ketiga seakan tidak menyetujui Perlakuan Putri Anle pada Liu Ban.
__ADS_1
Apakah dia cemburu ? wkkwk
Liu Ban yang paham akan maksut sorotan mata tajam itu maka segera melepaskan Tangannnya yang ditarik oleh Putri Anle.
" Yang Mulia Pangeran , Kita..?".
" Kita mau Pergi mengunjungi Kakek Liu ". Kata Putri Anle.
Tatapan Pangeran Ketiga sungguh membuat getir bahkan menakutkan.
" Ikut bersamaku ". Sahut Pangeran Ketiga.
" Hah.. Mengaapa harus ikut bersama denganmu ". Timpal Putri Anle .
" Cerewet sekali ". Tangan Putri Anle ditarik paksa oleh Pangeran Ketiga.
Wangyu mengatakan pada Liu Ban jika Pangeran Ketiga akan mengantar Putri Anle.
Didalam Kereta Milik Pangeran Ketiga , Putri Anle hanya diam tidak berkata apapun.
" Lirik sekali lagi ku makan habis bibirmu itu ."
Putri Anle salah tingkah dengan Perkataan Pangeran Ketiga.
" Kau mau membawaku kemana ?".
" Nanti kau pasti tau ".
" Menyebalkan ". Lirihnya dengan kesal.
" Kau mulai berani mengumpat secara terang-terangan ".
Tak lama kemudian , Kereta yang mereka tumpangi berhenti.
Pangeran Ketiga turun namun tidak mengajak Putri Anle.
Merasa terabaikan maka tidak ada jalan lain selain keluar tanpa disuruh.
__ADS_1
" ini Kediaman Kakek ?" . Ucapnya .
Putri Anle segera turun untuk bertemu dengan Kakeknya dengan Cepat namun Tangannya di cekal oleh Pangeran Ketiga .
" Ada apa lagi ?".
" Jangan jauh dariku , tetaplah disisiku . Namun jangan besar kepala dulu ini untuk keselamatanmu ."
Baru saja senang mendengar Perkataan Manisnya namun di akhir kata sungguh menyakitkan .
" Ehm , Aku tau diri kok ". Jawabnya sambil menahan kecewa.
Pangeran Ketiga menggenggam tangan Putri Anle sepenuh hati layaknya Pasangan yang saling menyayangi.
Liu Ban tersenyum geli melihat Kedua orang yang berbanding terbalik itu.
Namun dia harus mengunci rapat mulutnya agar tetap aman.
Keluarga Bangsawan Liu menyambut Kedatangan Pangeran Ketiga dengan hangat.
" Dimana Kakek ..?". Putri Anle menanyakan Keberadaan Kakeknya.
" Ikutlah denganku Liu Ning ?". Kata Xie Xiu Istri dari Liu Heng .
Liu Heng adalah Anak Pertama dari Bangsawan Liu Cang kakak dari Ayah Putri Anle .
" Perbaiki Panggilanmu padanya sangatlah tidak sopan ". Ketus Pangeran Ketiga karena dia merasa tidak dihargai .
" Maaf Pangeran , Aku sudah terbiasa memanggilnya seperti itu ." Sergahnya yang tidak takut pada siapa dia berhadapan.
" Rupanya Keluarga Xie tidak mendidikmu dengan baik , Apakah Bangsawan Liu Heng juga demikian ". Sindirnya dengan Keras.
" Bukan itu ".
Liu Heng tidak tau jika Istri Sahnya berkata tidak sopan pada Pangeran Ketiga.
" Bawa dia Ke Penjara karena telah berkata tidak sopan bahkan menghinaku ".
__ADS_1