
Surat yang berada ditangannya segera diremas lalu dibakar .
" Mengapa Wanita selalu menyusahkan saja ". Kata Pangeran Ketiga sambil mengusap Wajahnya dengan Kasar.
" Yang Mulia ada apa ?".
" Wanita itu berpikir berlebihan padaku . Bisa ditebak bagaimana selanjutnya karena Qing Mu tidak akan meloloskan hal ini ". Ungkapnya dengan Penuh Keyakinan.
" Apa . Jadi Pangeran Mahkota tau ". Wangyu Panik .
" Kau bersikap seperti itu apakah sedang meremehkanku ". Sindirnya pada Wangyu.
" Ti--Tidak Yang mulia , Hanya saja bagaimana jika Pangeran Mahkota membawa Kesempatan ini untuk mengambil Putri Anle ".
" Mengapa tidak ada hal lain selain Mempermasalahkan Wanita. Membosankan , Jika Qing Mu mengambilnya maka terpaksa harus berhadapan denganku karena bagaimanapun juga dia masih Permaisuriku ".
" Putri Anle ini memang Spesialis ". Timpalnya yang membuat Pangeran Ketiga mengernyitkan dahi.
" Spesialis apa ? Dia merepotkan dan mengganggu Pekerjaanku ". Sarkasnya.
" Namun , Masalah Pangeran Ming yang terobsesi sudah kelar muncul Pangeran Mahkota . Jika seandainya Putri Anle ini Wanita yang Gila Gelar maka sudah dipastikan ..". Wangyu tak berani melanjutkan kata-katanya.
" Kau sekarang mulai banyak bicara . Kau tau , yang akan membuat masalah bukan hanya Qing Mu banyak lagi Pria lain yang belum memunculkan dirinya ". Tebak Pangeran Ketiga .
__ADS_1
" Haa ." Wangyu ternganga mendengar Ucapan Pangeran Ketiga.
" Tapi aku tak bisa melepaskannya karena dia yang telah menyembuhkan Penyakit Ibukku , Bagaimanapun juga dia memang Pantas menjuluki Wanita yang berbakat ". Secara tak langsung Pangeran Ketiga memujinya.
3 Hari lagi adalah Festival Bunga yang diadakan oleh Ibu Suri .
Mendengar nama Ibu Suri disebutkan Mata Putri Anle langsung berkaca-kaca .
" Bagaimanapun juga Misteri tentangnya harus aku tuntaskan dan Tabib San akan dibebaskan dari Tuduhan , sayang sekali dia sudah mati dengan cara mengenaskan dan ketidakadilan ". Ucap Putri Anle sembari mengepalkan tangannya karena sudah tidak sabar untuk berhadapan dengan seorang Iblis berwajah Manusia.
Mendengar Permaisurinya akan hadir dihatinya masih ragu untuk membiarkannya datang ke acara itu karena Ibu Suri sangat Licik apalagi jika dia tau tentang Rahasia yang dimiliki oleh Permaisurinya . Sudah dipastikan tidak akan melepasnya.
Pangeran Ketiga menghampiri Putri Anle di Kamarnya.
Pengawal Bayangannya datang untuk memberi Informasi penting pada Pangeran Ketiga.
" Permaisuri sedang berada di Paviliun Minxiang bersama Pangeran Ke empat . Mereka sepertinya sudah akrab ". Kata Jiusan.
Dalam Sejenak Tangan Keras Pangeran Ketiga mengepal dengan Kuat.
" Pergilah , awasi mereka ". Titah Pangeran Ketiga.
Setelah Kepergian Pengawal Bayangannya , Pangeran Ketiga mengamuk entah mengapa Hatinya begitu sakit kala mendengar Putri Anle bersama orang lain disebuah tempat.
__ADS_1
* Brakk*
* Ctar *
* Tast*
* Cring*
Berbagai suara yang dihasilkan oleh Amukan Pangeran Ketiga membuat Semua Pelayan Penasaran bahkan Kepanikan.
Wangyu segera datang untuk melihat keadaan Pangeran Ketiga saat ini.
" Yang Mulia , Ada denganmu ?". Ucap Wangyu serasa menahan Tubuh Pangeran Ketiga untuk membanting barang lagi.
" Minggirlah ".
" Taa--Tapi . Yang Mulia bukankah kau ingin bertemu dengan Putri Anle ".
" Dimanaa dia ? Apakah sudah datang !!!". Perkataan Yang penuh amarah membuat Wangyu mengerti jika Pangeran Ketiga saat ini sedang marah pada Putri Anle.
" Dia di Taman Teratai ".
Dengan Langkah sigap dan tegas yang menyertai Tatapan Tajam setajam mata elang yang akan menerkam ayam, Pangeran Ketiga sudah tak sabar ingin memberi Pelajaran pada Permaisurinya.
__ADS_1
" Darimana saja kau ?". Selidiknya dengan sorotan mata tajam yang dingin mencekam.