
Tangan Pangeran Ketiga ditarik Oleh Putri Anle untuk tidak pergi.
Dan segeralah tubuh itu dipeluknya dengan erat.
" Hiks.. Maafkan aku jika selama ini terlalu banyak berhaarap padamu ". Isakan tangisnya berhasil membuat Pangeran Ketiga tersentuh.
" Sejak kapan kau jadi Cengeng ".
" Kau jahat , Kau sudah melihat semuanya bahkan kau masih menampakkan sifat dingin itu dan tega membentakku ".
" Kau sungguh keras kepala ". Lirihnya sambil membalas Pelukan itu.
" Lalu Apakah kau semalam menyentuhku dengan halus hingga aku tak merasakan sakit di bagian intimku ".
Perkataan Putri Anle membuat Pangeran Salah Tingkah bahkan kembali terbayang-bayang dengan kejadian semalam.
" Sudahlah , Kau jangan seperti ini . Kita harua secepatnya kembali agar tidak disergap diam-diam ".
" Apa kau tidak ingin melakukannya lagi ". Ucapan Putri Anle benar-benar membuat Sekujur tubuh Pangeran tiba-tiba menegang.
" A--ku ?".
" Kenapa kau harus melakukannya ketika aku sedang tidak sadarkan diri bukankah kau hanya mengambil keuntungan diri sendiri saja ".
" Sudah cukup !! Bersiap-siaplah kita akan berangkat ". Gumam Pangeran Ketiga yang sudah sedikit berkeringat .
Didalam Perjalanan Pangeran Ketiga meminta Liqin untuk menemani Putri Anle didalam Kereta karena tidak mungkin jika Pangeran yang menemaninya saat ini apalagi Putri Anle selalu memancing hasratnya .
" Liqin ? ".
" Ya Permaisuri . Aku ditugaskan untuk menemanimu disini .. hhehee ".
" Ck Kau membosankan !".
" Mmm pasti berharap Pangeran Ketiga menemanimu disini yaa kan ".
" Lebih baik kau diamlah saja ".
Sesekali Putri Anle mencari keberadaan Pangeran Ketiga melalui Tirai Kereta namun tak kunjung ditemuinya.
" Kemana dia ck dasar suka sekali membuatku gelisah ". Umpatnya dalam hati.
" Pangeran Ketiga ada diposisi belakang sendiri Permaisuri , bersabarlah nanti akan sampai ". Kata Liqin yang seakan mengetahui Perasaan Putri Anle.
__ADS_1
"Aku mencari Liu Ban si Bodoh itu ". Elaknya .
" Oh Tuan Muda Liu Ban berada di depan mengawal Pasukan bersama Jendral Muda Sang yang tampan dan berwibawa ".
" Tidak ada yang lebih tampan darinya ". Ucap Putri Anle.
" Kau benar namun dia sudah menikah hehe Jendral Muda Sang belum menikah ".
" Dia itu Siapa ? ".
*Deg*
*Deg*
Seketika Tubuh Putri Anle mematung bahkan Liqin pun tak berani berkata-kata .
" Liqin , Ajaklah Permaisuri turun . Didepan ada Air Terjun ". Ucap Pangeran Ketiga .
" Ba--baiklah Yang Mulia ".
" Heehhhh .... mengapa dia muncul disaat yang tidak tepat sekali ". Seloroh Putri Anle.
" Permaisuri mari kita turun dan mandi di Air Terjun bukanlah sudah sangat lama tidak bermain-main ".
" Tapi !".
" Sudah pergilah ".
Putri Anle sengaja tidak turun karena menunggu Pangeran Ketiga yang mengajaknya untuk turun.
" Akhir-akhir ini mengapa aku begitu banyak harap padanya ... Duhh Liu Ning kau harus sadar jika dia tidak akan menaruh Perasaan yang sama sepertimu ". Putri Anle memukul Kepalanya berulang-ulang.
" Mengapa kau tidak turun !."
" Sengaja ? Menunggumu menjemputku ".
" Turunlah , Apa kau tidak merasa Gerah " .
" Ya , iihh Dasar Bongkahan Es membuat kesal saja ". Geram Putri Anle.
Pangeran Ketiga turun lalu disusul oleh Putri Anle.
* Cepp*
__ADS_1
Putri Anle terkejut bukan main kala melihat anak panah yang menancap sempurna dibagian dada kiri Pangeran Ketiga.
" Yang Mulia ". Wangyu dan lainnya panik dan segera mungkin mencari Orang yang sudah lancang.
" Jiusan , Jiulin tidak perlu mengejarnya karena sudah pasti mereka akan melakukan hal ini ". Kata Pangeran Ketiga sambil membuka Tancapan Panah itu dari Dadanya.
Darahnya mengucur membuat Putri Anle panik dan Khawatir seketika.
" Masuklah kedalam Keteta , Aku akan mengobatimu ". Ucap Putri Anle.
" Tidak Perlu , Aku harus berendam terlebih dahulu karena Panah yang menancap sudah pasti beracun ." Ungkapnya.
" Mengapa kau ini meremehkanku , Ayo ".
Tangan Pangeran Ketiga ditarik Paksa oleh Putri Anle untuk kembali masuk kedalam Kereta.
Begitu keduanya masuk , Putri Anle langsung membuka Pakaian Pangeran Ketiga dengan cepat.
" Andai saja jika tidak ada Peristiwa ini , Apakah kau juga mau membuka Bajuku seperti ini ". Godanya.
" Untuk apa ? Kau lebih baik diamlah ini pasti sakit ".
Begitu Pakaian atasnya dibuka barulah Pangeran Ketiga merasakan Sakit yang Luar biasa.
" Ahh ... ". Ringisnya yang tidak kuat menahan sakit.
" Peganglah pundakku untuk menahan Rasa Sakit itu , Aku akan memberikan Penangkal ini padamu ".
" Ssssss... Arrrgg mengapa semakin nyeri ". Erangnya.
" Ini akan membuatmu terlepas dari racun yang berada ditubuhmu ".
" Benarkah ".
" Kau Berbaringlah ".
" Tidak ".
" Jika begitu kau duduklah yang benar ".
Mata Tajam Pangeran Ketiga mengarah pada Putri Anle seakan ingin memakan Wanita itu.
" Sungguh aku membenci mata tajammu itu ". Ocehnya pada Pangeran Ketiga .
__ADS_1