
Nona Kedua masih memikirkan Perihal bertemu dengan Selir Agung.
" Aku tidak berharap akan berhubungan dengan Istana Kekaisaran.. nyatanya Takdir ini sungguh memaksa dan tidak ada pilihan lain ". Ucap Nona Kedua didalam kamarnya.
" Nona , Ada apa ?". Kata Liqin.
" Pangeran Ketiga memintaku untuk bertemu dengan Selir Agung ". Ungkapnya.
" Apa ? Kau serius Nona ."
" Apakah aku terlihat bercanda saat ini , Liqin cepat katakan aku ini harus apa ". Nona Kedua Meminta Solusi.
" Aa.. Nona..? Aku sungguh tidak berani . Jika sudah berkaitan dengan Pangeran Ketiga Sudah tidak ada harapan untuk mundur lagi , kalo tidak Nyawa ah maksutku kepala kita taruhannya." Kata Liqin .
" Baiklah , Aku akan melakukannya agar kepalaku aman begitu kan ." Sindir Nona Kedua.
" Hehehe Nona.. ini demi Keselamatan Nona Juga ". Jawabnya.
" Jika saja ada Kakek bersamaku maka tidak akan seperti ini lagi , Liqin aku merindukan kakek. Apakah Kakek melupakanku.. atau Kakek disana mengalami kesulitan ". Nona Kedua mulai sedih.
" Tuan Jendral Pasti akan datang untuk Nona Percayalah ". Liqin memberi semangat pada Nona Kedua agar tidak sedih lagi.
Di Kediaman Pangeran Ketiga.
__ADS_1
" Yang Mulia , Nona Mu sama sekali tidak berani dan tidak bereaksi terhadap Tuan Wuyu . Dia ketakutan melihat Tubuh Wuyu yang penuh dengan Luka yang dilakukan oleh Nona Liu ." Ungkap Wangyu.
" Baiklah , Bagaimana Menurutmu dari Kedua Wanita ini."
" Mereka sangat berbeda . Nona Mu benar-benar Layak dikatakan seorang Wanita Cantik yang lemah lembut dan Nona Liu , Yang Mulia .. Nona Liu ini sangat berani jarang sekali ada Wanita seperti dia ". Lontaran Kata Wangyu membuat Pangeran Ketiga menarik ujung bibirnya .
" Jangan biarkan Nona Mu memasuki Kediaman lagi , Mengerti.". Titahnya.
" Mengerti Yang Mulia."
Pangeran Ketiga pergi ke Penjara bawah tanah dan melihat Kondisi Wuyu saat ini.
Walaupun Wuyu ditahan dan disiksa untuk mengungkap Rencana Ibu Suri , Pangeran Ketiga tetap memberinya asupan gizi yang layak untuknya.
Apakah itu hanya Julukannya saja namun sebenarnya dia tidaklah kejam seperti yang dikatakan oleh Semua Orang di Qingshan khususnya Di Ibukota Qianwu.
" Tuan Wuyu , Aku sudah bertemu dengannya . Meminta untuk memeriksa Keadaan Selir Agung ". Kata Pangeran Ketiga.
" Pangeran Ketiga harap secepatnya memberi Penetralisir Racun yang sudah tersebar ditubuh Selir agung saat ini ." Ungkap Wuyu.
" Aku ingin menanyakan sesuatu padamu ". Tanya Pangeran Ketiga.
" Aku akan menjawab jika aku mengetahuinya Pangeran ".
__ADS_1
" Apakah Kau mengenal Nona ShanYue ?".
Wuyu masih berpikir sejenak , Selama ini dia tidak pernah mendengar Nama yang disebutkan oleh Pangeran Ketiga.
" Hamba tidak pernah mendengar dan Mengenal nama itu Pangeran .. namun ".
" Katakan ". Pangeran Ketiga sudah sangat Penasaran.
" Nama ShanYue itu seperti Nama Lain , dari Segi artinya bisa dikatakan Bulan bersinar dan itu menurut hamba ".
" Bulan bersinar ?".
Wuyu memang sedikit pintar untuk mengartikan nama karena Tabib San lah yang mengajarinya.
Pangeran Ketiga sudah mendapatkan sedikit Informasi tentang Nona ShanYue yang dikatakan Oleh Nenek Tua itu.
Di Kediaman Liu.
Saat Nona Kedua akan keluar kediaman tanpa sengaja melihat Pria Bangsawan Yang Arogan itu di dekat kediaman Liu.
" Mengapa Pria Arogan itu datang lagi ? Sepertinya aku harus memberinya Pelajaran tanpa diketahui olehnya " . Kata Nona Kedua.
Nona Kedua kembali ke Kediaman Liu lebih tepatnya ke kamarnya untuk mengambil Sebuah benda yang dapat membantunya.
__ADS_1