
Kediaman Liu sangatlah Luas , Hingga Nona Kedua merasa lelah untuk berkeliling di sekitarnya.
Mata Nona Kedua seketika terbelalak kala melihat sebuah Bangunan yang sepertinya sudah lama tidak terpakai namun dia merasa Penasaran.
Dan mendekati Bangunan itu.
Betapa terkejutnya lagi saat melihat Banyak Tumbuhan Herbal yang tumbuh di sekitar bangunan itu.
" Tak kusangka , Bangunan ini terletak sangat jauh dan tidak terurus tapi begitu di dekati ternyata Sangat menakjubkan ".
Nona Kedua menemukan segala Tanaman Herbal yang biasanya digunakan untuk Penguat rasa makanan bahkan membawa dampak baik bagi Kesehatan.
" Lumayan Cukup untuk Persediaan pembuatan Obat herbal alami yang akan aku perjual belikan , Sepertinya aku akan kaya ".
Setelah merasa cukup untuk memanen Tumbuhan herbal itu , Nona Kedua beranjak pergi.
Dalam Pertengahan Perjalanan dia melihat Bunga yang lumayan langka .
Matanya benar-benar berbinar.
" Lili Laba-laba ". Ungkapnya.
Bunga Lily laba-laba berwarna merah pekat yang tumbuh di Kediaman Liu membuat Nona Kedua sangat heran.
Mengapa ada bunga yang begitu beracun tumbuh di Kediaman Liu.
Pikirannya mulai kemana-mana , namun dengan sangat hati-hati dia mengambilnya.
" Siapa yang menanamnya disini , tidak mungkin jika tumbuh dengan sendirinya karena bunga ini begitu langka dan hanya tumbuh liar di daerah Pegunungan ".
__ADS_1
Tidak butuh waktu yang lama , Bunga Lily laba-laba sudah berada di Keranjangnya.
Penjaga Kediaman melihat Nona Kedua sedang berjalan dari Daerah yang dilarang untuk memijakkan kakinya.
Dengan Segera melapor pada Tuan Liu.
Nona Kedua yang melihat Tingkah Penjaga itu membuatnya curiga.
" Jangan-jangan dia ?".
Nona Kedua segera mengamankan Tanaman Herbalnya agar tidak ketahuan .
Tuan Liu segera melihat Nona Kedua .
" Ning'er ?". Panggilnya.
" Apa yang sedang kau lakukan disana ". Menunjuk Arah Bangunan Yang tidak terurus itu.
" Oh , Tadi aku hanya ingin bermain-main saja Ayah ". Ujarnya dengan sok Polos.
" Jangan pergi kesana lagi , sebaiknya kau kembali ke kamarmu ".
" Iya Ayah."
Kecurigaan Nona Kedua mengarah pada Ayahnya sendiri , Sebenarnya apa yang telah di Rahasiakan olehnya ? benar-benar menjadi tanda tanya yang begitu besar untuk Nona Kedua.
Seminggu berlalu.
Nona Kedua telah membuat banyak Obat Herbal .
__ADS_1
Dan Untuk Penawar Racun yang di derita oleh Selir Agung akan diserahkan pada Pangeran Ketiga.
Pangeran Ketiga sangat sibuk hingga tak bisa menyempatkan diri untuk datang menemui Nona Kedua , Karena merasa khawatir akan keadaan Selir Agung maka dengan terpaksa datang sendiri menemuinya tidak perduli walau nyawanya terancam.
Dengan sangat hati-hati Nona Kedua melangkahkan Kakinya ke Kediaman Selir Agung.
Begitu sampai Ke Kediaman Selir Agung , Dia memohon untuk segera bertemu dengannya akan tetapi karena dilakukan pengetatan hingga Usahanya hampir gagal namun Beruntung bisa Lolos karena Nona Kedua menyebut nama Dekat Pangeran Ketiga .
Setelah dipersilahkan masuk , Nona Kedua tidak menyangka jika Keadaan Selir Agung semakin melemah.
" Yang Mulia Selir Agung hamba sudah datang , Yang Mulia mengapa anda seperti ini ". Nona Kedua tak bisa menahan air matanya.
Racun itu sudah tersebar ke dalam tubuhnya.
Nona Kedua menggunakan teknik tenaga dalamnya .
Tubuh Selir kembali Normal bahkan Aliran darahnya kembali seperti semula namun keadaan Nona Kedua sangat lemah .
Tanpa sepengetahuan Selir Agung , begitu banyak Darah yang keluar dari mulutnya.
" Nona , Apakah anda baik-baik saja ". Ucap Pelayan Selir Agung.
" Tidak apa , Tolong berikan Pil ini pada yang Mulia ".
Rasa sakitnya sudah tidak bisa ditahan lagi dengan segera dia harus pergi meninggalkan Kediaman Selir agung.
Berulang kali Nona Kedua mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
" Apa yang terjadi padaku ?". Ungkapnya dalam hati.
__ADS_1