
Malam sudah mulai larut , Putri Anle sudah menyelesaikan Ritual mandinya barulah pergi menemui Pangeran Ketiga.
Tidak perlu mengetok pintu lagi karena Pangeran Ketiga sudah mengizinkannya masuk sesuka hati.
Setelah masuk ke Kamar Pangeran Ketiga barulah menyadari sesuatu.
" Hei , Bukankah secara tidak langsung dia mempercayaiku..hm tidak ada yang berani memasuki Paviliun ini bahkan Seekor tikus saja takut ckckck.. dasar Pria aneh , ahh Aneh.. ini bukan aneh lagi.. Jangan-jangan diaa ". Celetuknya dalam hati.
Mendengar suara Pintu terbuka , Pangeran Ketiga merasa was-was.
" Ehmm.. Ternyata itu kau . Ku kira seekor tikus ."
" Apa kau bilang , Tikus ? bahkan tikus saja takut menginjakkan kaki di tempat ini ".
" Sudah selarut ini mau apa .. ". Tanyanya pada Putri Anle tanpa sengaja hidungnya mencium aroma yang membuatnya Rilex dan nyaman.
" Kau kenapa ? Ada masalah dengan pernafasanmu ..apakah kau mengalami sesak nafas ". Celotehnya .
" Kau datang kesini apa untuk menggodaku , Bukan hanya sesak nafas saja tapi cukup susah untuk melepas nafas ". Ujarnya dengan kata-kata yang membuat Putri Anle menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
" Aku datang kesini sengaja karena ingin bertanya sesuatu karena mungkin disini sangatlah aman ".
" Tidak aman untukku ". Timpalnya yang mengejutkan.
" Kau merasa tidak aman di Paviliunmu sendiri , itu benar-benar aneh ".
__ADS_1
" Benar itu sangat aneh . Bisa-bisanya kau datang berkunjung padaku dengan membawa Aroma yang membuat sensasi tubuhku terhanyut ". Mulai terbuai dengan Aroma tubuh Putri Anle.
Seketika Kedua mata Putri Anle terbelalak mendengar pengucapan Pangeran Ketiga yang mulai Vulgar.
" Oh tidak , Liqin ...? ini pasti ulah Liqin . Sialan.. Bagaimana ini ". Ujarnya dalam hati sambil mengumpat.
" Mengapa kau begitu gugup ? bukankah sejak tadi kau begitu lancang ..hm ". Sindirnya.
" Pangeran Ketiga kau jangan macam-macam padaku yaa ". ancamnya.
Pria itu tersenyum simpul mendengar Perkataan Permaisurinya yang tidak masuk akal.
" Kau paham statusmu disini sebagai siapa ?" Tatapan menggoda mulai membuat Risih Putri Anle.
" Patung . Bukankah kau mengatakan aku ini patung ". Jawabnya dengan asal membuat Pangeran Ketiga geleng-geleng.
Sontak Wanita itu menyadari jika Pangeran Ketiga memperhatikan Tubuhnya secara langsung menyilangkan kedua tangannya di bagian dadanya.
Pangeran Ketiga benar-benar merasa sangat puas mengerjai Permaisurinya.
" Qing Yu , Hentikan pandangan mesummu itu ." Teriaknya.
Pangeran Ketiga mulai mendekati Tubuh Putri Anle .
" Kau mulai berani memanggil namaku langsung Nona ShanYue yang manis ".
__ADS_1
Kali ini dikejutkan lagi dengan Panggilan itu.
" Kau.. Kau memanggilku dengan nama itu ." Putri Anle mulai Gugup.
" Ya , Apakah ada yang salah dengan pengucapanku ."
" Da--darimana kau tau nama itu jika---".
" Tidak penting. Dengar yaa ". Melangkahkan kakinya semakin dekat.
Namun Putri Anle malah menjauh selangkah demi selangkah hingga terkunci di dinding.
" Hampir saja kepalamu ini terbentur dinding keras ini ".
Jantung Putri Anle mulai berdegug kencang bahkan malam ini rasanya sangat kentara.
Nafasnya naik turun , bagaimana tidak karena Wajah Pangeran Ketiga sangat dekat bahkan Deraian Nafas dapat di rasakan oleh keduanya.
Secara Reflex Tangan Putri Anle mendorong Tubuh Pangeran Ketiga namun tidak sampai membuatnya jatuh .
" Kau menjauhlah ". Pintanya.
" Kau takut Degupan jantungmu itu semakin membara bukan . Hari ini tidak kusangka bisa menyaksikan Putri Anle seperti ini . Luar biasa menakjubkan .. Nafasnya Naik Turun.. bahkan Peluhnya mengucur ". Ledeknya yang disadari oleh Putri Anle.
" Kau.. Kau mempermainkan aku ya rupanya..". Tangannya mengepal kuat.
__ADS_1
Matanya mulai memerah karena mulai emosi oleh Perlakuan Pangeran Ketiga yang dianggap sangat keterlaluan.