Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Pergi


__ADS_3

" Hahhh ----- Huhhhh --- ?". Suara Nafas Putri Anle.


" Sungguh membuat candu dan sangat manis sekali ". Ungkapnya sambil merebahkan tubuhnya kembali ke kasur.


" Apa kau ingin membunuhku hah ". Sentaknya pada Pangeran Ketiga .


Perkataan itu sungguh reflek keluar dengan sendirinya hingga melupakan dengan siapa saat ini berhadapan.


" Saat ini aku sedang malas berdebat bahkan melenyapkan orangpun sekaligus ". Ucapnya dengan nada ketus.


*Gleg*


Putri Anle susah menelan salivanya begitu mendengar Perkataan Pangeran Ketiga.


" Mengapa kau masih disini ? Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu denganmu ?". Lirihnya penuh arti.


" Itu berarti aku mempercayaimu . Tidurlah ".


" Jelas tidak bisa tidur jika ada Yang Mulia Pangeran disini ". Ungkapnya dengan Sopan.


" Biarkan Aku disini sejenak nanti jika kau merindukanku bagaimana ? ".


Putri Anle masih mencerna perkataan dari Pangeran Ketiga.


" Nanti ? Maksut Yang Mulia ".


" Tidak ada maksud ".


"-------".


Putri Anle merasa ada yang aneh dengan Pangeran Ketiga.


*Cup*


Pangeran Mencium bibir Putri Anle yang menjadi Candu untuknya namun kali ini tidak melu--matnya cuma dicium biasa .


Tentu hal ini membuat Sang Pemilik bibir berdebar tak karuan , jelas ciuman tadi penuh dengan ketulusan.


Putri Anle meraba bibirnya yang tidak basah namun merasakan sesuatu yang mengesankan.


Pangeran Ketiga sudah tidak bergerak yang artinya terlelap .

__ADS_1


Tanpa disadari olehnya kini matanya terpenjam dengan Sempurna.


" Dia sudah tumbang rupanya . Heh , Apa mungkin dia mempunyai sisi kelembutan itu ."


Putri Anle masih tidak berhenti memikirkan perlakuan Pangeran Ketiga hari ini .


Keesokan harinya.


Wangyu telah mempersiapkan segala Perlengkapan untuk segera pergi dari Kediaman Pangeran Ketiga


" Kenapa ada begitu banyak Prajurit di Kediaman Pangeran Ketiga ." Gumam Putri Anle.


Terlihat Liqin sedang berlari tergopoh-gopoh bahkan nafasnya tersenggal .


" Liqin ! Kau kenapa ?".


" Hahh Permaisuri , itu ? Hahh..huhhh Paa---Pangeran ?". Ucapnya dengan nafas tersenggal.


" Katakan !! Ada apa dengannya !"


" Sepertinya dia akan pergi berperang !".


" Sungguh aku tidak tau jelas Permaisuri , Apakah Pangeran Ketiga sudah memberitahumu ".


" Mungkinkah Perkataannya dari kemarin itu berhubungan dengan Perang ini ". Lirihnya.


" Perkataan ? Permaisuri cepat carilah Pangeran sebelum dia pergi dan kau menyesalinya ". Liqin mulai Panik.


" Kau ini membuatku takut saja ".


*Pletak*


Putri Anle menyentil dahi Liqin karena menakutinya.


" Auwwhh itu sakit sekali ?". Keluhnya sambil memegangi Dahinya.


" Lalu dimana Pangeran ?".


" Sepertinya di Paviliunnya . Tidak ada yang berani pergi kesana kecuali kau maka segera pergilah ".


Dengan Perasaan tidak karuan bercampur panik , Putri Anle berlari menghampiri Pangeran Ketiga.

__ADS_1


* Brakk*


" Pangeran ? dimana kamu !". Teriaknya setelah membuka kasar pintu Kamar Pangeran Ketiga .


Pangeran Ketiga masih bersiap-siap memakai Pakaian Perangnya.


" Kau mau kemana !! Pokoknya Kau harus membawaku kemanapun kau pergi ".


Tidak ada Balasan dari Pangeran Ketiga membuat Putri Anle harus bertindak.


" Pangeran ? Ku mohon bawalah aku bersamamu . Ijinkanlah , Bagaimana kau bisa tidur ketika tanpaku disisimu ".


*Deg*


*Deg*


Kini Ungkapan Putri Anle berhasil membuatnya harus berbicara.


" Selama berperang aku tidak membutuhkan Tidur ". Pekiknya .


" Tapi , Kau manusia pasti butuh Istirahat yang cukup ." Lirihnya penuh arti membuat Hati Pangeran Ketiga seakan luluh begitu saja.


" Bertahun-tahun aku selalu berperang dan sudah terbiasa , Minggirlah jangan menghalangiku ".


*Grep*


Putri Anle memeluk Tubuh Pangeran Ketiga dari belakang dengan erat bahkan tidak rela jika ditinggalkan sendirian .


" Kau tidak menghawatirkanku disini ". Rengeknya .


" Tidak ".


" Pokoknya aku mau ikut denganmu ".


" Liu Ning !! Minggirlah , ini bukan lagi candaan ".


" Pangeran bawalah aku..hiks, Bagaimana jika Pangeran Mahkota menculikku ". Rengek Putri Anle sembari mengisakan tangisnya namun Pura-pura. wkwkwk.


" Kau pikirlah sendiri ". Ucapnya dengan Dingin .


Pangeran Ketiga benar-benar pergi meninggalkan Putri Anle .

__ADS_1


__ADS_2