
" Hahhh ----- Huhhhh --- ?". Suara Nafas Putri Anle.
" Sungguh membuat candu dan sangat manis sekali ". Ungkapnya sambil merebahkan tubuhnya kembali ke kasur.
" Apa kau ingin membunuhku hah ". Sentaknya pada Pangeran Ketiga .
Perkataan itu sungguh reflek keluar dengan sendirinya hingga melupakan dengan siapa saat ini berhadapan.
" Saat ini aku sedang malas berdebat bahkan melenyapkan orangpun sekaligus ". Ucapnya dengan nada ketus.
*Gleg*
Putri Anle susah menelan salivanya begitu mendengar Perkataan Pangeran Ketiga.
" Mengapa kau masih disini ? Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu denganmu ?". Lirihnya penuh arti.
" Itu berarti aku mempercayaimu . Tidurlah ".
" Jelas tidak bisa tidur jika ada Yang Mulia Pangeran disini ". Ungkapnya dengan Sopan.
" Biarkan Aku disini sejenak nanti jika kau merindukanku bagaimana ? ".
Putri Anle masih mencerna perkataan dari Pangeran Ketiga.
" Nanti ? Maksut Yang Mulia ".
" Tidak ada maksud ".
"-------".
Putri Anle merasa ada yang aneh dengan Pangeran Ketiga.
*Cup*
Pangeran Mencium bibir Putri Anle yang menjadi Candu untuknya namun kali ini tidak melu--matnya cuma dicium biasa .
Tentu hal ini membuat Sang Pemilik bibir berdebar tak karuan , jelas ciuman tadi penuh dengan ketulusan.
Putri Anle meraba bibirnya yang tidak basah namun merasakan sesuatu yang mengesankan.
Pangeran Ketiga sudah tidak bergerak yang artinya terlelap .
__ADS_1
Tanpa disadari olehnya kini matanya terpenjam dengan Sempurna.
" Dia sudah tumbang rupanya . Heh , Apa mungkin dia mempunyai sisi kelembutan itu ."
Putri Anle masih tidak berhenti memikirkan perlakuan Pangeran Ketiga hari ini .
Keesokan harinya.
Wangyu telah mempersiapkan segala Perlengkapan untuk segera pergi dari Kediaman Pangeran Ketiga
" Kenapa ada begitu banyak Prajurit di Kediaman Pangeran Ketiga ." Gumam Putri Anle.
Terlihat Liqin sedang berlari tergopoh-gopoh bahkan nafasnya tersenggal .
" Liqin ! Kau kenapa ?".
" Hahh Permaisuri , itu ? Hahh..huhhh Paa---Pangeran ?". Ucapnya dengan nafas tersenggal.
" Katakan !! Ada apa dengannya !"
" Sepertinya dia akan pergi berperang !".
" Sungguh aku tidak tau jelas Permaisuri , Apakah Pangeran Ketiga sudah memberitahumu ".
" Mungkinkah Perkataannya dari kemarin itu berhubungan dengan Perang ini ". Lirihnya.
" Perkataan ? Permaisuri cepat carilah Pangeran sebelum dia pergi dan kau menyesalinya ". Liqin mulai Panik.
" Kau ini membuatku takut saja ".
*Pletak*
Putri Anle menyentil dahi Liqin karena menakutinya.
" Auwwhh itu sakit sekali ?". Keluhnya sambil memegangi Dahinya.
" Lalu dimana Pangeran ?".
" Sepertinya di Paviliunnya . Tidak ada yang berani pergi kesana kecuali kau maka segera pergilah ".
Dengan Perasaan tidak karuan bercampur panik , Putri Anle berlari menghampiri Pangeran Ketiga.
__ADS_1
* Brakk*
" Pangeran ? dimana kamu !". Teriaknya setelah membuka kasar pintu Kamar Pangeran Ketiga .
Pangeran Ketiga masih bersiap-siap memakai Pakaian Perangnya.
" Kau mau kemana !! Pokoknya Kau harus membawaku kemanapun kau pergi ".
Tidak ada Balasan dari Pangeran Ketiga membuat Putri Anle harus bertindak.
" Pangeran ? Ku mohon bawalah aku bersamamu . Ijinkanlah , Bagaimana kau bisa tidur ketika tanpaku disisimu ".
*Deg*
*Deg*
Kini Ungkapan Putri Anle berhasil membuatnya harus berbicara.
" Selama berperang aku tidak membutuhkan Tidur ". Pekiknya .
" Tapi , Kau manusia pasti butuh Istirahat yang cukup ." Lirihnya penuh arti membuat Hati Pangeran Ketiga seakan luluh begitu saja.
" Bertahun-tahun aku selalu berperang dan sudah terbiasa , Minggirlah jangan menghalangiku ".
*Grep*
Putri Anle memeluk Tubuh Pangeran Ketiga dari belakang dengan erat bahkan tidak rela jika ditinggalkan sendirian .
" Kau tidak menghawatirkanku disini ". Rengeknya .
" Tidak ".
" Pokoknya aku mau ikut denganmu ".
" Liu Ning !! Minggirlah , ini bukan lagi candaan ".
" Pangeran bawalah aku..hiks, Bagaimana jika Pangeran Mahkota menculikku ". Rengek Putri Anle sembari mengisakan tangisnya namun Pura-pura. wkwkwk.
" Kau pikirlah sendiri ". Ucapnya dengan Dingin .
Pangeran Ketiga benar-benar pergi meninggalkan Putri Anle .
__ADS_1