Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Anak Ayam


__ADS_3

Esok harinya , di Kediaman Liu saat ini sedang riuh karena Nona Pertama masih tidak terima dengan Sikap Nona Ketiga .


Nona Ketigapun tidak tinggal diam karena terlihat dari sifatnya yang tidak mudah ditindas harusnya mudah terprovokasi selalu mudah emosi tidak bisa mengontrol emosinya namun dia tidak bisa berbohong , Perkataannya selalu Jujur.


" Pagi-pagi seperti ini Anak Ayam mengganggu ketenanganku ." Kata Nona Kedua.


Melihat Nona Pertama yang sepertinya Tidak akan menang melawan Nona Ketiga , Nona Kedua mendatangi Keduanya.


" Hem . Hei anak ayam ? ada apa , pagi-pagi berkotek tidak karuan ." Ucapannya membuat Nona Ketiga naik darah bahkan mendengus kesal seperti Banteng yang akan menyerang.


" Oh Adik Kedua , Sejak kapan kau ada disini . Bagaimana Keadaanmu. " Perhatian Nona Pertama.


" Sudah baik , Bagaimana kalian bisa mengganggu ketenanganku dipagi hari begini . Kepalaku jadi Pusing." Keluhnya .


" Kakak Pertama yang memulai , Dia begitu tidak terima karena Pangeran Mahkota lebih menyukaiku..ups..hehehe ??". Sindirannya begitu membuat Nona Pertama sudah tak tertahankan lagi.


* Plak--Plak--Plak*

__ADS_1


Nona Kedua tercengang melihat Nona Pertama yang biasanya bersikap lemah lembut bisa berbuat kasar bahkan lebih Kejam darinya.


" Jika kau masih tidak berhenti mengucapkannya , aku tidak segan lagi untuk membunuhmu !!". Kecaman itu benar-benar membuat Nona Kedua tidak habis pikir .


Apakah itu benar-benar Nona Pertama saat ini.


Nona Ketigapun tidak menyangka jika Nona Pertama yang bersikap lemah lembut bisa sekasar bahkan sekejam Nona Kedua meski hanya dengan kata-kata.


" Hei , Anak Ayam ? kenapa kau terdiam begitu . Apa kau takut pada Kakak ? Hahaha Lucu sekali . " Olok-oloknya pada Nona Ketiga.


Nona Ketiga mengepalkan genggamannya .


Sebelum pergi berangkat ke Desa Damei , Nona Kedua menyempatkan diri untuk keluar kediaman namun Tuan Liu menemukannya .


Tatapan Tajam Tuan Liu yang mendominasi Nona Kedua membuat Liqin bergetar ketakutan.


Tuan Liu menghampiri Nona Kedua.

__ADS_1


" Apakah kau masih saja tidak takut setelah ayah memutuskan untukmu untuk mengirimmu ke Desa Damei itu ? Kau tau Desa Damei seperti apa , bahkan Orang-orang disana tidak segan menyiksamu apabila kau tidak mematuhi aturan disana !!". Ucap Tuan Liu dengan nada bergetar seakan menjelaskan jika Desa Damei itu Sangatlah mengerikan.


" Iya Ayah . Sebelum pergi kesana aku hanya ingin berjalan-jalan saja . Ayah tidak perlu khawatir aku akan kabur ." Jawabnya dengan Nada datar .


Tuan Liu sebenarnya tidak tega mengirim Putrinya ke Desa Damei itu , namun keinginannya sudah tekat agar Gadis itu bisa berubah dan menjadi Kepribadian yang baik dan tentu bisa membanggakkan kedua Orang tuanya.


Tuan Liu menghela nafas , Dia merasa Lelah sekali .


Nyonya Liu tak bisa menahan buliran air bening yang akan tumpah itu .


Jika dia menangis maka Gadis Kecilnya akan Sedih .


Semua Persiapan Kelengkapan sudah lengkap untuk Perjalanan Nona Kedua pergi ke Desa Damei.


" Ning'er ? ". Suara yang begitu lembut dan seperti menahan tangisan itu membuat Nona Kedua merasa Iba .


" Ibu , Jangan menahan air matamu lagi. Aku tau pasti ini sangat berat . Jangan khawatir suatu saat Ning'ermu akan kembali dan menjadi kebanggaanmu ." Gadis itu memeluk erat Sang Ibu bahkan Air matanya pun lolos dari matanya.

__ADS_1


Suara Parau dari Nyonya Liu begitu menyayat hati Tuan Liu. Apakah tindakannya itu salah ? tentu saat ini Suara hatinya tidak berhenti memprotes dirinya sendiri .


" Ayah ? Kakak , jaga Ibu jangan sampai Induk Ayam beserta Anaknya datang mengganggunya." Kata Nona Kedua sambil melirik Ke arah Selir Fang dan Nona Ketiga.


__ADS_2