
Di Istana , Kaisar menghukum Pangeran Mahkota karena Telah membuat kekacauan dan melakukan hal yang memalukan bahkan dalam hal ini juga Pangeran Mahkota terancam Kehilangan Gelar Mahkotanya.
" Beruntung Pangeran Ketiga tidak menginginkan Gelar yang membuatmu leluasa dan se enaknya sendiri . Ku Peringatkan suatu hal padamu , Jangan pernah mendekati Liu Ning lagi meski dia adalah teman kecilmu ". Kata Kaisar sambil memarahi Pangeran Mahkota.
" Ayahanda , Hamba rela kehilangan Gelar itu asal Liu Ning bisa menjadi milikku seutuhnya ".
Kaisar tidak bisa menahan diri lagi sehingga mendorong tubuhnya dengan Kaki berulang kali namun tidak ada Efek Jera dan Ketakutan dimatanya , Kini Kaisar mulai Panik karena Putra Keduanya masih tidak mengaku salah malah sebaliknya.
" Kau . Siapa yang telah mengajarimu seperti ini hah.. kau tau apa yang kau katakan itu ? Apakah kau ingin menciptakan Perang darah dengan Saudaramu sendiri ". Bentak Kaisar pada Pangeran Mahkota.
" Jika itu bisa memenangkan Liu Ning menjadi Milikku maka tidak bisa ditahan lagi ".
* Plak * Plak *Plak.
" Kau anak Kurang ajar . Kasim Li , berikan dia hukuman yang setimpal ?". Teriak Kaisar yang sedang memerintah Bawahannya.
Sebelum Pangeran Mahkota dihukum , Permaisuri datang menghadap Kaisar bahkan berlutut memohon Ampun pada Kaisar.
__ADS_1
Kaisar membuang Nafasnya dengan Kasar.
" Yang Mulia Kaisar , Ampuni hamba karena hamba telah gagal dalam mendidiknya dengan baik , Sebagai gantinya Hamba akan menggantikannya untuk dihukum setimpal". Teriaknya sambil berlutut memohon ampun.
" Ibunda ". Panggil Pangeran Mahkota .
" Diam . Kau telah merusak Repurtasi . Harusnya aku sudah mati sejak tadi karena menanggung rasa malu mempunyai Putra yang tidak tau malu sepertimu " . Teriak sambil menangis terisak isak membuat Kaisar berada didalam Dilema.
jika Permaisuri terus Seperti ini maka dengan berat hati Harus menghukumnya .
Tak lama kemudian Selir Agung datang , melihat Permaisuri yang berlutut hingga menangis tersedu-sedu bahkan Kaisar tidak memperdulikannya lagi.
" Kaisar , Tolong ampuni Permaisuri jangan membiarkan Lututnya terluka . Kau tidak bisa melihat jika Permaisuri sangat menderita." Selir Agung membela Permaisuri.
Kaisar benar-benar berada didalam Kesulitan , Untuk itu dia segera mengambil tindakan agar Pangeran Mahkota tidak menyeret banyak orang.
" Baiklah , Aku akan membuat pengecualian untuk Pangeran Mahkota. Tapi karena Kesalahannya yang tidak bisa ditoleransi maka dia tetap harus dihukum dengan Tidak boleh keluar dari Kediaman selama sebulan ". Kata Kaisar dengan Lantang.
__ADS_1
Permaisuri mengucapkan banyak terima kasih pada Kaisar karena tidak menghukum berat Pangeran Mahkota, melihat kondisi Gelarnya pun sangat mempengaruhi jika harus menjalani Hukuman Berat .
Selir Agung bertanya pada Kaisar tentang Kejadian yang menimpa Permaisuri .
" Yang Mulia , Tidak seharusnya kau berbuat seperti itu Pada Permaisuri mengingat Kesehatannya menurun akhir-akhir ini entah sebabnya karena apa ". Ujar Selir Agung .
" Kau juga masih belum pulih dari sakitmu jangan terlalu banyak pikiran . Apalagi Yu'er akan segera menikah dalam 3 hari ini ".
" Yang Mulia , Permaisuri berlutut apakah untuk Kesalahan Pangeran Mahkota ? Apa Salahnya , bisakah kau beritahu aku ". Ungkapnya yang membuat Kaisar terdiam membeku.
Kaisar tidak bisa menjelaskannya pada Selir Agung jika Pangeran Mahkota menginginkan Liu Ning .
" Baiklah jika begitu aku tidak akan mengganggu Kaisar lagi ". Selir Agung pergi dari Kediaman Naga karena Kaisar memilih untuk diam saja.
Pangeran Mahkota tidak bisa keluar dari Kediamannya karena Penjagaan sangat ketat hampir tidak ada celah untuk keluar bahkan jika berani keluarpun maka Kaisar tidak akan segan untuk mencopot Gelarnya.
Hal ini membuat Permaisuri gemas dan selalu menyalahkan Putri Permaisuri karena tidak becus mengatasi Pangeran Mahkota.
__ADS_1