
Pagi Hari di Kediaman Liu.
Tuan Liu sangat gelisah karena Nyonya Liu tengah mengabaikannya akhir-akhir ini.
Dia menyesal telah membuat Orang yang paling dicintainya marah bahkan melukai hatinya.
Tuan Liu sudah berusaha untuk membujuk Nyonya Liu agar memaafkannya dan tidak lagi mengabaikan dirinya.
Dalam Hatinya bergetar sangat Ketakutan jika Istri Sahnya pergi dan meninggalkannya.
Tuan Liu meminta bantuan pada Nona Pertama.
" Ming'er ? Ayah ingin berbaikan dengan Ibumu.. Apakah Ming'er ada Solusi ".
" Ming'er tidak secerdas Adik Kedua Ayah , Coba saja ayah pergi meminta Bantuannya ". Solusi Nona Pertama.
Tuan Liu takut jika Nona Kedua bisa memperburuk hubungannya , Dia memutuskan untuk mencari Bantuan pada Nona Ketiga yang terlihat lebih cerdas dari Nona Pertama.
" Jing' er , bisakah bantu ayah untuk membujuk Nyonya Liu untuk tidak mengabaikan Ayahmu ini ".
" Sangat Mudah ayah". Ujarnya yang begitu Percaya diri.
__ADS_1
Nona Ketiga pergi menemui Nyonya Liu , Nona Kedua menghampiri Tuan Liu.
" Sungguh tidak menyangka , Ayah lebih mempercayainya daripada Aku . Oh , Aku mengerti dimata Ayah saat ini . Liu Jing lebih berharga daripada Aku. , Benar kan ". Ucap Nona Kedua.
Nyonya Liu mendengarkan Ucapan yang dilontarkan oleh Nona Kedua.
" Ehm..? " . Nyonya Liu mendekati Tuan Liu.
" Nyonya ". Tuan Liu sangat senang karena Nona Ketiga berhasil.
" Jangan bangga dulu , aku menemuimu bukan karena anak Selir itu yang membuatku datang padamu ". Kata Nyonya Liu.
" Apa maksut Nyonya ". Tuan Liu merasa bingung.
" Tidak, Kau salah Paham tentang itu".
"Aku mendengar dan melihat langsung dari Mulut Ning'er .. dia kecewa padamu karena Anak Selir Rendahan itu sangat kau percayakan ".
" Kau kira dengan meminta bantuan darinya Aku bisa memaafkanmu.. tidak.. Dia memperburuk bahkan menjelek jelekkan Ning'er didepanku.. bukankah itu sangat Kurang ajar ". Nyonya Liu sepertinya bertambah marah.
" Tenang dulu Fu Shuang ". Kata Tuan Liu.
__ADS_1
" Aku tidak bisa mentolerir . Anak Selir itu lebih penting daripada Putri Sahmu . Ning'er memang Nakal selalu mengecewakanmu.. Tapi mengapa kau memandangnya sebelah mata saja . Kurasa ketidak adilan memaksa Ning'er ".
Tuan Liu semakin Gusar karena Nyonya Liu semakin Emosi bahkan hingga meluap-luap.
Di sisi Lain, Seorang Wanita muda yang teramat kecewa dari dalam hatinya.
" Kakek , Ning'er merindukan kakek . Cepatlah pulang ." Katanya sambil menangis.
Sebenarnya Nona Kedua sadar jika Tuan Liu pasti sangatlah malu mempunyai anak yang buruk seperti dirinya.
Awal mula ingin menyembunyikan kecantikannya hanya untuk melindunginya dan bisa melihat siapa saja orang yang bisa menerima apa adanya dalam bergaul.
Tidak menyangka ayahnya sendiri harus malu .
Ketika merasakan kesedihan yang tidak kunjung usai , Sosok Pria yang dikenalnya sudah berada di Kursi yang terletak didalam kamar Nona Kedua.
" Sudah jangan bersedih lagi, Semua itu akan segera berakhir . Untuk apa kau bersedih ? Apakah kesedihanmu itu asli atau palsu" . Sindirnya.
" Pangeran ?".
" Jangan berlarut , sini temanilah aku menikmati teh yang masih hangat ini ".
__ADS_1
" Mengapa kau selalu datang tanpa aku tau , Bagaimana nanti jika aku sedang berganti lalu kau datang masuk ke kamar seorang Gadis yang belum menikah ". Omelnya.
" Sekarang kau malah melampiaskan amarahmu padaku.. hmm baiklah.. aku akan segera pergi darisini , Ingat buatkan Herbal untuk Ibundaku ". Pangeran Ketiga mengingatkan kembali agar Nona Kedua bisa melupakan kejadian hari ini.