
Liqin menemukan sosok Pria Tampan yang tak asing baginya sedang clingak-clinguk seperti sedang mencari Sesuatu.
" Bukankah itu Pangeran Ming itu . Mengapa dia bisa ada disini ?". Selidik Liqin .
Pangeran Ming masih mengendap-endap di sekitar Halaman depan membuat Liqin merasakan Penasaran.
Sementara Pangeran Ketiga dan Wangyu tidak ada di Kediaman karena harus menyelesaikan masalah.
Putri Anle sedang sibuk untuk mempelajari Ilmu baru yang dia dapat dari sebuah buku Tua.
Liqin menghampiri Putri Anle dan mengatakan jika Pangeran Ming berada di Kediaaman dan terlihat sangat aneh.
" Aneh atau tidak itu bukan Urusanku , Kau urus saja dia . Aku sedang sibuk ". Ujarnya dengan Fokus membaca sebuah buku.
Liqin menghela nafas lalu berbalik untuk keluar dari kamar Putri Anle.
Melihat gelagat aneh yang dilakukan oleh Pangeran Ming membuat Liqin curiga .
" Pangeran Ming kau mau kemana ? Jika kau berani mendekati Paviliun itu maka Kepalamu tidak akan selamat ".
" Kau . Bukankah kau Pelayan Putri Anle . Dimana dia dan mengapa kau sendirian .Katakan dimana Putri Anle ".
" Pertanyaan Pangeran Ming begitu banyak. Apa yang kau inginkan ?". Liqin menatap penuh arti .
" Ada yang harus di bicarakan dan ini Penting tentang Adikku dan Pangeran Qing Yu ". Ungkapnya.
" Apa ?". Liqin Tersentak kaget.
__ADS_1
" Cepat panggilkan Putri Anle , Aku ingin berbicara ." Pintanya.
" Putri sedang sibuk. Dia tidak akan menemuimu ".
" Bantu aku . Ini sangatlah Penting". Pangeran Ming memohon pada Liqin membuatnya tidak enak hati karena Statusnya hanya seorang Pelayan biasa sedangkan Pemohon adalah Seorang Pangeran Mahkota Negeri Seberang.
" Baiklah , Pangeran silahkan tunggu di Gazebo ".
Liqin segera menyampaikan Permohonan Pangeran Ming pada Putri Anle.
Dengan langkah gontai liqin masuk ke kamar Putri Anle.
" Mau Apa lagi ". Pekik Putri Anle.
" Putri ini , a..a Pangeran Ming mengatakan ada yang perlu dibicarakan denganmu ."
Dari Kejauhan , Pangeran Ming tak berhenti menatap Putri Anle.
Pesona yang dimilikinya membuat Pangeran Ming sangat tergila-gila hingga nekat untuk datang ke Kediaman untuk menemuinya.
" Katakan, Kau mau mengatakan apa ". Ucap Putri Anle sambil melipatkan Tangannya di dada bagian depan.
" Mengapa kau tidak menyapaku terlebih dahulu , Kau sangat terang-terangan rupanya. Aku kagum ". Puji Pangeran Ming.
Putri Anle benar-benar muak karena Pria ini benar-benar tidak tau malu .
" Kau sudah mengganggu ketenanganku. Cepat katakan jangan berbelit jika tidak silahkan kau pergi dari sini ". Sungutnya.
__ADS_1
" Duduklah ". Titah Pangeran Ming pada Putri Anle.
Putri Anle mengikuti titah Pangeran Ming dan duduk dengan membuang muka .
" Bagaimana aku bisa bicara secara seriua jika wajahmu tak memperhatikanku ".
" Hei !! Cepat Katakan apa maumu ? Aku pergi saja ". Putri Anle mulai Emosi.
" Aku datang hanya memberitahumu jika Adikku dan Qing Yu memiliki hubungan spesial saat di Perbatasan jadi saat ini kemungkinan akan mengambilnya sebagai Seorang Istri ". Ungkapnya.
" Cuma itu saja ".
Pangeran Ming sungguh tidak menyangka Reaksi yang didapatkan tidak sesuai dengan Pikirannya .
" Apakah kau tidak merasa Pangeran Qing Yu ini telah menghianatimu ". Pangeran Ming mulai Memprovokasi.
Namun Putri Anle sudah mengerti maksud kedatangannya hari ini .
" Tentang Hubungannya dengan Adikmu itu menjadi Urusannya dan Mengapa kau berfikir dia menghianatiku ". Timpal Putri Anle sambil menyunggingkan senyuman smirk.
" Karena dia berkata jika bersumpah hanya memilikimu seorang ".
" Ya. Lalu , Apakah aku harus marah atau membunuhnya ". Perkataan Putri Anle sangat bertolak belakang dengan isi Pikiran Pangeran Ming.
" Pergilah , Jangan mengganggu waktuku hanya dengan mengatakan ini saja".
Putri Anle segera pergi meninggalkan Pangeran Ming.
__ADS_1