Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Di Campakkan


__ADS_3

Festival Lampion malam ini akan di meriahkan oleh semua orang yang berada di Ibukota Qianwu.


Putri Anle dan Pangeran Ketiga pergi berkeliling untuk menikmati Keindahan malam warna-warni Festival Lampion.


Sungguh tak terduga tiba-tiba seseorang Gadis akan terjatuh ke dalam Sungai .


Sungguh mengejutkan lagi Pangeran Ketiga langsung begitu cepat untuk datang menyelamatkannya.


" Pangeran ?". Lirih Putri Anle kala melihat Pangeran Ketiga menyelamatkan Gadis itu.


Tatapan Keduanya seakan menandakan adanya saling Kerinduan satu sama lain , Gadis itu memeluk dengan erat bahkan dengan sesukanya menyenderkan kepalanya ke dada Pangeran Ketiga.


" Aku tau kau pasti datang untukku ". Gumamnya dengan Bahagia .


Melihat adegan yang romantis di depan matanya membuat susana hati Putri Anle terbakar bahkan merasakan malu karena semua orang terlihat memuji keduanya .


" Permaisuri ". Teriak Liqin sambil mengekorinya dari belakang.


Putri Mahkota datang menemui Putri Anle yang secara kebetulan lewat .


" Mengapa Permaisuri berjalan sendirian ? Dimana Pangeran Ketiga , Oh jangan-jangan dia sudah mulai bosan ". Sindirnya .


" Jaga Mulutmu . Katanya Beretika kenyataannya sama sekali Nol besar , Memalukan sekali ". Balasnya lebih menohok.


" Kau jangan berlebihan ".


" Kau tidak terima hahahhaa , makanya jangan memulai dulu . Minggir jangan mengahalangi Jalanku ".


Ketika Putri Anle akan melewatinya dengan Sengaja Kaki Putri Mahkota dijulurkan hingga membuat tubuh Putri Anle terjatuh .


* Bruk*


Seketika Kedua mata Putri Anle melotot mengarah tepat pada Putri Mahkota.


Dia langsung berdiri dan menarik rambut Wanita yang sengaja menyigalnya .


" Aakhhh , Liu Ning apa yang kau lakukan .. Sakit ". Keluh Putri Mahkota.


Putri Anle mengambil Lumpur yang berada tanah lalu melumurkannya pada Wajah Putri Mahkota yang terlihat anggun dan Cantik .


Pelayan Putri Mahkota tidak terima namun Liqin dengan cepat menghadangnya bahkan memegang kedua tangannya.


" Itu semua belum seberapa ? Kau diamlah jika tidak ingin kupatahkan tanganmu ini . Paham ". Ucap Liqin pada Pelayan Putri Mahkota.


" Aahh Apa yang kau lakukan padaku ". Teriaknya .


" Ini masih belum seberapa ? Lihatlah ini ".


* Cruattt*


Baju Indah yang mahal dan Berkualitas itu dirobek oleh Putri Anle .


" Kau , Kau merusak Bajuku !! Kau Benar-benar Wanita gila ".

__ADS_1


" Iya , Kau memang benar . Jadi untuk apa kau menganggu Orang Gila sepertiku jika kau pun demikian " .


Putri Mahkota benar-benar dibuat geram olehnya bahkan berusaha untuk melawan Putri Anle namun hal itu tidak sebanding dengan Ilmu tenaga dalam yang dimiliki olehnya.


Seketika mata Putri Anle tertuju ada sebuah Seruling yang bahkan lama sudah sangat dirindukannya.


Dengan cepat seruling itu ditariknya .


" Sudah cukup kau menyimpannya Su Nian , Seruling ini adalah Milikku dan Kau juga jangan berani mengambil apa yang menjadi milikku ". Gertaknya.


" Itu Milikku , Kembalikan Wanita Gilaa ".


Seseorang Datang menghampiri Kedua Wanita yang terlibat cekcok.


" Ada apa ini ?".


" Mana mungkin Pangeran Mahkota membelaku . Jelas-jelas dia pasti akan memihaknya ". Ungkap Putri Mahkota dalam hati.


Keduanya tidak menjawab Pertanyaan dari Pangeran Mahkota.


" Ning'er ? Mengapa kau disini , Apakah Kau digertak olehnya ".


" Iya , Bahkan dia mengatakan aku ini Orang Gila dan berani menyigal kakiku hingga terjatuh terkapar ditanah ".


Mata Pangeran Mahkota mulai melotot bahkan sudah tidak bisa tertahankan lagi.


*Plak*


" Akhh ". Rintih Putri Mahkota karena ditampar sangat keras oleh Pangeran Mahkota.


" Karena kau memang Pantas mendapatkannya ".


Putri Anle tidak senang Pangeran Mahkota membantunya bahkan menghakimi Istrinya sendiri sudah sangat jelas Pria itu sangat Kasar memukul Wanita hingga sudut mulutnya mengeluarkan Darah .


" Pangeran Mahkota . Aku memang sedang beradu cekcok dengannya namun aku tidak memintamu untuk menamparnya hingga seperti itu ".


" Diam !! Puas kau hahh ". Emosi Putri Mahkota .


* Plak*


Sekali lagi Pangeran Mahkota menampar Istrinya sendiri hingga terjatuh terbengkalai di tanah.


Putri Mahkota menangis karena merasakan sakit luar dalam .


" Mengapa anda tidak sekalian membunuhku saja jika terus saja menyiksaku hiks...hiks..". Isaknya dengan lirih.


Liu Jing melihat Pangeran Mahkota dan segera menghampirinya.


" Pangeran Mahkota ? Ada apa ini ".


" Liu Jing ! Mengapa kau bisa berada disini ". Kata Putri Anle.


" Menikmati Malam Festival Lampion . Kau mengapa berada disini , seseorang telah menunggumu di Kedai Zinzu cepat datanglah jika tak ingin menyesal ". Ungkapnya.

__ADS_1


" Atas Dasar apa kau seenaknya menyuruhku seperti itu , lagian mana bisa kau dipercaya ".


" Siapa yang sedang menunggunya ?". Sahut Pangeran Mahkota.


" Seseorang itu mengatakan jika dia merupakan teman lamanya ".


Tanpa berpamitan pada mereka , Putri Anle langsung pergi dengan cepat karena tidak ingin menambah pikirannya Kacau.


Dengan sangat Jelas , Putri Anle melihat Pangeran Ketiga duduk berdampingan dengan Seorang Wanita yang sangat cantik berpakaian layaknya seorang Putri Kerajaan.


Disela-sela kegeraman bahkan kekesalannya tiba-tiba tubuhnya bagai terbawa Angin.


" A Yao . Itu Kau ".


Pangeran Ke Empat tersenyum bahkan sudah sangat lama mereka tidak berjumpa .


" Apakah kau yang dimaksut oleh Liu Jing sialan itu ". Geramnya.


" Hei , Mengapa kau begitu kesal dengannya ? Bukankah dia itu Saudaramu ".


" Sudah jangan Ungkit lagi . Begitu malas dan muak ".


" Kau kesal karena Qing Yu sedang bersama Putri An Ling Xi ". Ungkapnya yang seperti tau akan isi hatinya.


" Siapa Wanita itu ? Mengapa begitu akrab dengan Qing Yu hingga melewatkan waktu bersamaku ".


" Dia merupakan Kekasihnya yang paling di cintai oleh Qing Yu . Kau tidak perlu khawatir bagaimana jika malam ini akulah yang akan menemanimu ".


" Wanita itu tidaklah asing " .


" Benar ? Dia dari Negara Yunzi ".


" Jadi ? Dia ".


" Jangan di pikirkan lagi ? Mari akan kubawa kau ke tempat yang bisa membuat suasana hatimu kembali senang ".


" Ayo " .


Pangeran Ke Empat membawanya ke Sungai yang begitu banyak Lampion yang mengambang Indah.


" Ini , Tulislah Harapanmu dan hanyutkan Bunga ini ke Aliran Sungai ".


" Apakah akan terwujud ".


" Memang kau akan menulis apa ? Hmm apakah kau menginginkan Suami sepertiku ataukah memang Aku yang kau inginkan untuk menjadi Suamimu ".


*Cetat*


" Mengapa malah menggepakku . Kau malu wkwkk lihatlah wajahmu sangat lucu ".


" Kau benar ? Mengapa tidak kau saja yang menjadi Suamiku ".


*Deg*

__ADS_1


*Deg*


Jantung Pangeran Ke Empat serasa berhenti pada saat itu juga kala mendengar Ucapan dari Putri Anle.


__ADS_2