
Nyonya Liu sangat marah begitu mendapati Orang dari Kediaman Pangeran Ketiga yang menanyakan Keberadaan Permaisuri Yu / Putri Anle karena sudah cukup lama tidak kembali.
" Jelaskan padaku , Dimana Putriku saat ini dan Katakan padaku Mengapa kau setega itu mengorbankan Putrimu sendiri Hahh ". Amarah Nyonya Liu memuncak.
" Apa maksutmu ? Aku sama sekali tidak seperti itu dan Aku ingin membuktikan pada Ibu Suri Jika Ning'er tidak memiliki Apa yang dituduhkan olehnya ".
" Dasar Bodoh !! Mengapa kau tidak membicarakan hal ini kepadaku . Kau menggunakanku untuk memancingnya keluar dari Kediaaman Pangeran , Begitu ". Omel Nyonya Liu.
" Aku hanya ingin membuktikan Jika Putriku tidak memiliki Kelebihan dan Kecerdasan di perbidangan Medis ". Sergah Tuan Liu.
" Lihatlah . Bahkan kau bertindak secara Impulsif dan kau tau bagaimana nanti jika Pangeran Ketiga mengetahuinya ".
" Dia tidak akan tahu jika kau tutup mulut ".
Nyonya Liu menghela Nafas untuk menghadapi Suaminya yang sangat Bodoh ini.
" Ning'er memilikinya dan kau tau alasan Ibu Suri untuk mendapatkannya ". Ungkap Nyonya Liu.
" Kau mengetahui sesuatu ".
" Ya , Aku menemukan Fakta jika Toko Funning adalah Milik Ning'er dan selama ini dialah yang menyuplai seluruh Herbal terbaik disana ".
" Dari mana kau tahu tentang hal ini ". Ucapnya setengah Panik.
" Sejak Ibu Suri mendatangi Kediaman ini . Dia tidak akan melepas Putriku meski tidak dapat menemukan barang bukti karena aku percaya pasti Pangeran Ketiga melindunginya ".
Seketika itu Juga Perdana Menteri Liu lemas dan ambruk hingga bersimpuh menyesali akan kebodohannya.
Nyonya Liu sangat marah bahkan sudah kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Suaminya.
" Aku menyesal telah memilih hidup bersamamu , Kau Pria yang tidak Pandai Bersyukur , Kau Pria serakah ". Oloknya Pada Tuan Liu.
Pelayan yang pada saat itu pergi ke Kediaman Pangeran Ketiga sudah mati mengenaskan untuk menutup mulutnya.
Saat ini Kediaaman Liu merahasiakan Keberadaan Putri Anle , Dengan terpaksa berbohong jika saat ini Putri Anle berada di Kediaman Liu bahkan baik-baik saja.
Pangeran Ketiga ingin mengakhiri Perang yang tak kunjung usai ini , Selama Di Fenjing dia selalu mengikuti Strategi yang arahkan Oleh Jendral Besar Fu .
" Jendral Fu , Strategi yang kau buat sama sekali tidak membuat Musuh mundur bahkan mereka bisa menebaknya dengan Mudah ". Kata Pangeran Ketiga.
Tidak ada jawaban yang keluar dari Mulut Para Jendral bahkan Pangeran Keempat juga diam .
Pangeran Ketiga meminta Wangyu untuk memanggil Pasukan Khusus yang selama ini ditakuti oleh Para Musuh.
Di setiap Strategi yang digunakan oleh Pasukan Hantu sangat sulit untuk dipecahkan.
" Jendral Fu Aku ingin berbicara empat mata denganmu ". Ucap Pangeran Ketiga.
Jendral Fu segera pergi ketempat yang hanya berdua dengan Pangeran Ketiga.
" Besok , Perang ini harus diselesaikan . Aku tidak bisa meninggalkan Ning'er terlalu lama karena Ibu Suri mengincarnya ". Ungkapnya.
__ADS_1
" Apa !!! Bagaimana bisa Ibu Suri mengincar Cucuku ".
" Karena Dia tahu jika Ning'er memiliki Ilmu Alihan dari Tuan San yang hebat ".
Seketika Jendral Fu mengingat Perkataan Tabib yang berada di Kediaman Fu bahkan mengatakan jika Cucunya memiliki Ilmu Tenaga dalam yang tak biasa .
" Kita harus secepatnya kembali ke Ibukota ." Pekik Jendral Fu.
" Mari Bekerja sama dengan baik ".
Keesokan Harinya Perang kembali dimulai , Pasukan Hantu mulai menyelundup pada Pasukan lainnya sehingga tidak dapat diketahui keberadaannya.
Ada yang menyelundup ke Pasukan Musuh .
Semula hanya Perang seperti biasa pada umumnya namun dengan sekejap saja Para Pasukan Musuh tiba-tiba banyak yang bergeletak .
" ini ... Pasukan itu telah datang ???". Tebak Ming Cang .
" Apa yang harus kita lakukan ?". Sahut Pangeran Mahkota Yunzi.
" Sudah tidak bisa lagi membuat siasat , Pasukan hantu sudah menumpas habis-habisan tidak ada cara lain ... Mundur ".
" Apa ... Kau bilang mundur.. Heii Jangan melakukan hal bodoh ". Geram Pangeran Mahkota Yunzi.
Pasukan Hantu mengamuk hingga pada Akhirnya Jendral Ming Cang mundur sebelum dirinya mati konyol dalam perang ini .
Pangeran Mahkota pun meminta Pasukan yang masih tersisa untuk mundur .
Jendral Besar Fu sangat senang karena Pasukan Hantu yang tidak diketahui keberadaannya bisa menumpas Pasukan dengan cepat.
" Aku akan kembali hari ini mohon untuk Jendral Fu memimpin mereka kembali ." Pamit Pangeran Ketiga.
" Baik ."
Pangeran Keempat juga akan kembali ke Ibukota dengan Pasukan Elite Kekaisaran.
*
*
*
Semua Orang menyambut kedatangan Pasukan Pangeran Ketiga maupun Pangeran Keempat yang akan sampai di Ibukota Qianwu.
Kaisar memanggil Kedua Pangeran yang sudah berjuang di Medan Perang untuk dianugerahkan Hadiah yang Pantas , namun sepertinya Pangeran Ketiga tidak hadir.
Kediaman Pangeran Ketiga.
" Ning'er ? ". Panggilnya .
Namun tidak ada jawaban sama sekali bahkan jika dilihat dari keadaan tempat tidurnya , Putri Anle sudah lama tidak menempati.
__ADS_1
Pangeran Ketiga tampak kesal bahkan murka karena tidak menemukan keberadaan Putri Anle.
Semua Pelayan yang sudah terbiasa dengan Pengaturan Putri Anle sangat terkejut dengan kedatangan Pangeran Ketiga yang tiba-tiba.
Akibatnya semua Pelayan dihukum tidak terkecuali.
Begitu mendapat kabar jika Putri Anle berada di Kediaman Liu barulah merasa lega namun tetap perasaannya tidak enak.
Tanpa menunggu lama , Pangeran Ketiga sampai di Kediaman Liu bahkan dia langsung pergi ke Kamar Putri Anle namun pada kenyataannya sama seperti yang ditemukan di kamar sebelumnya .
" Kamar ini sudah lama tidak ditempati ? Dimana Ning'er ?". Gumamnya dengan mata nanar.
Dia mencari Perdana menteri Liu dengan wajah yang dipenuhi dengan amarah.
" Dimana Ning'er ?". Ucapnya dengan menyodorkan Pedang ke leher Tuan Liu.
" Aaa--- Aku ?". Tuan Liu Gugup.
Nyonya Liu segera datang untuk menghadap Pangeran Ketiga.
" Ampuni kami semua Yang Mulia Pangeran , Ini salah kami . Kami sudah gagal menjadi Orang tua yang baik untuk Putri kami . Maka kami pantas untuk mati .. hiks... hiks.. ". Ucap Nyonya Liu disertai Isakan Tangis.
" Katakan !! Dimana Liu Ning berada ?." Bentaknya.
Nyonya Liu masih ketakutan dan sempat melihat ke arah Tuan Liu namun yang didapatkan hanya bahasa Isyarat gelengan kepala seolah menyuruh untuk tidak mengatakannya.
Pangeran Ketiga mengetahui hal ini dan menggoreskan Pedangnya sedikit ke leher Perdana Menteri Liu.
" Akhhh ". Rintihnya .
" Dia memang pantas untuk mati saja , Dia yang menyebabkan Ning'er pergi ... semua ini karena diaa ". Emosi Nyonya Liu meledak.
" Wangyu . Bawa Liu Han pergi , Penjarakan dia dan Interogasi ". Titahnya pada Wangyu .
Didalam Desa terpencil itulah Putri Anle dan Liqin hidup dengan baik.
Disana Putri anle menggunakan nama Nona Ning . Dia juga membantu memperbaiki Perekonomian Kakek Tua dengan menjadi Tabib bahkan menjual herbal .
" Cucuku , Ning dan Li lihatlah kakek membawa apa untuk kalian ?". Ucap Kakek Tua itu.
" Waw Ikan Besar , Nona ini pasti sangat lezat sekali . Ayo kek kita bakar saja ". Kata Liqin Antusias.
" Li , Kau ini terlalu bersemangat ". Jawab Kakek.
Putri Anle sangat bahagia hidup sederhana jauh dari kesan mewah bahkan makanpun tidak se enak di Kediaman Pangeran Ketiga.
Untuk melindungi dirinya sendiri bersama Liqin , Putri Anle memutuskan untuk tinggal di desa terpencil ini menjadi seorang Tabib dan hidup dengan tenang.
*
*
__ADS_1
*
Sudah 5 bulan lamanya Putri Anle pergi , Sebenarnya Dia tahu jika Kekaisaran sedang mencarinya bahkan Kakek sempat menaruh curiga namun segera meyakinkan kembali.