Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Biji Kacang Manis


__ADS_3

Saat Nona Kedua Pulang , dia melihat Nona Ketiga menangis seperti seorang anak kecil yang ditinggal Ibunya .


" Ehmm.. Kau menangis ya ". Kata Nona Kedua.,


" Bukan Urusanmu , Pergi . " Nona Ketiga mengusir Nona Kedua.


" Tidak menyangka kau ternyata bisa menangis seperti ini , ku kira itu air mata buaya ". Sindir Nona Kedua.


" Puas ? Kau menang ". Sentakan Nona Ketiga lalu pergi.


" Entah kenapa melihat dia menangis rasanya tidak tega beda lagi jika berduel , itu asyik ". Katanya sambil pergi ke kamarnya.


Belum sampai Kamar seorang Pria mengejutkannya.


" Yakk ". Nona Ketiga berteriak namun segera Dibungkam oleh Pria itu .


Liqin mendengar suara teriakan Nona Kedua langsung menghampirinya.


" Nona .. Apa yang sedang terjadi ? ". Ucap Liqin.


" Tidak ada Liqin , hanya kepeleset nih ".


Nona Kedua menghela nafas untuk menormalkan jantungnya.


" Menyebalkan sekali , Kenapa Pangeran Ketiga selalu mengagetkanku . Ada apa lagi ". Katanya yang bernada agak marah.


" Kau marah ".


" Tidak . Cepat katakan bagaimana keadaan Selir Agung ". Nona Kedua sudah tidak sabar.


" Mengapa kau tidak pergi sendiri untuk memeriksanya ".


" Aku tidak berani , Jika tidak ada kepentingan lagi Pangeran bisa keluar ".

__ADS_1


" Kau marah kan ". Tanyanya sekali lagi.


" Tidakk !!!! Aku tidak marah . " Teriaknya.


" Jangan berisik nanti Pelayanmu curiga . " Ungkapnya.


Nona Kedua terdiam .


" Baiklah , Aku hanya memberikan ini padamu itu adalah obat yang diberikan oleh tabib akhir-akhir ini ".


Nona Kedua mengambilnya lalu memeriksa .


" Seperti dari baunya ini serbuk dari bunga Kacang manis ". Tebaknya.


" Bunga Kacang Manis . Ternyata ada nama bunga seperti itu ."


" Rupanya Tabib itu ingin merusak Organ tubuh Selir Agung , Pangeran Ketiga silahkan kembali dulu biarkan aku berpikir untuk mencari Solusi ".


" Pangeran Pergilah !!!!". Teriak lagi .


" Aku tau kau sedang marah saat ini padaku , Baiklah aku pergi . Jangan lupa Selesaikan secepatnya aku pasti menepati Janjiku ". Pangeran Ketiga langsung pergi seperti biasa.


Hanya dengan Perkataan saja Hati Nona Kedua berdesir .


Jantungnya berdetak hingga nafasnya naik turun.


" Setiap kali dia berkata lembut jantungku akan seperti ini , apa yang terjadi . " Gumamnya dalam hati sambil memegang dadanya.


Nona Kedua mengamati Serbuk Bunga Kacang Manis itu .


Di Ruang Rahasianya tak henti untuk melakukan Penelitian.


Dia harus memberikan Penawarnya untuk Selir Agung.

__ADS_1


" Aku harus mencari Biji dari Bunga kacang manis ini , Hanya Desa Damei . Apakah aku harus kesana lagi itu sangat berbahaya . Ahh Qing Luo ". Nona Kedua barulah ingat jika Pangeran Ke empat pasti mau jika menemaninya mencari Biji Bunga Kacang Manis.


Namun dia lupa jika Pangeran Ke empat adalah Orang Istana bagaimana jika dirinya ketahuan jika sedang mencari Penawar Racun untuk Selir Agung.


" Uuhhh Kepalaku benar-benar mau pecah Bagaimana ini ". Nona Kedua berdecak tidak karuan sambil memijit Ujung Pilipis matanya.


Liqin menghampiri Nona Kedua .


" Nona ,. Ada apa ? mengapa sepertinya terjadi masalah ?." Kata Liqin.


" Aku harus pergi mencari Biji Bunga Kacang Manis dan itu hanya ada di Desa Damei , tidak mungkin aku harus pergi kesana ". Curhatan Nona Kedua.


" Ohh ". Jawab dengan santai.


Nona Kedua heran dengan sikap Liqin .


" Kau hanya menjawab Oh saja , kau tidak bisa melihat bagaimana kepalaku ini hahh ". Omel Nona Kedua.


" Nona menginginkan Biji Bunga Kacang Manis kan tapi tidak ingin pergi karena terlalu bahaya, bukan begitu ". Liqin mengulangi Perkataan Nona Kedua .


" Liqin ? aku sedang tidak bercanda ". Nona Kedua berdecak kesal.


" Aku juga tidak bercanda Nona , Hal Seperti itu saja Hingga membuat Kepalamu mau Pecah ". Sindir Liqin.


" Lebih baik kau diam saja jika tidak bisa membantu memecahkannya ". Kata Nona Kedua yang mulai Putus asa.


" Katakan , Nona butuh berapa Biji Bunga Kacang manisnya ". Katanya dengan enteng.


Nona Kedua mengertnyitkan alisnya , Sebenarnya apa yang akan di lakukan oleh liqin ini.


" Kau mau apa hah , jangan membuat kepalaku semakin mau pecah saja ". Omelnya lagi.


" Aduh Nona.. Mengapa kau tidak menjawabku dulu ? Hal mudah seperti ini kau tidak bisa mengatasi ,hah Nona ..Nona .. Nona Kedua lupa jika pada saat itu Akulah yang jadi Nona Kedua di Desa Damei ". Ujar Liqin.

__ADS_1


__ADS_2