
" Sudah kuduga , Pangeran Ketiga datang kemari hanya untuk memastikan tentang Ilmu dalam yang dimiliki oleh Permaisurimu bukan." Tebaknya.
" Hem ".
" Sudah dipastikan jika Nyonya Bai memberikan Ilmu yang dimilikinya pada Permaisurimu . Anda harap berhati-hati karena Ibu Suri pasti tidak akan melepaskannya jika ketahuan ". Pesan yang diberikan oleh Wuyu membuat Pangeran Ketiga geleng-geleng tidak perduli.
Sementara Kondisi Putri Anle saat ini masih belum pulih , Tabib sudah memeriksanya dan memberi saran untuk perbanyak Istirahat.
Kepergian Tabib , Putri Anle memanggil Liqin.
" Ada apa Putri ?".
" Aku bosan . Ayo antar aku ke Tepi kolam Teratai ". Pintanya pada Liqin.
" Ta..Tapi Kondisimu masih lemah Putri ."
" Kau kira aku ini Wanita lemah ya , sudah berapa lama kau selalu bersamaku hah ". Sungut Putri Anle.
" Ya , Ini Beda lagi Putri ". Timpal Liqin.
" Beda apanya ".
" Kau sekarang seorang Permaisuri Pangeran Ketiga , Kau tau bagaimana jika dia marah bahkan Pengawalnya saja sangat menakutkan.. hihhh ". Pikirnya.
" Hadehh Buang Pikiranmu itu , Ayo bawa aku kesana ". Pintanya lagi dengan memaksa.
__ADS_1
Liqin terpaksa membawanya keluar agar tidak di omelin terus menerus oleh Putri Anle.
Putri Anle melihat sebuah Kayu tergeletak bahkan tidak di pakai , Pelayan akan segera membuangnya namun Putri Anle melarangnya.
Putri Anle meminta Alat-alat pemotong kayu , paku serta tali.
Entah apa yang akan dilakukannya kali ini.
" Putri , kau mau apakan kayu itu . Jika Pangeran melihatnya akan gawat ". Decaknya .
" Kau ini bisa diam tidak sih mengganggu Konsentrasiku saja ". Omelnya.
Putri Anle memang bukan Wanita yang lemah , meski dalam keadaan Kurang Fitpun dia masih saja tetap melakukan hal-hal yang membuat Khawatir.
Saat kembali dari Penjara Mengunjungi Wuyu barulah manik mata Pangeran Ketiga tertuju pada Seorang Wanita yang sedang sibuk memotong kayu.
" Wanita ini sungguh menyusahkanku saja ."
Pangeran Ketiga mendekati Putri Anle , Tangannya bersendekap sudah bersiap untuk melepas Boomerang.
" Ehmm ?." Dehemannya membuat Putri Anle terhenti saat memotong Kayu.
Liqin melirik ke arah deheman itu begitu menangkap Waajah Dingin sedingin Es tubuhnya mengigil ketakutan.
Putri Anle menoleh ke arah sumber suara itu.
__ADS_1
" Apa kau sedang Panas dalam hah ?". Ucap Putri Anle .
" Kenapa kau selalu menyulitkanku Wanita Racun ". Keluhnya.
Putri Anle yang semula duduk kini berdiri bahkan membusungkan dada sambil berkacak pinggang.
" Siapa yang menyulitkanmu , Ini adalah Urusanku ". Sungut Putri Anle.
Pangeran Ketiga meraih Rahang halus sehalus sutra itu dengan tangannya.
" Kau ini semakin lama semakin berani ".
" Lepaskan ". Pintanya.
Pangeran Ketiga menghela nafas lalu semakin mendekatkan tubuhnya ke Tubuh Putri Anle.
Liqin yang melihat adegan ini segera berbalik atau memilih untuk segera pergi .
Pangeran Ketiga memeloti mata Putri Anle dengan sangat tajam dan baru kali ini Putri Anle mendapat Sorotan tajam yang begitu mengerikan.
" Aku tidak suka bila ada Wanita yang melawanku apalagi itu Wanitaku , Jika kau masih berani menentangku maka aku tak segan lagi padamu ". Melepaskan Dagu Putri Anle dengan Kasar.
Putri Anle berusaha menelan Salivanya namun rasanya sangat susah.
" Cepat pergi Istirahat ". Titahnya dengan Suara Khas Yang membuat Putri Anle Lari terbirit-birit ke Kamarnya.
__ADS_1
" Dasar Pria Brengsek , Menyebalkan, Kenapa dia sangat menyeramkan jika sedang marah seperti itu ". Umpat Putri Anle.
Selepas Kepergian Putri Anle dari Kolam teratai , Pangeran Melihat Potongan Kayu dan Tali serta Paku.