Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Misi Tuntas


__ADS_3

Didalam pikiran Pangeran Ketiga dipenuhi wajah Putri Anle bahkan tidak bisa dipungkiri bagaimana dia menjalani hari-hari tanpanya .


Dia benar-benar tidak akan memberi ampun pada Chu Seng.


Bahkan bersumpah akan membunuhnya dengan kedua tangannya sendiri.



" Kau adalah Wanita yang kuat kumohon berikan aku kesempatan sekali lagi menyelamatkanmu . Ning'er kau telah berjanji padaku satu hal maka tunggulah aku datang ". Lirihnya dalam hati disertai tumpahnya buliran bening dari matanya.


Pangeran Ketiga tidak pernah menangis dan terakhir kali saat masih kecil.


*


*


*


" Aaaaaaaaaa ". Teriakan seorang wanita yang diduga suara dari Putri anle.


Mendengar suara teriakan itu , Pangeran Ketiga langsung mempercepat gerakannya.


Putri Anle sudah terbaring lemah bahkan sudah siap untuk diambil hatinya oleh seseorang yang merupakan seorang tabib.


Pisau itu sudah menyentuh kulit luar Putri Anle , namun disaat yang hampir memperdalam sayatan tiba-tiba tabib tertancap sebuah benda tajam di dadanya yang begitu dalam hingga tak kuasa menahan rasa sakit itu.


Ibu Suri terkejut ,


" Tabib An , Siapa yang melakukannya ?"


Pangeran Ketiga langsung turun dari kudanya dan menghampiri Putri Anle yang sudah terbaring lemah tak berdaya bahkan tidak sadarkan diri.


" Qing Yu !!!". Hentak Ibu Suri terkejut .


Kedua mata Pangeran Ketiga merah padam bahkan sudah teramat memanas,


Dengan segera di mencekik Ibu Suri tanpa ampun .


" Arrkkkk ,. Qing Yu kau ?? Le--lepaskan ". Kata Ibu Suri yang tak kuasa menahan sakit.


Jendral Fu datang beserta pasukan yang dibawanya untuk menangkap para pasukan pemberontak.


Permaisuri dan Su Nian bersembunyi agar tidak ketahuan .


" Pangeran Ketiga ? tahan emosimu , jangan sampai kau membunuhnya ". Kata Jendral Fu.


" Aku hanya membalaskan semua rasa penderitaan Ning'er dan ini belum seberapa untuknya ".


Pangeran Ketiga mengambil pisau dan menancapkannya pada dada Ibu Suri sesuai dengan luka yang diterima oleh Putri Anle.


Ibu Suri mengerang luar biasa namun Pangeran Ketiga tidak benar-benar membunuhnya.


" Sangat pemurah jika aku hari ini membunuhmu , aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja karena kaulah penyebab kerusuhan di Istana .. Kau tunggu Liu Ning membalasnya sendiri nanti ".


Ucap Pangeran Ketiga.


Jendral Fu sebenarnya tidak tega namun Chu Seng sudah membuatnya kecewa berkali-kali bahkan berencana membunuh Cucunya dengan sadis.


" Tak kusangka wanita jahat sepertimu masih dibiarkan hidup ". Ucap Jendral Fu.


" Ashang,... bertahun-tahun aku ----( Menahan rasa sakit akibat luka tusukan) Aku , menunggumu dan berharap banyak padamu . Aku sengaja tidak melahirkan keturunan hanya karena ingin mempunyai anak denganmu saja ". Ucapnya dengan disertai isakan tangis.


" Kau yang menyakitiku jangan berpikir seolah aku yang melakukan kesalahan , hal itu rupanya menjadikanmu wanita iblis Seng'er .. sangat disayangkan wanita sepolos dan selugu kala itu berubah menjadi iblis ".


" Sampai detik ini juga bahkan aku masih menyimpan perasaan untukmu ". Ungkap Chu Seng.

__ADS_1


" Tutup mulutmu itu jika kau masih memiliki rasa itu maka kau tak seharusnya melakukannya pada cucuku . Bawalah wanita iblis ini ke Istana ". Titah Jendral Fu .


Permaisuri dan Su Nian tertangkap oleh pasukan Pangeran Ketiga karena mereka ketahuan bersembunyi.


Disepanjang perjalanan , Pangeran Ketiga memeluk tubuh Putri Anle disertai tangisan sendu .


Wajah cantik itu memar karena bekas siksa tamparan bahkan ada luka tusukan pedang dibagian bawah lengan .


" Kau harus bertahan ? bukankah kau pernah bilang jika tidak suka ditindas maka hari ini aku menindasmu ..hiks...hiks.. bangunlah setidaknya bukalah kedua matamu Ning'er ". Tangisan penuh haru Pangeran Ketiga membuat pasukan seakan juga ikut bersedih.


*


*


*


Sampai di Kediaman Pangeran Ketiga barulah tubuh Putri Anle dibaringkan di Paviliun Pangeran Ketiga.


Liqin menangis histeris kala mendapati Putri Anle terluka sangat parah .


Wangyu segera menenangkannya.


" Sudahlah , kau jangan terlalu berlebihan . Aku tau kau sangat sedih tapi perlu kau ketahui jika Permaisuri itu sosok wanita yang sangat kuat ". Kata Wangyu.


" Kau lebih baik diam saja , kau tidak tau rasanya rasa sakit ini . Aku dan Permaisuri tumbuh bersama bahkan aku sudah menganggapnya adikku sendiri ...hiks..hiks...".Ucap Liqin.


Pangeran Ketiga senantiasa merawat Putri Anle bersama Tabib Du .


Sudah 7 hari perkembangannya masih belum stabil.


Tabib Du mengatakan jika dalam 3 hari Putri Anle tidak sadarkan diri maka dia angkat tangan untuk mengatasinya.


Pangeran Ketiga sempat marah dan emosi namun Jendral Fu menasehatinya untuk tetap bersabar.


" Jika kau tidak membuka matamu hari ini maka aku akan benar-benar akan menikah lagi dan membuat anak yang banyak . Aku akan melupakanmu Liu Ning .. bahkan aku tak akan mengingatmu lagi ". Emosi Pangeran Ketiga di depan tubuh Putri Anle.


" Kau , Ning'er ? ".


Dengan perlahan dia membuka kedua mata indahnya yang dihiasi oleh bulu-bulu mata yang lentik.


" Apa yang kau katakan tadi ? apakah kau akan benar-benar menikah dan punya anak ". Lirihnya.


" Benar , tapi melihatmu sudah membuka mata lagi mana mungkin bisa aku menikah lagi dengan wanita lain " . Kata Pangeran Ketiga sambil meraih tangan Putri Anle dan menciuminya berulang kali.


" Apakah kau mengira aku akan mati begitu saja ?".


" Tidak . Aku sangat mempercayaimu ".


" Aku lapar ?".


Pangeran Ketiga langsung terkejut sekaligus terkekeh mendengar ucapan Putri Anle yang terdengar lucu.


" Apa Nenek jahat itu tidak memberimu makan ".


" Dia begitu pelit . Dimana dia ? Apakah kau sudah membunuhnya ".


" Terlalu baik jika aku membunuhnya begitu saja ". Jawab Pangeran Ketiga .


" Benar . Dia harus mempertanggung jawabkan semua kejahatannya termasuk membersihkan nama baik Tabib San sesuai dengan permintaan terakhir Nenek Bai ". Ungkap Putri Anle.


*


*


*

__ADS_1


Putri Anle telah pulih kembali dan bersiap-siap menemui Ibu Suri , Su Nian dan Permaisuri di Penjara Istana.


" Ckckckck... sungguh sangat miris sekali nasib kalian yang harus mendekam di penjara seperti ini bahkan penjara juga ada tingkatan kenyamanannya ". Kata Putri Anle


" ini adalah Penjara Istana tentu sangat menyedihkan jika menetap didalamnya ". Sahut Pangeran Ketiga.


" Kau apakan Nenek jelek itu . Mengapa dia seperti itu ?" Tanya Putri Anle.


" Kau lupa jika dia yang telah meracuni Ibunda sekarang dia menerima akibatnya bahkan dia akan meminta kematiannya sendiri ".


" Itu belum seberapa . Dia harus dibawa ke Pengadilan untuk diadili dan membersihkan nama baik Tabib San ."


" Sudah diatur oleh Kaisar ".


Putri Anle ingin sekali mengunjungi Su Nian bahkan dia ingin kembali membalaskan rasa sakit yang pernah dirasakan olehnya saat itu.


" Kau mau kemana ?." Tanya Pangeran Ketiga .


" Aahh itu , Putri Mahkota ehhh salah maksutku Su Nian yang malang .. ".


Putri Anle mendekatinya bahkan mengolok-ngoloknya tanpa henti .


" Hahaha kau ini ngomong apa ? ".


Su Nian tidak bisa berbicara karena telah diberikan racun perusak pita suara bahkan Permaisuripun juga demikian.


Dia melakukan hal yang sama atas perlakuannya dulu ketika Ibu Suri berhasil menangkapnya.


*Plak*Plak*Plak*


" Itu tamparan sekaligus untukmu karena aku tidak suka membuang waktu untuk orang hina sepertimu dasar anak pemberontak Su Zhao yang sial ".


Selepas memukulnya , barulah pergi menghadap Kaisar untuk mengungkap kasus Tabib San yang pada saat itu telah difitnah oleh Ibu Suri sebagai pembunuh kakek kandungnya " Liu Deng Yun ".


Kedatangan Putri Anle bersama Pangeran Ketiga mencuri perhatian semua orang .


" Hormat hamba kepada Kaisar ". Ucap Putri Anle.


" Berdirilah nak ." Jawab Kaisar.


" Hamba kemari untuk mengungkap kasus lama yaitu tentang Tabib San yang dituduh telah membunuh kakek Liu Deng Yun . Tabib San hanya difitnah saja oleh Ibu Suri hingga mendapat perlakuan yang tidak adil bahkan dikebiri ". Lantang Putri Anle.


" Bukan hanya itu saja . Yang memberatkan hukumannya adalah Tabib San dituduh membuat racun untuk mencelakai Selir Agung padahal yang meracuni sesungguhnya Ibu Suri ". Jelas Panngeran Ketiga.


" Baiklah , dengan ini aku mengumumkan jika mendiang Tabib San akan mendapat kompensasi dari Kekaisaran sebagai tanda perminta maafan telah melakukan hukuman yang tidak adil ". Ucap Kasim Li.


" Tabib San akan dikenal Pahlawan medis dalam Kekaisaran ". Sambung Kaisar.


Seketika Putri Anle merintikan air matanya karena telah berhasil membuktikan jika Tabib San tidak bersalah dan namanya kembali bersih bahkan mendapatkan Anumerta.


" Yang Mulia Kaisar . Hamba merasa tidak pantas untuk menjadi Pangeran Mahkota untuk itu posisi ini lebih pantas disandang oleh Pangeran Ketiga ". Ucap Pangeran Mahkota.


" Apa maksutmu ?". Sahut Pangeran Ketiga.


" Aku hanyalah bagaikan pajangan di Istana ini sedangkan Kekaisaran Qingshan tidak membutuhkan orang yang lemah dan tidak kompeten sepertiku maka dari ini lebih baik kuberikan kembali posisi ini kepada Kaisar ".


" Apakah Pangeran Qing Mu memberikan Posisi ini pada Pangeran Lain ". Kata Kasim Li.


" Hanya Qing Yu yang pantas dari segi manapun karena dialah yang selama ini ditakuti oleh para menteri bahkan musuhpun tidak berani melawannya ". Ungkap Pangeran Mahkota.


" Aku tidak menginginkan posisi itu ?". Sahut Pangeran Ketiga.


" Qing Yu ? Tidak ada yang lebih baik dari dirimu , Qing Mu benar jika kau lebih berhak atas posisi Pangeran Mahkota ." Ucap Kaisar.


Semua orang memanngil-manggil nama Pangeran Ketiga bahkan mengagungkannya namun tetap saja tidak ada keputusan darinya.

__ADS_1


Karena bagaimanapun juga masih ada Pangeran Keempat yang bisa menempati posisi Pangeran Mahkota.


Putri Anle sangat bangga pada Pangeran Ketiga yang tidak langsung menerima posisi Pangeran Mahkota , bagaimanapun juga menjadi seorang Kaisar akan selalu sibuk .


__ADS_2