Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Pergi Berperang


__ADS_3

" Aku percaya padanya namun jika dia terus menerus pergi berperang kapan dia akan menyukai Seorang Gadis dan Menikah ".


" Kau tau mungkin saat ini bahkan Pangeran Ketiga pun tidak akan mempunyai pikiran tentang Menikah ". Kata Jendral Fu.


" Sudah Seharusnya dia memiliki Seorang Kandidat namun setelah ku lihat , Putraku ini tidak pernah mendominan terhadap Wanita ".


" Yang Mulia hamba izin pamit karena Cucu hamba sedang sakit ". Kata Jendral Fu.


" Baiklah , Semoga Cucumu segera pulih dengan cepat."


Kediaman Fu.


Tuan Fu dan Nyonya Fu menemani Nona Kedua karena sangat Khawatir akan keadaannya, Mereka sangat menyayangi Nona Kedua layaknya anak kandung terlebih lagi tidak ada anak Perempuan maka Nona Kedualah yang mendominasi kasih sayang .


Jendral Fu datang .


" Bagaimana keadaan Ning'er ?".


" Sudah membaik ayah , Ning'er pasti kuat ". Kata Tuan Fu.


" Kalian pergilah biar Aku saja yang menemaninya ". Pinta Jendral Fu.


Keduanya menganggukan Kepala lalu pergi.


Jendral Fu menatap penuh sendu pada Gadis Kesayangannya ini , Sudah lama tak berjumpa setelah berjumpa mendapatinya Terluka membuat hatinya Patah dan Putus Asa.

__ADS_1


Jendral Fu tidur dalam keadaan duduk tangan bersendekap.


Nona Kedua mulai sadar dan sangat terkejut ternyata dia tidak mimpi.


" KAKEK ????" . Nona Kedua segera mendapati Jendral Fu .


" Ning'er , Kau ini mau membunuh kakekmu yang sudah tua ini . Mengapa tidak membangunkan kakek dengan lembut.. kau baru saja Sadar malah Melompat seperti katak ". Umpat Jendral Fu.


" Kakek bilang aku seperti katak ? baiklah .. terserah.. Kakek untuk apa disini ". Sindirnya.


" Untuk Melihatmu karena kakek sangat merindukanmu ". Memeluk Nona Kedua.


" Kakek bohong kan , buktinya selama bertahun-tahun malah tidak datang begitu datang langsung mengataiku seperti Katak ". Cebik Nona Kedua.


" Yang terpenting Kakek bisa berjumpa denganmu , Ning'er katakan dengan Jujur sebelumnya mengapa tabib Chu bilang kau punya Tenaga dalam dan ini Kulitmu kau apakan ." Omelannya.


" Tidak , Kau sudah dalam 4 hari tertidur . Ayo jangan buat kakekmu ini Tidak bisa tidur , Kulitmu ini Hahh.. Sejak kau kecil kakek selalu memperhatikanmu ..Mengapa kau Gelapkan ".


" Ini tidak gelap ,. Hanya saja aku tidak ingin menampakkannya agar aku tau seperti apa mereka yang melihatku ". Kata Nona Kedua


" Baiklah , itu terserah katamu ".


Nona Kedua tersenyum karena Jendral Fu adalah Orang yang paling mengerti dengannya.


Berita Peperangan yang terjadi Antara Negara Ming dengan Qingshan membuat Negara lainnya geleng-geleng pasalnya keduanya adalah Imbang.

__ADS_1


Namun Negara lain heran mengapa Negara Ming bisa sukses menjebol Kota Weiyan .


Apakah Negara Qingshan sudah lemah ? itulah yang terjadi saat ini dimata Negara lain yang tidak berperang.


Negara Ming benar-benar tidak takut untuk menggoyahkan Negara Qingshan .


Saat ini mereka menuju Kota Nanxing untuk menguasainya.


Sebelum sampai ke Kota Nanxing , Pasukan musuh sudah dipaksa Mundur namun hal ini membuat pasukan musuh tertawa karena mereka tidak mau mengaku kekalahannya Karena Prajuritnya tidaklah banyak.


Panglima dan Jendral Perang Negara Ming menghina Pasukan Negara Qingshan yang lemah bahkan sekarang masih ingin melawan.


Pangeran Ketiga sudah merencanakan dengan Matang .


Saat ini dia tidak menampakkan dirinya di Depan Musuh namun Tindakannya sudah dimulai .


Penyampai Pesan Dari Negara Ming segera menghampiri Panglima dan Jendral Negara Ming Jika Pangeran Wen Xu yang masih berada di Kota Weiyan sudah disandera oleh Pemimpin Perang dari Qingshan.


" Bagaimana ini , Pangeran Wen Xu ditangkap kita harus pergi menyelamatkannya jika tidak apa kata Kaisar ". Ujar Panglima Negara Ming.


" Aku akan membunuhnya ". Pekik Jendral Negara Ming .


" Siapa yang melakukannya ". Tanya Panglima .


" Seorang Pemuda Tampan dan Gagah , Kota Weiyuan sudah diambil kembali . Pemuda itu menggantung semua Pengikut Pangeran Wen Xu hanya saja dia sangat Pintar ". Ucap Pengirim Informasi itu.

__ADS_1


" Kita tidak boleh Mundur ." Teriak Jendral Negara Ming.


__ADS_2