
Wangyu mendesak Pangeran Ketiga untuk segera melakukan tindakan karena sebuah Perang Besar akan terjadi terlebih lagi saat ini Putri An Ling Xi berada di dalam Penjara.
" Yang Mulia ? Bagaimana jika kita pancing saja dengan Putri An Ling Xi ". Ujar Wangyu.
" Aku sudah tau Perasaanmu dan Dia memang akan aku lepaskan pada saat waktunya tiba ".
Pangeran Ketiga benar-benar berada didalam situasi yang membuatnya bimbang karena keadaan Putri Anle yang semakin lama semakin manja terhadapnya efek kendungannya.
Bagaimana dia bisa pergi jika dalam kondisi seperti itu namun sudah menemukan solusi yang terbaik untuk Putri Anle.
" Ning'er ? Kau harus patuh kali ini saja untukkku ". Ucap Pangeran Ketiga .
" Ehmm ". Jawabnya sambil menggandeng lengan Pangeran dengan erat.
" Baiklah . Mungkin Lusa aku akan berangkat menyusul Jendral Fu maka jaga kondisimu dengan baik hingga aku kembali ". Ungkapnya sambil mengelus-elus rambut Putri Anle dan mencium pucuk rambutnya.
" Kau janji akan kembali dengan selamat , bukan ."
" Aku berjanji untukmu ". Mencolek Pucuk Hidung Putri Anle.
Keduanya saling berpelukan hingga Wangyu dan Liqin terlihat canggung.
Liqin masih belum bisa melupakan apa yang telah dilakukan oleh Wangyu kala itu , meski Liqin tidak tertarik dengannya namun lama kelamaan hatinya tergerak bahkan terkadang sedikit merindukannya apabila tak berjumpa .
Pangeran Ketiga pergi ke Istana untuk berpamitan kepada Selir Agung bahkan sekaligus melihat keadaan Kaisar.
Saat ini Kepemimpinan dialihkan dan Pangeran Mahkota yang menggantikan Kaisar untuk menghadapi Para Menterinya .
Belakangan ini terjadi banyak Masalah di dalam Istana karena Pangeran Mahkota tidak memimpin dengan Tegas bahkan terkesan jauh dibanding dengan Pangeran Ketiga.
Perang sudah didepan mata namun tidak ada Solusi yang lebih menantang untuk menghadapi perang itu, Para Menteri kurang setuju dengan Pendapat Pangeran Mahkota tentang Strategi perang yang dibuat olehnya.
" Bagaimana jika Negara Qingshan dikalahkan oleh Negara Yunzi dan Sekutunya bahkan Negara Wu tak kalah hebat ." Ucap Menteri Zu.
__ADS_1
" Negara Qingshan tidak pernah kalah ". Sahut Pangeran Ketiga yang tiba-tiba datang dan memasuki Aula Pertemuan.
Saat Mendengar Ucapan yang menggema barulah semua Menteri tertunduk dan tidak banyak bicara lagi.
" Selamat datang kepada Saudara Ketiga , Mengapa kau jarang datang kemari setelah aku yang memimpin ". Gumam Pangeran Mahkota sedikit menyindir.
" Karena keberadaanku tidak penting ." Jawabnya dengan tenang.
" Baiklah . Untuk semua Menteri dan Bangsawan yang hadir saat ini dipersilahkan untuk mengajukan Pertanyaan atau memberikan Ide ". Kata Pangeran Mahkota.
Tidak ada yang berani maju dan berbicara karena Pawang Perang sedang berada di Aula Pertemuan meskipun sebelumnya terjadi desas desus Jika Pangeran Ketiga tidak berkompeten dan merusak reputasinya sendiri.
Aura yang dibawanya hari ini membuktikan jika itu tidak akan pernah terjadi.
" Mereka tidak akan berbicara karena Saudara Ketiga membuatnya terbungkam ". Sahut Pangeran Pertama.
" Kalian Berbicaralah karena Kedatanganku kemari bukan untuk membungkam mulut kalian ". Ucapnya dengan Penekanan.
Kali ini Menteri Pertahanan memberikan Pertanyaan .
Sudah sangat Jelas jika Menteri Su ini tengah menyindir Pangeran Ketiga.
" Negara Yunzi dan Qingshan bahkan bertahun-tahun sudah tidak saling akur maka tidak ada alasan lain lagi Menteri Su ". Sahut Menteri Xu.
" Sudah cukup . Kalian ini sedang membicarakan hal yang kurang enak di dengar oleh Saudara Ketiga ". Lirih Pangeran Mahkota yang disengaja.
" Negara Yunzi ingin menyerang Qingshan sudah pasti karena Dendam namun selain itu Aku menahan Putri An Ling Xi , Tidak tau Siapa yang memancingnya untuk datang dan membuat masalah . Jika kalian merasa itu Karena aku penyebabnya maka sangat tepat ".
Para Menteri merinding mendengar Perkataan Pangeran Ketiga , Dia tidak pernah membual namun disetiap perkataannya mengandung makna.
" Saudara Ketiga tidak perlu menyalahkan diri lagi karena bagaimanapun Perang akan terjadi ". Sahut Pangeran Pertama.
" Benar . Maka mari kita menemukan Ide untuk memukul mundur Para Musuh ". Kata Pangeran Mahkota.
__ADS_1
" Memukul Mundur Para Musuh tidak membutuhkan Ide tapi Tindakan , Karena sudah tidak ada waktu lagi untuk menyusun Ide membuang waktu ". Ucap Pangeran Ketiga.
" Lalu apa yang akan dilakukan oleh Saudara Ketiga selanjutnya yang sudah menyebabkan Perang ini terjadi ". Kata Pangeran Mahkota.
Pertanyaan itu menggema Aula Pertemuan dan dikejutkan dengan kedatangan Kaisar.
" Hentikan Perkataanmu yang terkesan memojokkan . Seorang Pemimpin tidak melakukan hal seperti itu , ini adalah Masalah Perang Besar ". Ucap Kaisar dengan Ketus.
Para Menteri menyambut Kedatangan Kaisar bahkan tidak percaya jika akan sembuh dengan begitu cepat.
Pangeran Mahkota segera turun dari Singgahsana untuk menyambut Kaisar .
" Para Menteriku , Segeralh mengambil Tindakan secepatnya . Menteri Pertahanan harus menjadi Garda terdepan atas perang ini dan Menteri Keuangan dan Menteri Pengadaan Persenjataan bisa saling Berkontribusi dan yang lain bisa membantu seperlunya ". Kata Kaisar dengan Tegas.
Sekilas melirik kepada Pangeran Ketiga karena sejak tadi Pangeran Mahkota mencoba membuatnya Emosi .
" Pangeran Ketiga dan Pangeran Mahkota menurut Kalian bagaimana Menghadapi Perang Besar ini ?". Tanya Kaisar pada Keduanya.
" Maka Kami semua harus bersatu untuk membasmi bahkan harus dengan Paksa memukul mundur para Musuh ". Ucap Pangeran Mahkota dengan Membusungkan Dada.
" Pangeran Ketiga bagaimana pendapatmu ?".
" Menjawab Kaisar . Menghadapi Perang Besar membutuhkan Konsentrasi dan Strategi yang matang karena bersatu saja tidak cukup Sebanyak-banyaknya pasukan jika hanya pergi tidak berkonsentrasi maka Percuma saja " . Ucap Pangeran Ketiga.
" Para menteriku . Bagaimana Pendapat Kalian ?".
" Kami setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Ketiga , Karena tidak mungkin kita bersatu saja namun tidak memiliki Stategi yang matang saat berhadapan dengan Musuh". Sahut Menteri Xu sebagai Perwakilan dari Menteri Lain.
Selepas Pertemuan dengan Para Menteri , Barulah Kaisar meminta Para Pangeran untuk berkumpul .
Pangeran Keempat tidak hadir dalam kesempatan kali ini karena mungkin sudah pergi bersama Pasukan Elite dan Pasukan itu dipimpin langsung olehnya.
Jika Pangeran Keempat mempunyai Pasukan Elite maka Pangeran Ketiga memiliki Pasukan Khusus yang dinamakan Pasukan Hantu/Siluman , Tidak ada yang tau keberadaan mereka namun dipercaya ditakuti oleh Para Musuh .
__ADS_1
Pangeran Ketiga tidak mengatakan pada Kaisar jika akan pergi Lusa namun mengatakan jika sudah dipastikan untuk Maju dalam Perang Besar ini.