
Di Istana Qianwu.
Kaisar sudah menurunkan Titah Pertunangan Pangeran Mahkota dengan Nona Muda Su.
Acara akan dilaksanakan tepat saat bulan Purnama nanti agar Cinta Keduanya bisa sempurna seperti Bulan Purnama.
Kediaman Liu.
Nona Kedua sedang duduk termenung dikala gelap di sekitarnya melanda.
Nyonya Liu menghampirinya.
" Ning'er ? Mengapa masih belum tidur ". Ujar Nyonya Liu sambil mengelus Pucuk Kepala Nona Kedua.
" Ibu , Aku belum mengantuk ". Jawab Nona Kedua.
" Ada apa ? coba ceritakan pada Ibu ".
" Tidak ada yang terjadi bu , Ibu mengapa masih belum tidur . Bagaimana jika Ayah mencarinya ". Kata Nona Kedua.
" Ibu masih marah pada Ayahmu ". Ungkapnya.
" Ibu ternyata mempunyai Sifat kekanak-kanakan.. Ibu tau , Kak Yuan selalu menggetok kepalaku kadang menjewer karena Aku seperti anak-anak katanya ".
" Benarkah ? Yuan harus diberi hukuman ". Ucap Nyonya Liu sambil tersenyum.
" Ibu sangat Cantik apabila sedang tersenyum seperti itu ". Puji Nona Kedua.
__ADS_1
" Kau sedang Memuji Ibu ataukah ada maunya.. hmm ".
" Ibu .. Pada saat Aku di Desa Damei tepatnya di Air Terjun Yuxin . Aku bertemu dengan Seorang Nenek Tua.. dia memanggil namaku ShanYue ".
Nyonya Liu tercengang mendengar Lontaran perkataan Putri Keduanya itu .
" Nenek Tua itu memanggilmu ShanYue ".
" Ya Ibu ".
Nyonya Liu seakan tak asing mendengar Nama itu namun dia berusaha untuk mengingatnya kembali.
" Ibu , Kenapa ibu diam ".
" Ibu.. Ibu hanya ingin mengingat kembali Nama itu sepertinya pernah Ibu dengar ". Sahutnya.
" Ning'er , ShanYue adalah Namamu ". Ujarnya yang membuat Nona Kedua semakin bingung .
" Iya , Bukankah tadi Ning'er sudah mengatakannya jika Nenek Tua di Desa Damei itu memanggilku dengan nama ShanYue ". Kata Nona Kedua.
" Ketika kau lahir seorang Tabib Wanita memberimu Nama ShanYue , Tabib itu berkata kelak hidupmu akan banyak dipuja oleh Pria di Qingshan ."
" Taa..Tabib Wanita.. apakah itu Nenek San ? Ibu, Apakah Ibu mengenalnya ". Nona Kedua mulai tidak sabar mendengar cerita dari Ibunya.
" Tabib Wanita itu bernama Nyonya Bai dan Suaminya Wu San , mereka suami Istri yang terkenal pada masanya bahkan ahli dalam bidang Pengobatan segala macam penyakit ".
" Ibu Sepertinya tau banyak tentang Mereka ". Sengaja memancing Agar menjelaskan secara detail.
__ADS_1
" Mereka harus Terpisah karena Tabib San telah meracuni Permaisuri terdahulu ". Ucapan Nyonya Liu mengejutkan Nona Kedua.
" Jadi,. Tabib San ?". Nona Kedua meremas Hanfunya .
" Ibu tidak terlalu terlalu ingat , Intinya Tabib San ini dihukum penggal karena telah meracuni Permaisuri ".
" Permaisuri ? Apakah itu sekarang menjadi Ibu suri ". Nona Kedua menebaknya.
" Iya benar ".
" Tapi dia masih hidup sampai sekarang bu bukankah ini aneh ".
Nyonya Liu tidak terlalu ikut campur dalam hal yang berkaitan dengan Istana apalagi dengan Ibu Suri.
Apalagi pada saat masih Mudanya , Kaisar sangat menginginkannya.
Namun karena telah jatuh Cinta dengan Tuan Liu Han maka Kaisar ditolak oleh Nyonya Liu.
Kemungkinan besar Fu Shuang adalah Cinta Pertama Sang Kaisar Qianwu sejak Kecil mereka selalu bersama .
Jauh sebelum mengenal Selir Agung , Kaisar dan Fu Shuang sudah saling mengenal bahkan sangat dekat.
Pada saat itu Permaisuri terdahulu mengancam Fu Shuang untuk segera menjauhi Pangeran Mahkota ( Kaisar sekarang) Jika tidak maka Seluruh Keluarga Fu akan dimusnakan dengan Kejam.
Sungguh masa lalu yang menyakitkan, Pada saat itulah Hubungan Pangeran Mahkota dan Fu Shuang merenggang bahkan ketika Pangeran menyatakan Cintanya , Tanpa Ragu Lagi Fu Shuang menolak secara terang-terangan.
Fakta kebenarannya , Pangeran Mahkota terdahulu tidak bisa melupakan Fu Shuang entah mengapa dia bisa bertemu dengan Seorang Wanita yang Kepribadiaannya Persis dengan Fu Shuang .
__ADS_1
Wanita itu adalah Selir Agung Xia Sun Ibunda Pangeran Ketiga.