
Pangeran Ketiga sudah lelah karena selama dua hari tidak beristirahat dengan cukup ditambah dengan kesalahpahaman yang sedang terjadi saat ini menambah beban pikirannya.
Putri Anle sudah tidak bisa didekati karena sudah seperti seekor singa betina .
Wangyu pun begitu merasakan efeknya karena Liqin tidak ingin disentuh olehnya.
" Yang Mulia . Ternyata memiliki seorang istri tidak semudah berperang ". Keluh wangyu .
" Aku lelah ".
Pangeran Ketiga tidak tidur meskipun sudah teramat kantuk , tak habis pikir bagaimana bisa penjaga penjara malah memenjarakannya .
Dia memilih untuk pergi ke kamar Putri Anle untuk meminta maaf serta membujuknya untuk tidak salahpaham dengannya.
Namun ternyata dikamarnya tidak ada seorangpun , hal ini mengejutkan Pangeran Ketiga.
" ini yang paling tidak kusukai darinya . Membuat jantung tidak aman ". Keluh Pangeran Ketiga .
Jiusan dan Jiulin dipanggil olehnya untuk mencari keberadaan Putri Anle saat ini .
*
*
*
Sebelum Jiusan dan Jiulin pergi mencari ternyata Putri Anle muncul dibelakang mereka.
Ketiganya menatap heran karena mengira pergi dari Kediaman.
" Apa yang kalian lihat !! Minggir jangan menghalangi jalanku ". Ketus Putri Anle.
" Ning'er ? Bisakah kita bicara ". Ujar Pangeran Ketiga.
" Tidak bisa . Jangan mengangguku lagi ."
" Kau jangan seperti ini ".
" Apa ! Kau memintaku yang seperti apa hah , aku sudah menderita dan kau tidak memperdulikanku ".
Pangeran Ketiga menghela nafas .
" Kau salah paham ! biarkan aku menjelaskannya padamu ". Mencekal tangan Putri Anle.
" Lepaskan !."
Pangeran Ketiga malah menarik tangannya untuk masuk ke dalam kamar .
" Kau jangan keterlaluan . Kau berada di penjara itu bukan kesalahanku tapi kau sendiri . Bukankah mereka sudah mengatakan jika tidak diperbolehkan seorangpun masuk ".
" Tapi aku berhak atas itu karena aku disini Permaisuri ".
" Kau tau , disini banyak penyusup bahkan bibi tangmu itu termasuk !".
*Deg*
*Deg*
" Apa !! tidak , tidak mungkin ".
" Terserah ". Ketus.
" Kau ini menyebalkan . Seharusnya aku yang marah padamu ". Ucap Putri Anle.
" Aku sedang lelah , bisakah kau mengertikanku sedikit saja . Aku berusaha mencari bukti untuk Tuan Liu dan kau hanya bisa menyalahkan dan menyalahkan saja !!!!!."
__ADS_1
Mendengar perkataan darinya kini Putri Anle mulai tertegun dan tak bisa berkata-kata lagi.
" Satu lagi , Aku tidak pulang selama dua hari itu karena penyelidikan bahkan untuk tidur saja tidak sempat sedangkan kau --- masih bisa menyalahkanku , masih marah kepadaku.. aku ini berusaha untuk membuat keluargamu selamat dari hukuman kaisar. Tentang Ayahmu , Aku menyembunyikannya karena Ibu Suri pasti akan membunuhnya ".
Setelah selesai menjelaskan semua yang berada didalam benaknya barulah pergi meninggalkan Putri Anle.
Sedangkan Putri Anle sendiri masih diam mematung dan mulai dihantui rasa penyesalan yang mendalam.
" Apakah aku selama ini sudah membuatnya kecewa ? Bagaimana ini , dia melakukan hal untukku bahkan aku tak menghargainya ". Lirihnya penuh dengan penyesalan.
Pangeran Ketiga pergi dengan kekecewaannya sedangkan Putri Anle semula sangat marah kemudian menjadi merasa menyesal.
*
*
*
Kasus Perdana Menteri Liu sudah masuk dalam tahapan penyelidikan ulang bahkan sesuai dengan rapat yang telah dibicarakan oleh para tetua kekaisaran jika Pangeran Ketiga tidak diperkenankan untuk ikut campur.
Usut punya usut bukan hanya Perdana Menteri Liu yang terlibat dengan Kasus kematian Mu Fanxi namun banyak yang terlibat tetapi masih bebas berkeliaran .
Menteri Lu ditunjuk bersama Jendral besar Fu dalam menganalisa kasus Mu Fanxi karena dua orang tersebut merupakan kepercayaan Kaisar .
" Jendral Fu , Apakah kau yakin dengan penemuan bukti ini ?". Kata Menteri Lu setelah melihat daftar buku akun yang berhubungan dengan penyelewengan dana bencana disetiap Desa .
" Mu Fanxi memanglah tipikal Jujur namun dia juga tidak bisa menyimpan rahasia dengan baik ". Ucap Jendral Fu.
" Jika begitu pastilah akan banyak menyeret banyak orang dalam kasus ini . Kasus yang sangat langka bahkan tingkat kesulitannya tidak pernah kutemui ". Keluh Menteri Lu.
" Dengan Akun ini kita bisa melihat siapa dalang dari semuanya ".
" Lalu dimana Perdana Menteri Liu saat ini ?". Tanya menteri Lu.
" Pasti Pangeran Ketiga menyembunyikannya dan pasti ada suatu alasan dibaliknya ". Jawab Jendral Fu.
*
*
*
Ibu Suri sangat senang mendengar informasi jika Pangeran Ketiga tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam penyelidikan ulang kasus Mu Fanxi.
Semua sudah dirancang sangat matang dan memastikan jika Putri Anle akan segera berada ditangannya .
" Hahahahaha Darah segarnya akan menjadi sumber energi kekuatanku nanti dan Hatinya akan mengobati racun yang sudah lama menggerogotiku ini ". Ujar Ibu Suri .
Ternyata selama ini Ibu Suri mengincar Tabib san karena suatu alasan yang sangat penting namun karena gagal mendapatkannya untuk itu merencanakan rencana lain yang menyeret beberapa menteri penting kekaisaran contohnya Mu Fanxi namun sudah mati dalam sekejap .
Pangeran Ketiga masih mengurung dirinya bahkan tidak keluar dari Paviliun , namun bukan berarti dia enak-enakan didalam dan ternyata Perdana Menteri Liu Han berada didalamnya.
" Mu Fanxi dan Aku adalah satu kesatuan dimana pada saat itu aku harus menelan rasa pahit karena Kaisar lebih mempercayai kinerjanya yang kenyataannya jauh dibawahku ". Jelas Liu Han.
" Mu Fanxi sangat polos dan Jujur untuk itu Kaisar sangat mempercayainya , bukankah begitu ". Sahut Pangeran Ketiga .
" Ya , aku tidak bisa menyangkal itu . Namun dia pada akhirnya mendapati suatu rahasia penting untuk itu Ibu Suri mencariku dan menawarkan untuk menghabisinya ". Gumam Liu Han.
" Aku sudah menyelidikinya , Pangeran Mahkota akan terseret dalam kasus ini karena Rahasia yang kau katakan itu adalah penggelapan dana besar-besaran pada tahun itu ".
" Kau sudah menemukan titik terangnya ."
" Masih ada satu lagi yang belum yakini kuharap kau menjawab dengan jujur ".
Perdana Menteri Liu hanya menghela nafas karena dia tau pertanyaan yang akan dilayangkan oleh Pangeran Ketiga meski hanya tebakan semata.
__ADS_1
" Katakanlah ".
" Pemberontakan !!". Ketus Pangeran Ketiga.
Mendengar ucapan yang penuh penekanan itu Perdana Menteri langsung terdiam tanpa berkata lagi .
" Ibu Suri berencana menggulingkan Kaisar dengan paksa setelah semua rencananya berhasil namun dia telah gagal membunuh Ibuku , bukankah begitu . Oh iya , Kematian Tabib San juga ada hubungannya dengan rencana kalian ".
" Ibu Suri sangat bermulut manis , kala itu dia meyakinkanku agar membantunya menyelesaikan misi dengan embel-embel akan menjodohkan Putriku dengan Pangeran Mahkota dan menjadikannya Permaisuri selanjutnya ".
" Dan kau tergiur ... cukup materialistik dan tindakanmu sangat bodoh karena sudah sangat jelas jika Qing Mu dan salah satu putrimu sudah menjalin hubungan sejak kecil". Ungkap Pangeran Ketiga.
Dia menceritakan semua tentang kisah Pangeran Mahkota kecil dengan Putri Kedua Liu ( Putri Anle ) . Semakin dewasa bukan malah rendah hati tapi bertingkah sombong bahkan suka menilai orang dan menghinanya untuk itu Putri Anle tidak membalas Cintanya.
Perdana Menteri termangu mendengar cerita dari Pangeran Ketiga bahkan jauh didalam lubuk hatinya mengatakan jika pilihan Putri keduanya sangat tepat .
" Soal Penggelapan dana bencana , Menteri Su juga akan terseret dan itu sudah ada dicatatanku . Sengaja tidak mengatakan pada Kaisar karena belum ada Persiapan ". Kata Pangeran Ketiga.
Para menteri banyak yang terlibat bukan hanya 1,2 dan 3 akan tetapi hampir 3/4 yang ikut andil .
Jika Pangeran Ketiga mengungkap maka akan terjadi pemberontakan besar-besaran untuk itu memilih untuk diam sementara karena akan memberi hadiah untuk mereka yang menghianati Negara.
" Ternyata selama ini Pangeran Ketiga menyimpan begitu banyak keburukan namun hal ini patut diacungkan jempol ". Puji Liu Han.
" Aku sama sekali tidak membutuhkan jempolmu karena tidak menguntungkan untukku ".
Kata-kata dinginnya mulai menyeruak dan menyayat bagai silet beruntung Perdana Menteri Liu masih memakluminya.
*
*
*
Putri Anle menceritakan semua permasalahannya pada Liu Ban karena selama ini dialah Sahabat sekaligus Saudara sepupunya yang dekat dan setia menjadi pendengarnya.
" Kau selalu bertingkah kekanakan . Cobalah untuk mengalah dan pergi temuilah Yang Mulia Pangeran Ketiga ". Nasehatnya.
" Lalu aku harus berbuat apa ?".
" Kau tanya padaku yang belum menikah ini , yang benar saja ". Sindirnya .
" Ya setidaknya kau memberikan solusi untukku ".
" ini yang membuatmu tidak bisa mengendalikan ego . Kau datang padanya dan ajak dia untuk----- ".
" Untuk apa ?."
" Astaga . Haruskah aku mengatakannya padamu , mengapa kau semakin hari semakin bodoh saja ". Ledeknya.
" Ishh kau ini jangan keterlaluan ".
Liqin tiba-tiba datang dengan suasana berbeda namun tampak jelas jika sedang kasmaran.
" Nah , Lihatlah Liqin ? Sekarang dia pasti sedang merasakan sesuatu yang sangat bermakna ". Ujar Liu Ban.
" Ahh Tuan Muda Liu bisa saja ". mencubit pipi Liu Ban.
" Kau jangan genit pada pria lain ". Sentak Putri Anle.
" Sudah-sudah , Ning'er besok aku akan mengajakmu berkeliling pasar dan menikmati makanan dengan bebas , bagaimana ?". Usul Liu Ban.
" Ide yang sangat bagus ".
" Tapi sebelumnya kau rayu dulu suamimu dan jangan kau biarkan dia berlarut dalam kekecewaan ".
__ADS_1
" Yaa ".