
Nona Pertama tidak bisa menahan tawanya .
" Hahaha , Ning'er kau sangat Pintar ." Kata Nona Pertama yang merasa Menang.
" Kalian Anak-anak Bebek yang beraninya hanya Keroyokan saja ..hah Pengecut ".
Nona Kedua ingin menamparnya namun Nona Pertama mencegahnya untuk menahan diri karena Adiknya itu baru saja pulang dari menjalani masa hukuman.
" Kakak tidak akan membiarkanmu menderita lagi ". Kata Nona Pertama .
" Kakak Pertama tidak perlu khawatir , Anak Ayam yang berkotek tidak mengenal waktu ini sangat mudah untuk dihadapi ".
Nona Kedua segera mengambil Tindakan untuk memberi Pelajaran pada Nona Ketiga agar bersikap sopan pada Nona Pertama.
Saat ini Tuan Liu tidak ada di Kediaman jadi aman untuk Nona Kedua .
" Anak Ayam ? Karena kau telah berani menindas Kakak Pertama maka aku akan memberimu Pelaran ".
Nona Kedua mendapati Nona Ketiga , Keduanya saling menyerang karena Nona ketiga bukan Wanita yang mau mengalah bakan tidak suka di tindas.
Nona Kedua menyeruduk Badan Nona Ketiga dan segera mencubiti bagian Pahanya sehingga pada saat terlukapun , Nona Ketiga tidak akan berani menampakkannya pada Tuan Liu.
" Aw.. apa-apa'an kau ini ..aw.. kau ..". Oceh Nona Ketiga yang badannya mulai Kesakitan.
Nona Pertama tidak tega melihat Nona Kedua yang ditampar berkali-kali oleh Nona Ketiga hingga memar diwajahnya terlihat Sempurna.
Itulah yang di inginkan oleh Nona Kedua.
__ADS_1
Nona Pertama ingin menghentikan namun Tidak terduga Dia mendapat tendangan dari Nona Ketiga.
" Kau .. aku tidak akan melepasmu lagi ". Kata Nona Kedua.
Kali ini Nona Kedua menarik Rambut Nona Ketiga dengan tarikan yang sangat kuat sehingga Pemiliknya tidak tahan menahan rasa sakitnya.
" Rasakan ini ". Nona Kedua tak berhenti untuk membuat Nona Ketiga menderita.
" Ning'er cukup ? ayo kita pergi darisini ". Ajal Nona Pertama.
Selepas Kepergian Nona Pertama dan Nona Kedua , Tuan Liu datang dan mendapati Nona Ketiga dengan Penampilan yang acak-acakan , rambutnya seperti landak .
" Ayah ? Hiks...hiks...!?". Nona Ketiga mulai bersandiwara.
" Ada denganmu dan mengapa kau terlihat seperti ini ..katakanlah ". Ujar Tuan Liu.
" itu Kakak Kedua yang melakukannya."
Segerlah memastikan untuk mengetahui kebenarannya.
Nona Kedua meminta Nona Pertama untuk melakukan Akting .
" Ning'er , Sadarlah jangan begini..hiks...hiks..." . Tangisan Nona Pertama yang menarik Perhatian Nyonya Liu.
Nyonya Liu segera menghampiri dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
" Ning'er ??? ini , Ming'er ada apa dengan adikmu ." Ucap Nyonya Liu yang disertai kekawatiran melihat kondisi Nona Kedua.
__ADS_1
Tak selang beberapa kemudian , Tuan Liu datang .
" Ning'er ? Keluarlah ." Teriak Tuan Liu.
Selir Fang datang menghampiri Tuan Liu.
" Tuan ? ada apa ??. " Tanya Selir Fang .
" Jing'er terluka karena Ulah Ning'er . "
" Apa ?". Selir Fang pura-pura terkejut.
Tuan Liu masih tidak berhenti memanggil Nona Kedua dengan berteriak hingga Nyonya Liu sangat geram pada Tuan Liu.
" Bisa-bisanya anda berteriak di rumah sendiri dengan kasar ? katakan mengapa anda berteriak memanggil nama Ning'er seperti itu " . Kata Nyonya Liu yang tidak terima.
" Nyoya , Nona Kedua menyerang Jing'er ." Ujar Selir Fang.
Nyonya Liu menatap Penuh amarah terhadap Tuan Liu dan Selir Fang.
" Ohh.. jadi kalian ingin mengadili Putriku begitukah ". Celoteh Nyonya Liu sambil berkacak pinggang.
" Nyonya harap tenanglah dulu , Aku hanya ingin mendisiplinkan Ning'er karena... ?".
" Mendisiplinkan ? Hah.. Ning'er itu Anak Sah dari Kediaman ini . Tuan , Jika Ning'er dan Nona Ketiga sedang terluka . Siapakah diantara mereka yang kau tolong lebih dulu." Ucap Nyonya Liu.
" Nyonya.. ini . sudah jelas Nona Kedua membuat Jing'er terluka.. Tuan Liu pasti mencarinya untuk di....".
__ADS_1
" Diam ? Tutup mulutmu itu Selir Fang . Andai saja Tuan Liu tidak melakukan kesalahan pasti kau tidak akan menjadi Selir di Kediaman ini ". Kecam Nyonya Liu.
" Nyonya !! Apa yang kau katakan ". Bentak Tuan Liu.