Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Marah


__ADS_3

Pria itu masih menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak merasakan gatal namun heran dengan sikap Putri Anle ini , Karena biasanya jika seorang Istri mengetahui tentang Suaminya yang berhianat maka sudah dipastikan akan marah bahkan emosi .


Namun mengapa Tidak pada Putri Anle yang terlihat biasa saja .


" Pernikahan mereka ini seperti apa ? Mengapa tidak ada Reaksi apa-apa ? Apa Pangeran Qing Yu terlalu memujanya , hah Pesonanya memang Luar biasa meski agak galak namun kesannya sangat menantangku ". Gumamnya lalu beranjak pergi dari Kediaman Pangeran Ketiga.


Pangeran Ketiga dan Wangyu kembali ke Kediaman, Mendapat Laporan jika Pangeran Ming berkujung ke Kediamannya .


" Wangyu panggil dia , suruh ke Paviliunku saat ini juga ". Titahnya pada Wangyu untuk memanggil Putri Anle.


Belum selesai membaca buku tiba-tiba ada seorang yang datang mengganggunya lagi .


" Ahh Menyebalkan sekali . Hari ini Konsentrasiku buyar ". Keluhnya


" Pu..Putri itu ada Wangyu ".


Dengan langkah yang agak sedikit malas dan tak sabar ingin mengomeli Wangyu.


" Putri , Pang----". Terpotong.


" Apa hah ? Katakan padanya aku tidak ingin bertemu . Aku sibuk ". Jawabnya dengan nada Kesal.


" Tapi Putri Pangeran menyuruh anda datang ke Paviliunnya ". Ungkap Wangyu yang mulai agak takut kenak semprot lagi.


" Apa kau bilang ? Aku harus datang . Hmm Katakan padanya Jika ada Perlu datang sendiri padaku tidak perlu menyuruhku untuk datang . Mengerti !".

__ADS_1


" Bagaimana cara mengatakannya Putri , Aku takut Pangeran Ketiga membunuhku ". Lirihnya.


" Hmbbb Hhaahaha ". Liqin tidak bisa menahan Tawanya .


Dan dengan seketika Mata Tajam Wangyu melotot ke arahnya.


" Kau takut dibunuh olehnya , Pergilah katakan padanya aku tidak ingin menemuinya jika dia punya kaki suruh pergi kemari ."


Wangyu membelalakan matanya , sungguh Wanita yang tidak ada takut-takutnya .


Wangyu menyampaikan Pesan pada Pangeran Ketiga jika Putri Anle menolak pergi.


*Brakk*


Wangyu yang tengah berdiri diantaranya bergidik ngeri , Apakah yang akan dilakukan Olehnya saat ini pada Permaisurinya itu.


Matanya memerah seakan memberitahu jika dirinya murka bahkan Hawa dingin yang berasal darinya begitu mencekam.


Pangeran Ketiga sudah tidak bisa menahan diri lagi dalam sekejab saja dia telah berada dikamar Putri Anle dengan Sorotan mata tajamnya yang membunuh.


Putri Anle masih berkutat dengan bukunya seakan sengaja .


" Atas dasar apa kau menolak untuk pergi ". Kata-katanya penuh Penekanan .


Liqin yang tidak menyadari kedatangan Pangeran Ketiga yang secara tiba-tiba membuatnya segera Keluar dari Kamar Putri Anle.

__ADS_1


" Kau menggangguku Pangeran . Lihatlah Aku sedang berkonsentrasi mendalami Ilmuku ". Jawab Putri Anle dengan santai.


Sementara Pangeran Ketiga masih memperlihatkan Kemarahannya.


Dia mengambil buku yang dipegang oleh Putri Anle lalu melemparkan ke sembarang arah.


" Ini ." Sorotan mata Keduanya bertemu .


Rahang Pangeran Ketiga begitu mengeras tatapannya sangat tajam setajam mata elang yang siap menerkam mangsa.


Tangannya meraih Dagu mulus milik Putri Anle dengan Kasar sehingga Putri Anle berdongak menatapnya.


" Jangan main-main denganku . Aku tidak akan memberi kesempatan lain untukmu jika berani menentangku ". Membuang Dagu Putri Anle dengan Sangat Kasar.


" Lalu apa yang kau inginkan Pangeran ". Lirihnya.


" Apa yang kalian bicarakan tadi ?". Tatapan Pangeran Ketiga seakan meminta Penjelasan .


" Oh Kau Cemburu ya . Aku hanya mengusirnya ?".


Pangeran Ketiga sungguh heran mengapa Wanita yang menjadi Permaisurinya ini sungguh begitu santainya ketika berbicara dengannya bahkan tidak merasakan takut.


" Cih Apa katamu Cemburu ? mengapa kau tak tunduk padaku ".


" Tunduk ? Pangeran Ketiga ini menikahiku untuk apa ? Apa ingin menjadikanku seorang budak . Oh Jika Kau tak merasa Cemburu lalu untuk apa Marah seperti Orang Kesetanan ". Ungkapnya yang begitu terang-terangan.

__ADS_1


__ADS_2