
Nona Kedua memasuki Istana Selir Agung yang dipandu langsung oleh Pangeran Ketiga.
" Salam Ibunda . Bagaimana keadaan Ibunda saat ini . " Ucap Pangeran Ketiga .
Nona Kedua hanya memperhatikan saja.
" Yu'er , Ibu sudah tidak apa-apa ." Jawabnya dengan Lembut.
Selir Agung menatap Seorang Wanita yang telah dibawa Oleh Putranya ini.
" Ibunda , Wanita ini adalah Temanku. Dia mempunyai Kelebihan seperti mendeteksi macam-macam penyakit dan Penanganannya ".
Nona Kedua terlihat sangat Gugup bahkan Kedua telapak Tangannya mulai berkeringat .
" Ning'er , Silahkan ".
Betapa terketuknya pintu hati Nona Kedua saat Pria yang berada dihadapannya memanggil namanya begitu dekat.
" Ba.. Baik Yang Mulia Pangeran . Salam Selir Agung , Hamba Teman Yang Mulia Pangeran Ketiga ingin meminta Izin untuk melihat pergelangan Tangan Yang Mulia selir Agung ." Katanya dengan Penuh Kesopanan .
" Sejak Kapan kalian berteman ". Pertanyaan Selir Agung membuat Nona Kedua bingung mau jawab apa.
" Ibunda ? Diamlah sebentar agar Ning'er bisa melihat Penyakit yang selama ini di derita Ibunda. "
__ADS_1
Nona Kedua memegang Pergelangan Tangan Selir Agung dengan seksama.
Tidak ada Keluhan namun sedikit aneh .
" Yang Mulia Selir Agung Maaf jika Hamba Lancang , Bolehkah hamba bertanya ". Ucap Nona Kedua.
" Boleh ".
" Apakah Yang Mulia Selir Agung merasakan Sesak Nafas secara tiba-tiba dan tidak bisa berjalan ". Gumam Nona Kedua .
" Benar ? Apakah Kau tau ? Penyakit apa yang telah kuderita selama ini nak ". Kata Selir Agung.
" Untuk saat ini Yang Mulia harus melakukan Pengetesan pada setiap makanan dan Obat-obatan karena kemungkinan besar berasal dari itulah ". Ungkap Nona Kedua.
" Apakah Ibundaku tidak mengalami Keracunan ?". Tanya Pangeran Ketiga.
" Terima Kasih nak ". Ucap Selir Agung.
Selepas dari Kamar Selir Agung , Nona Kedua ingin berbicara pada Pangeran Ketiga di Ruangan yang Tidak ada Dinding Tembok berbicara karena ini menyangkut Keselamatan Selir Agung.
Pangeran Ketiga membawanya ke Ruang Rahasia .
" Katakan Apa yang telah terjadi pada Ibundaku ".
__ADS_1
" Di Kediaman Selir Agung banyak mata-mata , Aku mencurigai Pelayan yang menyiapkan Makanan beserta minuman Selir Agung dan Tabib yang menanganinya selama ini. " Ungkap Nona Kedua.
Pangeran Ketiga mengepalkan Tangannya.
" Tidak kuduga dia sangat berani . Tunggu saja pembalasan dariku ". Ucap Pangeran Ketiga disertai rasa amarah yang berapi-api.
" Apa itu Ibu Suri ". Tebaknya.
" Benar ".
" Kalau begitu Kita satu Tujuan , Aku akan menuntut balas atas Kematian Tuan San atau Tabib San . Aku yakin jika Tuan Wuyu hanya diperintah olehnya saja ".
Semakin hari Nona Kedua semakin Cerdas bahkan Diam-diam Pangeran Ketiga sangat mengagumi Wanita ini.
" Oh Iya Pangeran , Tolong jaga Asupan Gizi dan Obat-obatan Selir Agung . Jangan biarkan mereka tau jika Kita mengetahuinya ".
" Tentu ".
Kini Kediaman Selir Agung sudah diambil alih Secara diam-diam oleh Pangeran Ketiga untuk melihat siapa mata-mata Ibu Suri yang telah berani dan Lancang.
Pangeran Ketiga memberitahu Selir Agung agar sebelum makan gunakan Besi Perak untuk mendeteksi Bahaya .
" Ibunda , Ingatlah hari ini berhati-hatilah dalam mengkomsumsi makanan . Di Kediaman ini Banyak mata-mata yang disebar olehnya. " Ungkap Pangeran Ketiga.
__ADS_1
" Baik Yu'er . Ibu Paham Maksutmu ".
Kini Kediaman Selir Agung sudah diperketat secara tersembunyi bahkan Selir Agung mengatur sebuah Rencana tersendiri guna menjebak Seorang mata-mata itu.