
Perkataan Liqin membuat Putri Anle sedikit termangu.
" Permaisuri ada apa denganmu ?".
" Apakah aku telah membuatnya kecewa ?".
" Hah ? Ma--maksut Permaisuri ?". Bingung Liqin.
" Kau tau Arti dari Panggilan Permaisuri ."
" Hemm ".
" Menurutmu aku ini harus bagaimana . Aku adalah Permaisurinya , Istri sahnya seharusnya aku memperlakukannya dengan baik ". Sesalnya yang entah sejak kapan.
" Memangnya Permaisuri melakukan apa ? Hah, apa jangan-jangan kau dan Pangeran ke empat ?". Pikiran Liqin mulai Negatif.
* Pletak*
" Aww..." Pekik Liqin.
" Kau pikir aku ini Wanita murahan . Aku hanya bingung dengan diri sendiri Apakah dia mencintaiku dan menerimaku selayaknya ". Celetukannya membuat Liqin tidak menyangka jika Junjungannya seperti ini .
Sejak tadi Liqin hanya terdiam saja mendengar curahan hati yang sebenarnya.
" Liqin ? Apakah kau masih hidup ?".
" Masih Permaisuri . Aku tidak pernah berpikir kau akan seperti ini sungguh membuatku bahagia pada akhirnya Junjungannku yang paling kusayang telah berubah ". Celotehnya.
" Berubah apa ? ".
" Ya , Sejak Kecil aku selalu bersama denganmu selalu menemanimu dimanapun berada ..bahkan kita tumbuh bersama-sama dan tidak pernah mendengar ucapan yang mengharukan ini , Permaisuri kau luar biasa ". Pujinya.
__ADS_1
" Cih , sejak kapan kau pandai memujiku seperti itu biasanya protes , melarang ini itu.. hah.. Memang aku telah menganggapmu sebagai kakakku sendiri ".
" Sekarang Bersihkan dirimu dan Persiapkan untuk menemuinya . Buat dia terkagum-kagum padamu ".
" Ya . Oh Liqin , Bagaimana Perkembangan Toko Funning saat ini ?".
" Aman terkendali namun aku lupa untuk mengatakan Informasi padamu ".
" Apa itu ?".
" Belakangan ini ada seseorang yang menyelidiki Pemilik Toko Funning alisa Identitasmu dan yang kedua , Ada yang memesan Racun ditoko kita bahkan jika tidak memberikannya maka mengancam akan meratakan Dan menghancurkan Toko Funning ".
" Masalah sebesar ini kau baru mengatakannya padaku , Liqin harusnya kau itu dihukum ." Omelnya.
Liqin berlutut dihadapan Putri Anle bahkan memohon ampunan dan mengaku bersalah karena tidak melaporkannya dengan cepat.
" Jika kau lalai lagi , Aku tidak akan memaafkanmu lagi . Kau tau Toko Funning adalah sangat berarti untukku ".
" Baiklah , Aku mempercayaimu ".
Putri Anle bersiap-siap untuk pergi ke Paviliun Pangeran Ketiga.
*Tok..Tok..Tok..*
* Tok..Tok..Tok* ( Masih tidak ada Jawaban)
" Togggg...Toggg...Togggg...togggg...toggg..( Ketukannya sangat keras)
Namun masih saja tidak ada jawaban dari dalam namun masih senantiasa menunggu jawaban dari dalam.
" Apa dia sedang mandi hingga tak mendengar suara ketukan pintu yang jelas sangat mengganggu Pendengaran ". Gemingnya dalam hati.
__ADS_1
Tiba-tiba suara seorang Pria mengagetkannnya.
" Sudah lama menungguku ". Ucapnya dengan Percaya diri.
" Bukan lama saja tapi aku hampir ingin merusak pintunya ". Kesal Putri Anle.
" Lain kali masuklah tanpa mengetuk ". Membuka Pintu Kamar.
Putri Anle masih berada didepan Pintu Kamar Pangeran Ketiga.
" Apakah kau suka menjadi Patung di depan kamarku ". Celetuknya .
" Kau tidak mempersilahkanku untuk masuk ".
" Masuklah , ada yang harus dibicarakan padamu ".
Mereka duduk dalam kondisi Berhadapan hingga terlihat canggung.
" Kau ingin mengatakan apa ? Oh iya sejak malam kemarin setelah pergi dari sini mengapa bibirku terasa kebas . Apakah kau memberiku obat ". Ungkapnya tanpa rasa malu.
" Jadi benar dia tidak tau . Dia sedang dalam Pengaruh Obat , Lalu siapa yang melakukannya ". Ucapnya dalam hati yang masih menyisakan tanda tanya.
" Mengapa kau diam ?".
" Aku tidak menyangka Wanita Bar-bar sepertimu ternyata bisa Se Agresif Sifatmu ".
* Deg *
* Deg *
* Deg *
__ADS_1