
Sikap Nona Pertama mulai terlihat tidak tenang seperti orang ketakutan yang begitu jelas.
Wajahnya tiba-tiba memucat.
Pelayan yang dibawa oleh Penjaga Kediaman segera dilempar ke hadapan Tuan Liu.
" Katakan Apakah kau yang melakukannya , jika kau tidak mengakuinya maka semua keluargamu akan mati ". Ancam Tuan Liu.
Pelayan itu masih takut untuk berbicara , Dia tak menyangka jika akan ketahuan dan ditangkap bahkan menjadikan akhir dari Perjalanan Hidupnya.
Tuan Liu meraih rahang Pelayan itu dengan Kasar dan memelotinya dengan Tatapan Sangat Tajam.
Namun tetap saja tidak mau berbicara , Nyonya Liu segera mendekati Pelayan itu .
" Jika kau mengatakan yang sesungguhnya maka Keselamatanmu terjamin bahkan keluargamu akan kupastikan itu ". Ujar Nyonya Liu.
Dalam sejenak Pelayan itu berfikir , sepertinya masih ada kesempatan untuknya bisa hidup dan bernafas dengan lega.
Sorotan mata Pelayan itu menembakkannya ke arah Nona Pertama meski tidak mengatakan secara langsung namun sangat jelas Dialah Pelakunya.
Nona Pertama melotot ketika Pelayan itu menatapnya .
" Mengapa kau menatapku ?". Kata Nona Pertama.
__ADS_1
" Nyonya , Dia.. dia yang menyuruh melakukannya ". Pengakuan Pelayan.
Tuan Liu yang semula menatap Pelayan itu kini berganti ke arah Nona Pertama.
" Ming'er , Apakah benar yang Pelayan itu katakan ? ". Tuan Liu menanyai langsung.
" Ti..Tidak Ayah .. dia.. dia bohong ". Cela Nona Pertama.
Pelayan itu menggelengkan Kepalanya seakan tidak membenarkan perkataan Nona Pertama.
Nyonya Liu menghampiri Nona Pertama bahkan menatapnya hal itu membuat Nona Pertama Takut dan segera berlutut.
" Ibu.. Ibu tolong aku . ini semua bukan kehendakku , ini karena dia !!!". Menunjuk Nona Ketiga.
" Nona Pertama anda sudah salah malah mau membawa Jing'er bersamamu , Tuan berikan keadilan ". Ucap Selir Fang.
" Dasar Penjilat , ini pasti kau Selir Fang ". Teriak Nona Pertama.
" Hentikan Perdebatan kalian , Aku sangat hafal Putriku . Dia memanglah sedang diperdaya dan Kau Selir Fang !! Kau tidak tau malu bahkan diberi kesempatan masih memperdaya anak-anak . Kepala Pelayan dan Pengawal cepat cambuk Selir Fang sampai mati ". Teriaknya yang sudah diambang amarah besar.
" Tidak.. Tidak boleh . Nyonya jangan bunuh Ibukku.. Nyonya.. ini semua salahku.. ibu tidak terlibat . " Ungkap Nona Ketiga dengan memohon pengampunan Nyonya Liu bahkan Bersujud di Kakinya.
Tuan Liu tidak bisa berkata apa-apa lagi kali ini tidak bisa merayu Nyonya Liu yang sedang emosi karena akan mengancam Hubungannya.
__ADS_1
" Nyonya.. aku mohon jangan lakukan itu pada Ibukku.. ini semua salahku !!". Nona Ketiga tak berhenti terus menangis dibawah lutut Nyonya Liu.
*Ctasss*
1 Cambukan dimulai membuat Selir Fang berteriak kesakitan.
Berkali-kali cambukan itu mengenai Tubuh Selir Fang hingga Tubuhnya Penuh dengan Luka bahkan Tetesan darah segarnya mengalir begitu saja dan wajahnya mulai memucat.
Nona Ketiga segera berdiri dari tempatnya yang semula berlutut didepan Nyonya Liu kini berlari menuju ke arah Ibunya yang sedang menjalani hukuman.
" Hentikan...Ibu..ibu...hiks...hiks...hentikan". Teriak Tangisannya membuat Tuan Liu tidak tega melihat Putri Ketiganya ikut tercambuk karena menghalangi cambukan yang diberikan untuk Selir Fang.
" Cukup Hentikan !!". Ucap Tuan Liu.
Nyonya Liu melolot sangat tajam tanda sangat kecewa pada Tuan Liu , Dia selalu menyelamatkan Selir Fang.
Nyonya Liu gemas melihat tingkah Tuan Liu yang menyebalkan .
" Jikaa kau sengaja menghentikannya karena telah mencintainya , baiklah sudah cukup hubungan diantara kita ". Kecam Nyonya Liu.
Tuan Liu menghela Nafas dalam-dalam sungguh dirinya saat ini berada didalam fase tersulit.
Dia tak ingin kehilangan Istrinya dan dilain sisi dia adalah seorang ayah yang tidak tega melihat Nona Ketiga ikut tercambuk bersama Selir Fang.
__ADS_1
Tuan Liu tidak membeda-bedakan kasih sayang terhadap Putrinya , meski terlahir dari seorang selir dia tetap menyayanginya.