
Hari ini Ibu Suri dan para sekutunya termasuk Permaisuri dan Su Nian akan dibawa ke Istana karena bagaimana pun juga mereka masih keluarga kekaisaran.
" Sungguh memalukan , ternyata kelakuan Permaisuri Kekaisaran Qingshan sangat tidak layak disebut Wanita anggun bahkan telah melakukan hal yang menjijikan ". Hardik Kaisar .
" Ibu Suri adalah sosok tetua yang paling dihormati karena telah melakukan tindakan kejahatan bahkan telah dicabut posisi Ibu Suri dan menjadi rakyat biasa maka hukuman untuknya adalah Hukuman Eksekusi ". Teriak lantang Kasim Li.
Pangeran Ketiga tidak menyetujui apa yang telah diputuskan oleh pihak tetua Istana.
" Hamba tidak setuju Yang Mulia Kaisar ". Kata Pangeran Ketiga.
" Apa maksutmu Yu'er , bukankah dia telah melakukan hal yang sangat kejam pada permaisurimu ." Sahut Kaisar.
" Serahkanlah Chu Seng padaku karena hamba dan Permaisuri Yu sudah memikirkan hukuman yang tepat untuknya ".
Pangeran Ketiga tidak akan membiarkan Ibu Suri mati begitu saja , dia harus membayar segala penderitaan pada orang yang telah dilenyapkan begitu saja olehnya.
Begitu banyak korban kejahatan Ibu Suri yang mengatasnamakan kekusaan untuk dijadikan alasan agar mereka takut padanya pada akhirnya mati mengenaskan.
" Yang Mulia , hamba menerima hukuman anda . Tolong jangan berikan hamba pada Pangeran Ketiga ". Mohon Ibu Suri.
Sebenarnya ada rasa iba didalam hati Kaisar karena bagaimanapun juga Ibu Suri adalah Ibu angkatnya namun karena telah salah jalan dan terlalu kejam barulah memberikan bahasa isyarat pada Pangeran Ketiga jika dia menyetujuinya.
Ibu Suri ketakutan melihat Pangeran Ketiga menyeringai .
" Permaisuri seharusnya adalah Wanita Tauladan bagi wanita diseluruh Negara Qingshan ini namun karena telah melakukan kejahatan maka posisi Permaisuri dicabut dan menjadi rakyat biasa . Hukuman untuknya adalah Pengasingan ke perbatasan terpencil ". Kata Kasim Li.
Permaisuri hanya menundukkan kepala saja karena merasa sangat menyesal dan malu .
" Terima kasih Yang Mulia Kaisar telah memberi hukuman untuk Ibu hamba ". Kata Pangeran Mahkota.
" Hukuman untuk Putri Mahkota yang turut serta dalam penindakan kejahatan bahkan dia adalah anak dari seorang pemberontak Su Zhao maka akan di eksekusi bersama seluruh keluarganya besok ."
Seketika tubuh Su Nian lemas dan tidak bisa menopang dengan kuat.
Ingin sekali memprotes karena bagaimanapun juga keluarganya tidak bersalah namun apa daya sudah menjadi peraturan Istana Kekaisaran .
__ADS_1
*
*
*
Hari ini Pangeran Mahkota membawa Ibu Suri ke Kediaman Pangeran Ketiga .
Dalam perjalanan semua orang meneriakinya bahkan ada yang melemparkan benda ke arahnya.
Pangeran Ketiga sengaja mengaraknya ditengah keramaian agar mereka tau jika Wanita tua ini sangatlah kejam dan tidak punya perasaan.
Emosi rakyat sangat luar biasa , ada yang melemparkan kotoran hewan maupun kotoran manusia tepat kearahnya , meski berada didalam kurungan namun masih bisa menerima lemparan yang menjijikan itu.
*
*
*
Putri Anle dan Liqin segera mencari sumber yang membuat para pelayan heboh .
" Ya ampun . Nenek jelek jadi tambah jelek mana sangat bau dan menjijikan lagi ." Kata Liqin.
" Mungkin ini karma untuknya ". Jawab Putri Anle sambil menutupi hidungnya.
Pangeran Ketiga datang menghampiri Putri Anle yang menyaksikan Ibu Suri menderita.
" Lakukan apa yang ingin kau lakukan padanya ." Kata Pangeran Ketiga.
" Tidak , mana mungkin aku bisa mendekati orang sejorok dan menjijikan seperti itu mana sangat mengganggu pernafasan ".
" Jadi kau tidak akan melakukan apa-apa padanya ".
" Tidak ya tidak , cepat bawa dia menjauh dariku . Ternyata rakyat sangat membencinya dan mereka sudah mewakiliku ". Ucap Putri Anle.
__ADS_1
" Besok saksikanlah Su Nian bersama Keluarga Su yang lainnya dipenggal ". Kata Pangeran Ketiga.
" Sangat membuang waktu lebih baik melihat yang lain saja ".
" Apa kau tidak tega ?".
" Kata siapa ? harusnya itu pertanyaan yang ku katakan padamu . Karena dia adalah orang yang pernah kau cintai ". Gumam Putri Anle.
" Asal bicara ku pastikan kau juga akan mendapatkan hukuman nanti ". Kata Pangeran Ketiga.
Sejak tadi liqin bertanya-tanya dimana keberadaan Liu Ban .
" Mengapa orang setampan Tuan Liu Ban bisa melakukan itu pada anda , sungguh tidak menyangka ". Kata Liqin.
" Hanya ada 2 alasan yang kuat namun lebih baik tidak memikirkannya lagi karena aku sudah tidak peduli dengannya ".
" Lalu , Apakah Pangeran Ketiga melepaskannya begitu saja ".
" Kau sudah tau seperti apa Orang Nomor 2 di Qianwu itu , kemanapun Liu Ban itu bersembunyi pasti bisa ditemukan hanya saja belum ada waktu yang tepat karena dia juga memiliki bela diri yang bagus ".
" Bagaimana jika dia datang lalu menculikmu".
" Menurut kau ini , Aku harus takut padanya begitu ". Merasa tersindir.
" Ya tidak , Heheheh ".
Pangeran Ketiga telah mengerahkan pasukan untuk mencari keberadaan Liu Ban namun keberadaannya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa .
Karena sudah terungkap jika Liu Ban saat ini telah bersembunyi di Perguruan Sakti Cakrawala .
Pangeran Ketiga dan Liu Ban masih dalam satu perguruan yang sama jadi tidak bisa semena-mena membawanya pergi.
Terdapat peraturan jika tidak boleh terjadi perpecahan antar sesama di perguruan namun jika itu terjadi maka Guru Besar akan melumpuhkan seni bela dirinya termasuk ilmu tenaga dalamnya.
Sementara ini , Pangeran Ketiga masih melepaskannya akan tetapi tidak untuk suatu saat .
__ADS_1