
" Liqin , Ingatlah jangan sampai meninggalkan jejak ? Mereka berdua sudah berani mencelakaiku ".
" Permaisuri , serahkan semua ini padaku ". Jawab Liqin dengan penuh keyakinan.
Putri Anle sudah mengetahui jika dirinya akan dicelakai oleh kedua saudaranya.
Bukan Putri Anle namanya jika hanya berdiam diam diri melihat dirinya akan dicelakai.
Kebetulan Liu Ban datang menemui Putri Anle disamping itu Pangeran Ke Empat turut mengunjungi Kediaman Liu.
" Pangeran Ke empat ? ". Perdana Menteri terkejut kala melihat keberadaannya.
" Tuan , Mengapa tiba-tiba Pangeran Ke empat kemari ". Sahut Nyonya Liu.
Liu Ban memberitahu Putri Anle jika Pangeran Ke Empat datang ke Kediaman Liu.
" A'yao kemari ? ada dimana sekarang ".
" Mungkin di Ruangan Utama menemui Paman dan Bibi ." Jawab Liu Ban.
" A'ban menurutmu bagaimana ? Apakah aku akan menemuinya sedangkan kondisinya tidak seperti dulu ".
" Kondisi apa ?".
" Aku berjanji untuk tidak menemuinya lagi pada Pangeran Ketiga , Lalu aku harus bagaimana ?".
" Hanya menemuinya saja apa salahnya ".
" Bagaimana jika hal ini membuat Qing Yu marah dan tidak memberiku Muka ".
" Hahahaha ". Liu Ban tertawa.
*Pletak*
" Ning'er kenapa makin lama jentikkanmu sangat kasar ? ".
__ADS_1
" Kau menertawakanku ". Omelnya.
" Ya , Kau ini Lucu sekali . Apa jangan-jangan kau sudah jatuh pada Pesona Pangeran Ketiga hingga tak bisa lebih berani sedikit , Apakah yang berhadapan denganku ini adalah Ning'er atau Putri Anle sang Permaisuri Pangeran Ketiga yang sangat setia ".
" A'ban !! Kau kira ini guyonan hah , Pangeran Ketiga sedang berperang ". Hentaknya.
" Lalu untuk apa memanggilku kemari , Apakah hanya untuk dibentak-bentak seperti ini ".
" Kau harus membantuku untuk pergi keluar dari Kediaman Liu ini ".
" Keluar untuk apa ?".
" Menyusul Pangeran Ketiga ".
" Apa ? Kau Gila , Mana mungkin aku seberani itu . Kau jangan meminta bantuan padaku karena sungguh ku tak bisa " .
" A'ban ku mohon ". Rengeknya.
" Tidak . Kau ingin menamatkan riwayatku hah jangan nekat untuk pergi ".
" Aku menghawatirkannya ".
" Entah mengapa pikiranku tidak enak , Aku ingin pergi menyusulnya tapi tidak tau dimana itu Perbatasan Fenjing ".
Liu Ban merasa iba setelah mendengar penuturan dari Putri Anle yang terlihat sangat menghawatirkan Pangeran Ketiga.
" Kau temuilah dulu Pangeran Ke Empat ".
" Ck , Menemui apanya . Tidak ada yang kemari memintaku untuk menemuinya yang benar saja kau ini ." Sarkasnya.
" Kau yakin dia kesini tidak menemuimu ". Beo Liu Ban.
" Ya , Buktinya tidak ada Pelayan yang memanggilku ".
" Baiklah ".
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan Penawaranku ?".
" Kepalaku pusing , Kau ini selalu saja membuatku Pusing ". keluhnya.
" Ya sudah kau tak bisa menemaniku biar aku sendiri yang pergi ". Ancamnya lalu meninggalkan Liu Ban.
" Ning'er tunggu !! Kenapa aku memiliki Kerabat yang keras kepala sepertinya ..hahhh Ning'er ...Ning'er ?? .
Liu Ban mengejar Putri Anle yang sedang marah karena permintaannya tidak dikabulkan.
" Tuan Muda Liu ? Kau disini ". Suara itu adalah milik Pangeran Ke empat.
" Pangeran Ke empat ? Aaa iyaa ". Liu Ban masih bingung mau jawab apa .
" Biasanya kau selalu bersama dengan Aning kan ". Ucapnya lagi.
Namun Liu Ban masih belum mengerti maksut Pangeran Ke empat.
" Maksutku Putri Anle ? Ya , Dia berada disini kah ". Tebaknya.
" Mengapa Pangeran Ke Empat tidak tau tentang keberadaannya atau jangan-jangan Pangeran Ketiga merahasiakan keberadaannya diisini ". Kata Liu Ban dalam hati.
" Apa yang kau pikirkan ?".
" Aku kemari hanya untuk bertemu Paman untuk membahas Pertunanganku ". Jawabnya asal.
" Astaga , Ckckck Kenapa jadi asal jawab sungguh bodohnya aku ". Umpat Liu ban dalam hati.
" Kau akan bertunangan dengan siapa ? biar aku bantu agar hubungan kalian nanti bisa harmonis sampai beranak pinak ".
Mendengar Pangeran Ke Empat semangat malah membuat Liu Ban merinding bisa-bisa dia mengatakan hal sebodoh itu.
" Pangeran Ke Empat kemari ada hal yang penting ".
" Tentu , Kalau tidak mana mungkin aku mau datang kesini namun sungguh sayangnya aku melupakan beradaannya ".
__ADS_1
" Apakah dia selama ini mengagumi Ning'er ?". Ungkapnya dalam hati.
" Baiklah Pangeran , Aku pamit ".