Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Bertemu kembali


__ADS_3

Ibu Suri telah membuat Pangeran Ketiga murka dan saat ini telah mendapati seluruh Keluarga yang bermarga Chu dihabisin tanpa tersisa satupun jika masih ada berarti takdirnya bisa selamat dari amukan Pangeran Ketiga.


" Biadab !! Keluarga Chu sudah lenyap begitu saja , Qing Yu kau sungguh kejam !!". Umpat Ibu Suri.


Gubernur Xie tidak ikut campur sejak kematian Putranya .


Ibu Suri melaporkan tindakan kejam Pangeran Ketiga pada Kaisar.


" Yang Mulia mohon keadilan untuk keluarga Chu yang dibunuh oleh Pangeran Ketiga tanpa tersisa satupun , mereka tidak bersalah" . Ucap Ibu Suri sambil bersimpuh.


Semua Menteri sangat heran oleh Laporan Ibu Suri , Bagaimana mungkin itu tindakan Pangeran Ketiga.


" Ibu , Kapan Kejadian itu ?" Tanya Kaisar.


" Dari Informasi yang kudapat itu terjadi pada Malam hari ". Lirihnya .


" Maaf Ibu Suri jika hamba lancang . Tuduhan Ibu Suri sangat tidak masuk diakal kami semua yang berada disini , Bagaimana mungkin itu Pangeran Ketiga ". Ucap Menteri Gu.


" Benar ". Sahut semua Menteri kompak.


" Itu memang dia , Aku sangat yakin jika itu Dia . Dasar Pembunuh ." Teriak Ibu Suri .


" Ibu , Tidak ada bukti yang nyata untuk menuduhkan apa yang kau katakan itu padanya ." Sahut Kaisar.


Pangeran Ketiga tidak merespon semua Perkataan yang dituduhkan oleh Ibu Suri .


" Aku akan membawa bukti nanti untuk menyeretnya ". Imbuhnya sambil melihat ke arah Pangeran Ketiga.


Tidak ada rasa ketakutan sedikitpun pada Pangeran Ketiga karena memang sudah terbiasa , tidak ada yang berani bermain-main dengannya.


" Dia menuduhku menculik Putri Anle dan pastinya akan membalas semua itu ". Ucap Ibu Suri yang mengejutkan.


Seketika Kaisar terkejut dengan Perkataan Ibu Suri , Mungkinkah kehilangan Putri Anle berhubungan dengannya.


Pangeran Keempat langsung mengarahkan tatapan tajamnya pada Ibu Suri.


Sudah terhitung setengah tahun Putri Anle hilang dari Ibukota Qianwu.


Pangeran Ketiga semakin kejam tidak mengampuni seseorang yang menyinggungnya.


Di Pasar , Seseorang telah menyinggung Pangeran Ketiga karena tidak sengaja .


" Hentikan !! Kakek ? Bangunlah ". Ucap Wanita yang memakai Pakaian tertutup tidak menampakan wajahnya .


" Minggir . Dia telah menyinggungku tidak ada pengampunan untuknya ". Ucap Pangeran Ketiga.


" Maafkan Kakek hamba , Jikalau anda membunuhnya bagaimana nasib hamba . Mohon berbelas pada kami Tuan Muda ". Ucapnya dengan Memelas .


Pangeran Ketiga tidak curiga pada Wanita itu karena Suaranya tidak mirip dengan Putri Anle.


Pangeran Ketiga tetap akan membunuh Kakek Tua itu dengan Pedangnya.


Dengan Cepat Kakek Tua itu segera ditarik dan berlari berhamburan dikeramaian .


" Kurang ajar , Wangyu kejar Wanita itu ".


Wangyu segera menuruti perintah dari Pangeran Ketiga yang sudah berkecamuk dengan amarahnya.


Ketika ingin beranjak tiba-tiba menemukan sebuah Seruling yang tergeletak dibawah tanah.


" Ning'er !! ". Lirihnya sambil melihat ke kanan dan ke kiri .


Seruling yang ditemukan oleh Pangeran Ketiga adalah Milik Putri Anle.


*


*


*


" Ning , Kau mau membawa kakek pergi kemana ?".


" Kek , sudah kukatakan jangan pernah ke Pasar Kota bisa berbahaya . Lihatlah tadi Pemuda tadi akan membunuhmu ".

__ADS_1


" Maaf , Kakek hanya ingin mencari bahan makanan yang enak untuk dimasak ".


" Sudahlah , Ayo kita pulang pasti Li sudah menunggu ".


Mendapati Serulingnya tidak ada dia segera mencarinya disekitar rumah kakek tua itu.


" Li , Apakah kau melihat Serulingku ".


" Tidak Nona . Ada apa ?".


" Serulingku . Sepertinya jatuh disuatu tempat".


" Kau dan Kakek darimana saja mengapa pergi begitu lama ".


" Kakek hampir saja mati konyol dibunuh oleh Seorang Pemuda menyebalkan ". Lapornya.


" Kakek hampir dibunuh ".


" Hanya kesalahpahaman saja ". Jawab Kakek Tua.


Malam harinya Putri Anle menceritakan Peristiwa yang terjadi mengenai Kakek Tua tadi , Liqin sangat terkejut mengapa Kakek Tua itu harus pergi ke Pasar Kota yang berbahaya.


" Kau tidak merindukannya ." Ucap Liqin.


Tiba-tiba buliran bening menetes begitu saja dari mata Indahnya.


" Nona Kau menangis ".


" Sudah larut . Ayo kita tidur ".


Sepanjang malam Putri Anle tidak bisa tidur setelah bertemu dengan Pangeran Ketiga di Pasar Kota.


" Qing Yu Maafkan aku yang tidak bisa kembali padamu lagi , Aku terlalu mengecewakanmu ". Lirihnya dalam hati disertai Buliran air mata yang mengalir begitu deras.


Pangeran Ketiga pun sama seperti Putri Anle yang tidak bisa tidur karena memikirkannya.


" Ning'er mengapa kau tega menyiksaku seperti ini . Kau mengingkari janjimu ". Lirih Pangeran Ketiga sambil menatap Seruling milik Putri Anle.


*


*


*


Jiusan dan Jiulin menemukan sedikit Informasi jika disebuah Desa terdapat seorang Tabib yang ahli dalam mengobati Penyakit bahkan Obatnya sangat murah namun kualitasnya tidak kalah dengan Toko Funning yang terkenal.


Mereka Melaporkan pada Pangeran Ketiga secepatnya.


Disebuah Desa terpencil itu Pangeran Ketiga dan Wangyu menyamar sebagai seorang Rakyat biasa .


Hingga melihat Kakek Tua itu lagi di sebuah Sungai besar mencari Ikan.


Saat itu Liqin menemaninya .


" Kek , Ikannya sudah banyak . Sudah sore juga ayo kita pulang ". Ajaknya.


Wangyu sangat mengenal suari itu bahkan sangat merindukannya.


" Kau mau kemana ?". Cegah Pangeran Ketiga kepada Wangyu yang secara Reflek ingin menemuinya.


" Dia ? Aa--aku ".


" Tujuanku kemari bukan mencarinya ". Seloroh Pangeran Ketiga.


Pangeran Ketiga dan Wangyu mengikuti jejak Liqin dan Kakek Tua itu hingga sampailah pada Rumah Gubuk Kecil yang cukup Usang.


Disana terdapat banyak Herbal yang sedang dijemur .


Mata Pangeran Ketiga menangkap Sosok Wanita yang memakai Pakaian tertutup tidak memperlihatkan Wajahnya.


" Wanita itu ?". Pangeran Ketiga berusaha untuk mengingatnya.


" Dia yang pernah menyelamatkan Kakek Tua itu dan lari begitu saja . Yang Mulia bukankah kau menyuruhku untuk menangkapnya ". Ucap Wangyu.

__ADS_1


" Tunggulah " .


Tidak buru-buru untuk menghampiri Wanita itu , takutnya salah orang.


" Nona ? Hari ini Aku dan Kakek membawa Ikan yang banyak ". Seru Liqin.


" Benarkah ".


Seketika Pangeran Ketiga terkejut begitu mendengar Suara asli dari Wanita yang tertutup itu.


Tanpa Ragu dan segera mendapatinya .


*Hap*


Pangeran Ketiga meraih Pinggang Putri Anle dengan erat dan memeluknya .


Liqin tidak bisa berkata-kata setelah melihat Wajah Pangeran Ketiga dengan Jelas.


" Heii.. Apa-apa'an ini ? Lepaskan ". Teriak Putri Anle sambil mendorong tubuh seseorang yang memeluknya sembarangan.


Kakek Tua itu segera menghampiri Kegaduhan yang terjadi.


" Ning ? Apa yang terjadi denganmu ".


Seketika Tubuhnya mematung begitu melihat Wajah Seorang Pemuda itu dengan Jelas.


" Kau ". Ucapnya.


" Biarkan Aku masuk kedalam menyelesaikan masalahku dengannya ".


Liqin meminta Kakek Tua itu untuk tidak ikut campur .


Tiba-tiba Wangyu juga datang menghampiri Liqin .


" Liqin ? Aku sangat lega begitu melihatmu baik-baik saja ". Ungkapnya.


" Kau , Bagaimana bisa tahu jika ".


" Sangat Mudah ". Jawabnya enteng.


" Wow sangat mudah hingga sampai setengah Tahun kami berdua menderita ".


*


*


*


Pangeran Ketiga membawa Putri Anle kedalam Gubuk Tua itu dan membuka Pakaian yang menutupi seluruh Wajahnya.


" Kau tidak bisa lagi bersembunyi dariku ". Gumam Pangeran Ketiga.


Putri Anle memejamkan kedua matanya dan seketika menangis Histeris di depan Pangeran Ketiga.


" Aku ---- ." Lirihnya dengan lembut.


Pangeran Ketiga sangat merindukannya hingga secara Spontan ditariklah Wajah Putri Anle semakin dekat bahkan sangat dekat .


" Katakan padaku , Mengapa kau pergi ".


Sebelum Putri Anle menjawab Pertanyaan itu Pangeran Ketiga mengecup bibirnya dengan Lembut bahkan semakin dalam.


Mereka saling meluapkan kerinduan masing-masing dengan bercumbu mesra.


" Tunggu , Aku ---- Aku tidak bisa mempertahankannya ". Ungkap Putri Anle pada Pangeran Ketiga .


" Apakah kau mengira aku akan menghukummu karena itu ".


" Bukankah kau sangat kejam ". Ketusnya.


" Aku akan menghukummu kali ini ." Ucapnya dengan memulai Aksinya.


Pangeran Ketiga tidak bisa menahan hasratnya sehingga meminta jatahnya pada saat itu juga karena sudah sangat lama tidak melakukannya dengan Putri Anle.

__ADS_1


__ADS_2