
Meski Nona Kedua menghindarinya namun Pangeran Mahkota tidak melepaskannya.
" Ning'er , Mengapa kau menjaga jarak ". Kata Pangeran Mahkota.
" Tidak Pantas seorang Gadis yang sudah bertunangan berkontak dengan Pria lain ". Jawabnya dengan Membelakangi Pangeran Mahkota.
Tapi Permisi Tiba-tiba Pangeran Mahkota mendekatkan tubuhnya ke Nona Kedua .
" Kau . Menjauhlah , Kau sinting ". Ucap Nona Kedua.
" Benar . Aku sinting karenamu".
" Kau memang menyebalkan , Bajingan , Brengsek ". Menarik Kerah Baju Pangeran Mahkota .
" Aku tau kau kecewa padaku hingga berkata demikian ".
" Pergilah sebelum aku mencabik-cabik wajahmu yang menyebalkan itu ". Pekiknya.
" Silahkan . Bahkan jika kau ingin membunuhku maka Kuberikan Nyawaku untukmu". Pangeran Mahkota Pasrah.
Nona Kedua terus mengumpat dalam hatinya.
Pangeran Mahkota tetap menunggu Nona Kedua untuk memaafkannya dan bisa bersama seperti waktu kecil.
__ADS_1
" Apa kau ini begitu kurang kerjaan ? oh iya , Kau sangat berbeda rupanya . Memang Kambing berbulu Serigala ". Ungkapnya yang membuat Pangeran Mahkota Terheran.
" Apapun yang kau katakan itu tidak masalah untukku ".
" Hah , Pria tidak tau malu sepertimu memang pantas di olok-olok . Beruntung aku bisa tau lebih cepat seperti apa sifatmu dan ternyata Pangeran Ketiga lebih baik darimu meski terlihat Kejam ". Cebiknya yang sudah sangat kesal.
" Kau mengenali Sifatku ? sejak kapan bukankah kita baru bertemu di Ruang Utama Singgasana ?".
" Ya . Karena Saat itu kau masih tidak mengenalku hanya mengenal Adik Ketiga bahkan Setiap hari Keretamu berada di dekat Kediaman . Kenapa kau tak masuk saja seperti sekarang ini ".
" Kau Cemburu Rupanya ?". Tebaknya dengan Tak tahu malu.
" Ck. Kau ?" . Menunjuk Wajah Pangeran Mahkota.
Barulah Pangeran Mahkota pergi karena Ancaman Nona Kedua yang benar-benar berhasil mengusir Pangeran Mahkota.
" Huftt Pangeran Sinting , Dimana sifat garangnya yang dulu hampir memenggal kepalaku ..hah Malah terlihat seperti Ulat bulu . Ulat Bulu sepertinnya harus diberi Pelajaran ". Kata Nona Kedua.
Di Istana ,
Pangeran Ketiga mendapat berita dari mata-mata jika Kaisar Negara Ming sudah memasuki Qingshan untuk bertemu Kaisar Qianwu , tak terlepas dari itu Pangeran Ketiga merasa jika Putri Wen Zhi pasti telah merencakan apa yang akan dikehendakinya.
Untuk itu sebelum Mereka sampai Di Ibukota , Pangeran Ketiga menemui Kaisar.
__ADS_1
Kediaman Naga.
" Ada apa Yu'er ? Mengapa sepertinya kau ingin membicarakan hal penting ". Kata Kaisar.
" Ya Ayahanda . Hamba Ingin Pernikahan hamba dengan Nona Keda Liu segera dipercepat ". Ucap Pangeran Ketiga .
Ucapan Pangeran Ketiga benar-benar diluar dugaan , Tentu hal ini sangat bagus karena hubungannya dengan Jendral Fu akan semakin baik.
" Putraku Yu'er , Mengapa kau ingin secepatnya ". Tanya Kaisar
" Karena Banyak Pria yang tidak tau malu mengganggunya . Aku tidak ingin saja membunuh orang ". Ungkapnya.
" Apa ? Nona Kedua Liu diganggu Pria lain. Pria seperti itu apakah begitu bodoh hingga tak tau malu, Begitu berani dan mengapa kau tidak membunuhnya saja ". Emosi Kaisar.
" Karena dia masih Anak Kaisar Qianwu yang bermahkota " .
Kaisar tersentak mendengar Pangeran Ketiga yang mengungkapkan jika Pangeran Mahkotalah yang mengganggu Calon Tunangannya.
Dengan sejenak , Kaisar menghela nafasnya dalam-dalam.
" Jika begitu Pernikahan kalian akan dilakukan secepatnya mungkin tidak perlu bertunangan ".
" Ayahanda , Aku ingin Dalam minggu ini kami sudah menikah ".
__ADS_1
Kaisar lagi-lagi terperanjat dengan Perkataan Pangeran Ketiga sungguh membuatnya tak bisa berpikir terlalu lama lagi, sesegera mungkin Kaisar harus menyiapkan Pesta Pernikahan Mereka.