
Kediaman Fu.
Jendral Fu senantiasa menjaga Nona Kedua , Kini Nona Kedua sudah mencapai Kedewasaan dan segera Menggelar Upacara Kedewasaan.
Artinya Gadis itu sudah siap menerima Lamaran darimanapun.
Nona Kedua bertumbuh dengan baik dibawa bimbingan Jendral Fu.
Hari ini akan pergi ke Pasar untuk membeli Hadiah untuk Pangeran Mahkota atau teman kecilnya.
Jendral Fu selalu bersamanya untuk itu dilakukan Pengawalan yang sangat ketat.
Kereta Milik Nona Kedua dan Jendral Fu berpapasan dengan Kereta milik Pangeran Ketiga.
" Kakek , Hadiah apa yang cocok untuk Pangeran Mahkota ".
" Itu terserah padamu saja , yang menurutmu sangat disukai olehnya ". Kata Jendral Fu.
" Aku lupa . Apapun yang aku berikan padanya mungkinkah dia akan senang ". Nona Kedua takut hadiahnya ditolak.
" Besok adalah Hari Pernikahannya dan Kau mau memberi Hadiah mana mungkin dia bisa menolaknya ".
" Kakek, Seperti apa Pangeran Mahkota itu ?". Ungkapnya.
" Apa kau tidak pernah memasuki Istana ".
Nona Kedua menggelengkan Kepalaya pertanda jika dia tidak pernah masuk ke Istana.
" Pangeran Mahkota sangat tampan ".
__ADS_1
" Lebih tampan mana dengan Pangeran Ketiga ". Seketika Mulutnya kelepasan dan tiba-tiba membungkamnya sendiri.
" Apa ? Pangeran Ketiga . Kau tidak tau Pangeran Mahkota tapi sangat kenal dekat dengan Pangeran Ketiga , kalian ada ?".
" Ti..tidak ada ." Cekalnya .
" Benarkah , mengapa sepertinya kau menyimpan sesuatu ?."
" Kakek ? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya . dulu pernah bertemu saja ". Kata Nona Kedua.
Sejak saat itulah Jendral Fu menspekulasikan jika Diantara mereka terdapat sebuah hubungan.
Cukup Menarik untuk Jendral Fu , Karena Pangeran Ketiga merupakan Kandidat Utamanya untuk dijodohkan dengan Cucunya.
Lebih senangnya lagi jika Keduanya saling memiliki Perasaan.
Sebelum Pesta Pernikahan Pangeran Mahkota dilaksanakan , kebetulan Pangeran Ketiga datang untuk menghadap Kaisar di Kediaman Naga.
" Ibunda.. ". Memeluk Selir Agung.
" Ibunda bersyukur kau bisa selamat dari Peperangan itu . Kau mulai sedikit kurus ." Gumamnya.
" Itu Tandanya Putra kita harus memiliki seseorang disisinya ". Sahut Kaisar.
" Yang Mulia ". Ucap Pangeran Ketiga.
" Yu'er , Kau sudah memenuhi Janjimu . Ayah bangga padamu . "
" Semua berkat Doa Ibunda dan Yang Mulia untuk Hamba ". Lirihnya .
__ADS_1
" Yu'er , Ayahandamu dan Ibu telah memilihkanmu seorang Wanita . Bagaimana menurutmu ". Ungkap Selir Agung.
" Maaf Ibunda , Saat ini masih belum terpikirkan ". Pangeran Ketiga menolak secara halus.
" Tapi Ayah sudah menetapkan Nona Kedua Liu untuk menikah denganmu ".
* Deg*
Pangeran Ketiga terkejut mendengarnya dari mulut Kaisar.
" No..na Kedua Liu ? " .
" Ada apa ? Masih mau menolak lagi , Yu'er ini Kesepakatan ayah dan Jendral Fu jika Kau benar-benar tidak menerimanya .. Kami tidak akan ..?".
" Baiklah ". Ucapnya dengan Tiba-tiba .
" Hamba Mohon pamit ". dan Pergi pun dengan cepat.
Membuat Kaisar dan Selir Agung merasa aneh dengan Tingkah Putranya itu.
" Apa yang terjadi dengan Putra kita ?". Kata Kaisar.
" Yang Mulia mungkinkah kita telah menyakitinya dengan memaksa untuk bertunangan dengan Nona Kedua Liu ini.". Ungkap Selir Agung.
" Kurasa dengan jawabannya tadi tidak ada Paksaan , seperti keluar denfan sendirinya".
" Semoga saja seperti itu , Lalu menurut Yang Mulia sendiri seperti apa Nona Kedua Liu itu " .
" Belum pernah bertemu . Terakhir kali dia masih berumur 8 tahun ". Kata Kaisar.
__ADS_1
Setelah keluar dari Kediaman Naga Jantung Pangeran Ketiga tidak berhenti berdegug kencang hingga tangannya sendiri yang menjadi saksi atas detakannya.