Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Sibuk


__ADS_3

" Benar Yang Mulia ". Semua Menteri Serempak mengatakannya.


Tidak menyangka begitu takutnya Para menteri Pada Pangeran Ketiga ini bahkan Pangeran Mahkota tidak bisa membuka Suara Para menteri untuk berbicara sedangkan saat Pangeran Ketiga memerintahkan maka semua berbicara dengan Berani tanpa Ragu untuk menyudutkan Pangeran Pertama.


Luar biasa sekali Posisi Pangeran Ketiga di Istana Kekaisaran ini .


" Cukup .. Cukup ? Jika Pangeran Pertama yang pergi bagaimana menurut kalian konsekuensinya ".


" Semua orang tahu jika Pangeran Pertama tidak memiliki Prestasi dalam hal Peperangan kemungkinan mengirimnya hanya untuk membantu Memberi semangat pada Prajurit ". Sahut Pangeran Ke empat.


Ya , Pangeran Ke empat dan Pangeran Pertama tidak akur sejak Kecil.


" Kau sengaja mengolok-olokku .. apa kau kira aku ini sangat Bodoh ..hah..?". balasnya dengan arogan.


" Siapa yang berkata demikian ".


" Yang Mulia Kaisar lah yang berhak atas Penentuan Bala Bantuan agar Perang segera usai ". Kata Pangeran Ketiga.


Kaisar sangat mengagumi Pangeran Ketiga karena sekali berbicara sungguh Pamornya melebihi Pangeran Mahkota . Jika saja Pemilihan Pangeran Mahkota dengan cara Beradu Bakat dan Segala Prestasi maka Pemenangnya jatuh ada Pangeran Ketiga.


Kaisar memanggil Pangeran Ketiga secara Pribadi ke Kediamannya.


Kediaman Naga.


" Salam Yang Mulia Kaisar ". Pangeran Ketiga menggunakan bahasa Formal saat bertemu dengan Kaisar.


" Yu'er , Tidak bisakah kau berbicara yang tidak formal saat berdua saja ". Ucap Kaisar.

__ADS_1


" Ayahanda memanggil hamba ada apa ."


" Bagaimana tanggapanmu tentang Peperangan ". Kaisar ingin sekali mendengar jawaban langsung dan hanya dia saja yang tau.


" Hamba akan pergi jika Masalah Ibunda aman terkendali ". Ujar Pangeran Ketiga.


Kaisar terlalu sibuk hingga melupakan Selir Agung.


" Yu'er ? Maksutmu apa ?. Kaisar mulai Panik.


" Ayahanda bisa datang dan lihat sendiri . Mohon untuk buatkan Titah untukku ".


" Ayah tidak akan memberikan izin untukmu ".


" Tetap saja aku akan pergi . Karena mereka mentargetkanku ". Kata Pangeran Ketiga.


" Hamba Mohon pamit ".


Kaisar saat ini berada pada Perasaan Gundah Gulana , belum lagi Sang Selir yang tiba-tiba Sakit namun tidak memberitahukannya.


Dia hanya bilang ingin menenangkan diri tanpa ganggguan dari siapapun teemasuk Kaisar .


Pangeran Ketiga ingin mencari Nona Kedua namun hari ini cukup tidak ada waktu.


Pangeran Ketiga harus mengumpulkan Seluruh mata-mata di setiap Penjuru Qingshan.


Setelah Selir Agung dinyatakan aman barulah Dia akan berangkat ke Medan untuk Berperang.

__ADS_1


Sudah Semingguan Pangeran Ketiga tidak datang untuk menemuinya.


" Bagaimana Keadaan Yang Mulia Selir Agung, Apa aku harus datang ke Kediaman Pangeran Ketiga." Ujarnya.


Nona Kedua masih dalam keadaan Penasaran dan benar-benar memutuskan untuk pergi Ke Kediaman Pangeran Ketiga.


Saat akan memasuki Kediaman Pangeran Ketiga tiba-tiba sebuah anak panah hampir mengenai Dadanya.


Nafas Nona Kedua tersenggal-senggal karena begitu shock.


" Kenapa tempat ini mendadak tidak aman ". Nona Kedua langsung masuk ke dalam.


Nona Kedua menanyakan keberadaan Pangeran Ketiga namun Pejaga Pintu berkata Jika Pangeran Ketiga sedang tidak ada di Kediaman.


Nona Kedua menungguinya di Luar Pintu.


" Menyebalkan , Pria ini kemana sih ". Umpat Nona Kedua.


Menunggu Hampir Senja tiba namun Tidak ada tanda kepulangan Pangeran Ketiga , Nona Kedua segera balik.


Ketika Nona Kedua pergi dari Kediaman Pangeran Ketiga , barulah yang ditunggu telah datang .


" Yang Mulia tadi ada seorang Wanita Muda berkulit kecoklatan datang ". Kata Penjaga.


" Baiklah , Aku mengerti".


Pangeran Ketiga sudah bisa menebak siapa Wanita Muda itu.

__ADS_1


__ADS_2