
" Jangan berbangga hati karena aku mengambilmu untuk menjadi Permaisuriku ".
" Ya. Aku tau diri , Diantara kami tidak memiliki Perasaan dan untuk kau pasti sudah tidak sabar untuk segera menikahi Putri Ming itu kan ."
" Menikahimu sudah begitu merepotkan apalagi menikahinya . Persetan dengan Sebuah Pernikahan lagi ". Keluhnya yang membuat Putri Anle terhenyak.
" Apa kau tidak lelah selalu marah-marah tidak bisakah kau seperti dulu ". Pintanya.
" Jangan berperan seolah kau telah mengenaliku cukup lama dan dekat ". Timpalnya.
" Ya. Apa ada urusan lagi denganku ".
" Kutunggu kau nanti malam di kamarku ." Ucapnya lalu langsung pergi seperti angin.
* Deg
* Deg
*Deg
Jantung Putri Anle kembali tidak terkontrol kala mendapat Perkataan dari Pangeran Ketiga.
" Pufftt setelah sekian lama tidak merasakan seperti ini mengapa masih kambuh , Sungguh harus segera mencari herbal untuk menyembuhkannya detak Jantung yang datang tiba-tiba ini ".
Putri Anle sama sekali tidak curiga dengan Perkataan Pangeran Ketiga yang menyuruhnya pergi ke Paviliunnya nanti malam.
Liqin mempersiapkan segala Keperluan untuk Putri Anle sembari tersenyum kala mengingat Junjungannya mengatakan jika nanti malam harus pergi ke Paviliun Pangeran Ketiga.
Pikirannya mulai kemana-mana entah tidak merasakan jika Putri Anle tengah memperhatikannya.
*Tok*
__ADS_1
" Aww.." Pekik Liqin.
Putri Anle menggetok Kening Liqin karena sejak tadi diperhatikan seperti Orang yang tidak waras.
" Putri ini sungguh menyakitkan sekali ". Keluhnya sambil memegang Kening yang digetok oleh Putri Anle.
" Tentu saja itu untuk menyadarkanmu dari Ketidakwarasanmu.. apa yang kau pikirkan hah ?".
" Tidak ada ". Bohong Liqin.
" Aku ingin Mandi ."
Mendengar Junjungannya akan mandi dibenaknya terpikir untuk memberikan ramuan yang dibuat oleh Putri Anle untuk dicampur ke Air yang akan dipakainya.
Ramuan itu berupa bubuk namun jika dicampurkan kedalam air maka akan mendapat Refleksi yang menenangkan.
Putri Anle pernah memberikan Ramuan itu pada Putri Chun dihari Pernikahannya sebagai Hadiah.
Putri Anle merasakan jika ada yang aneh dengannya namun karena itu hanya sesaat maka tidak menggubrisnya.
" Wkkwkkwk.. Oh Putriku sayang kau harus berusaha nanti ". Gumam Liqin dalam hati .
Hari ini Penampilan Putri Anle sangat berbeda dari biasanya .
Ketika memasuki Paviliun Pangeran Ketiga dengan langkah gontainya seakan sangat malas untuk melangkahkan kakinya ke tempat itu .
*Tok..Tok..Tok*.
Suara Ketukan Pintu menandakan jika Putri Anle sudah datang.
Tidak ada yang berani mendekati Paviliun Pangeran Ketiga kecuali orang yang diperintahkannya saja.
__ADS_1
" Masuklah ". Titah Pangeran Ketiga pada Putri Anle.
Saat memasuki Ruangan sebuah mata yang sangat tajam tak berhenti menatap kagum akan Penampilan Seorang Wanita bak Dewi ini namun itu tidak lama dan segera membuang Kekagumannya itu.
" Temani aku minum ".
" Ya ."
Entah mengapa hari ini Tatapan Pangeran Ketiga sangat aneh menurut Putri Anle.
" Kenapa menatapku seperti itu ?".
" Kau sengaja ingin menggodaku kan ". Tebaknya.
" Cih.. Menggodamu , Atas dasar apa ."
" Kau berpenampilan seperti ini akan sangat menarik Perhatian semua mata laki-laki yang melihat ".
" Oh , Apakah kau termasuk ". sindir Putri Anle
Perkataannya membuat Pangeran Tersedak.
" Uhukk..Uhukk..".
" Kau bisa tersedak rupanya ". Mengejek Pangeran Pangeran Ketiga.
Sejenak menatap Putri Anle lalu membuang kasar nafasnya.
" Aku menyuruhmu kemari untuk menemaniku Tidur tidak lebih dan tidak melakukan apa-apa ." Ujarnya.
" Menemani tidur katamu , Baiklah Asal ada jarak diantara kita ". Pintanya
__ADS_1
" Aku ingin Setiap Malam kau menemaniku tidur ".