
Putri Anle segera pergi dari hadaapan Pangeran Ketiga agar tidak bertanya hal yang lain lagi.
Lalu , Mengapa Pangeran Ketiga menanyakan Nona ShanYue ? Apa hubungannya . Itulah yang menari-nari dipikiran Putri Anle.
Sedangkan Pangeran Ketiga mulai putus asa lagi , entah bagaimana caranya agar dia segera menemukan Nona ShanYue yang akan menyembuhkan Kutukannya itu .
Malam ini Hujan Salju , Putri Anle menikmatinya.
" Hachiuhhhh...hahh ". Suara Bersin Putri Anle terdengar oleh Pangeran Ketiga yang pada saat itu sedang lewat.
" Sudah malam mengapa kau masih bermain-main disini ". Celetuk Pangeran Ketiga.
" Sama sekali bukan Urusanmu , Hachiuhhh ".
" Lihatlah dirimu sekarang . Masuklah dan Pakai Pakaian tebal . "
" Sejak kapan kau begitu peduli padaku ". Sindirnya.
" Terserah . Aku sudah memberimu Peringatan ". Pangeran Ketiga langsung pergi meninggalkan Putri Anle.
Putri Anle masih tetap tidak mendengarkan perkataan Pangeran Ketiga.
Kini Tubuhnya menggigil kedinginan karena terlalu lama bermain bulir salju yang turun , hidungnya memerah bak buah cerry.
__ADS_1
Memilih untuk kembali ke Kamar untuk segera mandi air hangat agar tubuhnya tidak menggigil.
Pangeran Ketiga mengecek keberadaan Putri Anle apakah dia masih bermain salju namun sepertinya sudah masuk.
Seperti biasa , Kala malam tiba Pangeran Ketiga tidak bisa memejamkan matanya hingga pagi . Karena kebiasaan itu membuatnya membuang waktu maka Pangeran Ketiga mempergunakannya untuk berkeliling mencari Informasi penting.
Mengapa Pangeran Ketiga ditakuti dan disegani oleh Para Menteri maka jawabannya Kebiasaan yang tak bisa tidur malam membuat Pangeran Ketiga mendapat Keuntungan .
Semua Rahasia Para Menteri yang nakal sudah dikantongi olehnya , Pangeran Ketiga menyebar banyak mata-mata di sekitarnya .
Putri Anle malam ini tidak bisa tidur untuk itu mencari kebebasan menikmati kesejukan salju diluar kamar.
" Hah , Siapa itu ? ". Putri Anle melihat seorang Penyusup berpakaian serba hitam diatas atap Kamar milik Pangeran Ketiga.
Meski Seni Bela dirinya kurang mempuni tapi dia berhasil menguasai Ilmu Peracunan.
" Tolong ..ada Penyusup... Tolong ". Teriaknya dengan Keras.
Penjaga malam segera menghampiri Sumber dari Suara itu , namun pada saat mendekati suara itu ternyata berasal dari Pavilun Pangeran Ketiga atau bisa dibilang Kamar Pangeran Ketiga.
Maka Mereka tidak berani mendekat.
Putri Anle terheran mengapa tidak ada orang yang mendengarkan teriakannya.
__ADS_1
" Apa telinga semua Pelayan pada Tuli hingga tak bisa mendengar suara kerasku.. ahh Coba aku teriak lagi saja... TOLONG... TOLONG..ADA PENYUSUP... TOLONG... ".
Saat Penyusup itu sadar barulah bisa membungkam mulut Putri Anle.
" Hei diamlah , Mengapa kau teriak-teriak hah". Pekiknya.
" Paa..Pangeran ? Itu.. itu Kau yang ..?". Putri Anle tidak percaya .
" Kau menaburkan bubuk apa padaku , cepat pulihkan aku kembali ". Ungkapnya.
" Hah ? Itu ..?".
" Masuk ". Pangeran Ketiga menarik Tangan Putri Anle.
Saat ini Keduanya sedang berada di Kamar milik Pangeran Ketiga.
ini adalah kali Pertama Bagi Putri Anle untuk melihat Kamar milik Suaminya, Begitu terpesonanya hingga Lupa jika harus memberi Penawar pada Pangeran Ketiga.
" Seorang Wanita berkeliaran malam-malam untuk hal apa ?". Kata Pangeran Ketiga.
" Aku tidak bisa tidur jadi pergi keluar mencari kebebasan ".
" Mana Penawarnya ." Pinta Pangeran Ketiga.
__ADS_1
" Penawar Apa , Kau saat ini terlihat baik-baik saja. Mau mengelabuiku yaa hah Jangan harap bisa Lolos ." Celotehnya.
" Liu Ning , Cepatlah. Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi ". Suaranya mulai Serak