Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Tidak bisa menahan


__ADS_3

Seluruh tubuh Putri Anle berdesir membuat Konsentrasinya buyar.


Suara Nafas tersenggalnya dapat dirasakan oleh Pangeran Ketiga.


" Kau kenapa ?". Membalikan Tubuh Putri Anle ke hadapannya.


Putri Anle menutup Matanya karena tidak sanggup lagi untuk menahan Hasratnya .


" Liu Ning Kau kenapa ? " . Pangeran Ketiga berusaha untuk menggoyang-goyangkan tubuhnya agar sadar kembali.


" A---aku . Aku kenapa ?".


" Sepertinya kau terbuai ". Godanya .


" Apa ? Siapa yang terbuai jangan berbicara sembarangan ya ?". Omelnya karena menahan malu.


" Aku mengajarimu menggunakan Pedang Salju namun kau masih Pemula jadi harus berkonsentrasi ".


" Tidak bisakah dengan cara lain mengajarinya kau terlalu lancang mendekapku dari belakang ."


" Tidak bisa , Harus seperti itu bahkan bisa lebih ".


" Kau mengajariku Berpedang apa Mengajariku yang lain , Sepertinya kau sengaja ". Cecarnya .


" Kau tidak suka kusentuh jika begitu aku akan menyuruh Orang lain saja ".


" Kau... Bagaimana mungkin kau merelakan Tubuhku yang -------". Putri Anle malu untuk mengatakannya namun Pangeran Ketiga mengerti dengan Jelas .


" Tentu saja tidak rela tapi karena kau merasa risih ."


" Aku mau istirahat , Lelah ". Ucapnya.


" Baiklah , Ayo ".

__ADS_1


Putri Anle melototkan kedua matanya kala dia diajak kembali berjalan kaki sementara tadi melayang dengan cepat seperti seekor burung.


" Tidak , Aku tidak ingin berjalan ".


Tanpa memperdulikan Persetujuannya Pangeran Ketiga menggendongnya ala Bridal Style.


" Aku ingin kau membawaku seperti tadi bukan seperti ini ". Ocehnya yang tidak berhenti.


" Berbicara lagi maka aku akan menghukummu ". Ancamnya .


" Hanya Hukuman saja . Aku sudah terbiasa dihukum oleh Ayah ". Ungkapnya namun dia lupa saat ini tengah bersama siapa .


Dengan sekejap saja tangannya menutupi mulutnya karena merasa menyesali apa yang barusan dia katakan.


Pangeran Ketiga menurunkan Putri Anle dan mulai menatapnya dalam-dalam.


" Kau tidak Penasaran dengan hukuman apa yang akan kuberikan padamu ".


" Sial , Mengapa harus kelepasan ? Bagaimana jika dia menyiksaku dan membunuhku ". Ucapnya dalam hati .


Perlahan Kedua Tangannya mencengkeram dagu Putri Anle dan meraih Bibir Mungil nan tipis itu.


Ya , Pangeran Ketiga melahapnya ..nyam..nyam.. wkwkwk.


" Emppbbb " . Putri Anle memberontak namun hasilnya malah semakin dalam ciumannya.


Karena merasa tak tega barulah melepaskan tautan bibirnya .


" Haaa hahh ..hufft Kau ...aempbbbbb ".


Ya , Putri Anle terus berbicara maka Pangeran Ketiga akan terus menciumnya .


Tadinya yang memberontak namun pada akhirnya menikmati juga.

__ADS_1


"Jangan berbicara lagi atau aku akan membuat nafasmu hilang ".


Dengan Spontan Putri Anle menutup Mulut dengan kedua tangannya agar tidak berbicara padahal rasanya sangat gatal dan tidak sabar mengumpati Pria yang menjadi Suaminya.


" Oh iya , Ciuman ini sudah kedua kalinya kita lakukan kau jangan terkejut ".


Pangeran Ketiga sangat Menyebalkan bisa-bisanya mengatakan seperti itu dikala Putri Anle sedang diancam.


Putri Anle pun benar-benar merasa sudah tidak bisa untuk membungkam mulutnya.


" Kapan aku berciumaan denganmu , Aku tidak pernah merasa .. ".


Karena Pria ini berani menjahilinya maka Putri Anle pun tidak akan tinggal diam.


Dia memilih berinisiatif untuk mendekatkan dirinya dan meraup bibir Pangeran Ketiga.


Ciumannya begitu menggairahkan sehingga mulai terbuai.


Wangyu tidak sengaja memergoki Keduanya.


Putri Anle merasa malu karena dirinya terlalu agresif kala Wangyu memergokinya.


" Wangyu , ada apa ?".


" Itu Yang Mulia .. hamba tidak melihatnya ..aa Ada .. ". Seketika Pikiran Wangyu jadi Ngeblank.


" Tunggu aku di Ruang Kerjaku ". Ucapnya dengan tegas.


Lalu melirik ke arah Putri Anle yang telah berani menggodanya lebih dulu.


" Aku akan mengantarmu tapi diamlah jangan berbicara ".


Pangeran Ketiga kembali menggendong Putri Anle.

__ADS_1


__ADS_2