Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Diabaikan


__ADS_3

Liu Heng mendatangi Kediaman Pangeran Ketiga namun susah untuk bertemu dengannya .


Namun di depan Gerbang berpapasan dengan Kedatangan Putri Anle.


" Kak Aheng ? Mengapa kau berada disini ".


" Ning'er syukurlah , Tolong bantulah Aku untuk memohon pada Suamimu . Aku tau Xie Xiu sudah salah namun dia Kakak Iparmu juga tolong katakan padanya untuk melepaskan Istriku ". Liu Heng memelas membuat Putri Anle tidak tega.


" Penjaga , Apakah Pangeran Ketiga sudah datang ?". Tanya Putri Anle pada Beberapa Penjaga Gerbang Kediaman Pangeran.


" Sudah Permaisuri ". Jawabnya .


" Kau bilang Pangeran Ketiga tidak ada didalam hahh ". Emosi Liu Heng.


" Kak Aheng kau jangan berulah disini dulu ". Pinta Putri Anle.


" Aku tau Pangeran Ketiga tidak akan menemuiku dan sangat susah untuk memohon padanya maka dari itu Kau harus ikut denganku ."


" Apa ! Mengapa harus ikut denganmu ". Ketus Putri Anle.


" Ayo ikutlah ". Liu Heng mencekal tangan Putri Anle.


" Kak Aheng apa yang kau lakukan . Lepaskan aku ".


Penjaga Gerbang segera memukul Liu Heng karena telah berani memaksa Putri Anle.


Beberapa Pelapor segera memberitahukan pada Wangyu .


* Brak*


Pangeran Ketiga yang semula tenang kini menjadi tersulut emosi.


Tanpa berlama-lama , Pangeran Ketiga langsung sampai didepan Gerbang Kediaman dan menarik tubuh Putri Anle kedalam Pelukannya.

__ADS_1


" Bunuh saja dia karena sudah lancang ". Titah Pangeran Ketiga.


" Ah Tidak , Jangan bunuh Kak Aheng . Pangeran kumohon jangan lakukan hal itu ". Pinta Putri Anle .


" Dia sudah sangat lancang bahkan memaksamu bahkan dia sangat layak untuk dihukum Pancung ".


Liu Heng segera berlutut dan meminta maaf atas Kesalahan yang telah dilakukan olehnya .


" Hamba Khilaf Yang Mulia Pangeran , Mohon Ampuni kesalahan ini ". Ucapnya.


" Kau berencana untuk menjadikan tawanan lalu menukar Xie Xiu dengannya , Tuan Muda Liu Heng kau dengar ya sampai Kapanpun Xie Xiu tidak akan kulepaskan ". Ungkapnya dengan Nada penuh Penekanan.


" Mohon untuk melepaskan Istri saya , Maafkan semua atas kelancangannya ". Memelas Liu Heng .


Putri Anle jelas tidak tega dan juga ingin memohon pada Pangeran Ketiga namun hal itu tidak terjadi karena langsung dibawa masuk ke dalam.


" Kau juga jangan memohon padaku ! karena itu tidak mungkin ". Ucapnya lalu pergi dari Putri Anle.


" Pangeran ? ". Panggilnya pada Pangeran Ketiga .


" Arrrgggghh ,. dasar pria tidak punya perasaan dia malah mengabaikanku sekarang awas saja nanti ". Ucapnya sambil menggerutu .


Putri Anle berjalan menuju Gazebo dekat kolam teratai.


" Liqin ?". Teriaknya.


" Iya Permaisuri . Sudah datang rupanya ".


" Liqin aku lapar ".


Seketika itu juga Liqin melotot didepan Putri Anle karena merasa Keheranan.


" Liqin kau dengar atau tidak ". Teriaknya.

__ADS_1


" De-- dengar Tapi bukankah di Istana harusnya sudah makan ". Jawabnya.


" Iya sudah hilang dengan Angin untuk itu aku merasa Lapar lagi , Cepat bawakan aku makanan yang banyak sekali juga arak anggur yang nikmat ".


" Arak Anggur !!".


" Iyaa , Cepat pergilah !!".


Liqin menggaruk-garuk rambutnya yang merasa tidak gatal .


Semua Makanan sudah selesai disiapkan bahkan ada Arak Anggur yang dipesannya juga.


Pangeran Ketiga mengernyitkan dahinya begitu melihat Putri Anle di Gazebo dengan dikelilingi banyak Makanan.


Dan paling mengejutkan lagi ada Arak yang menyertainya.


" Ning'er !! ".


" Apa ? Untuk apa kau kesini lebih baik pergilah abaikan aku ".


" Kau ini apa-apa'an ". Menyingkirkan Poci yang berisikan Arak .


" Kau mau bawa kemana Arakku ". Ketusnya.


" Kau tidak bisa minum , Jangan pernah menyentuhnya apalagi sampai meminumnya".


" Kenapa ? Bukankah tidak ada masalah ".


" Bagaimana jika didalam rahimmu terdapat benih keturunanku ".


*Deg*


*Deg*

__ADS_1


*Deg*


Semua Pelayan termasuk Liqin mulai merasakan Panik dan Ketakutan karena sepertinya Pangeran Ketiga akan marah dan menghukum semua Pelayan yang terlibat .


__ADS_2