
Liqin dan Wangyu sedang membakar Ayam namun Suasana Hening .
Liu Ban datang diantara mereka berdua hanya menggelengkan Kepala saja karena Wangyu benar-benar Manusia Kulkas .
" Hei Liqin , Masih lama matangnya ". Kata Liu Ban.
" Ya Tuan , Tapi ini punya Permaisuri bukan punya Anda ". Jawab Liqin.
" Ish Kau ini Pelit sekali !".
" Kau Bakar sendiri Daging Ayamnya masih banyak disana !".
Meski Liqin dan Liu Ban telibat perdebatan namun Wangyu tetaplah tenang tanpa kata namun saat itu juga merasakan Adanya Pergerakan orang asing yang sedang mendekat .
*Krak*
Liqin dibuat Kaget oleh Wangyu bahkan Liu Ban tak kalah kagetnya.
" Kau mau apa !" Tanya Liqin.
" Percuma bertanya padanya ". Sahut Liu Ban.
Wangyu segera mengkonfirmasi pada Pangeran Ketiga dan ternyata itu juga berada dalam Perkiraaannya namun belum tau siapa yang menjadi dalangnya
Pangeran Ketiga meminta Pelayan Wanita untuk memakai Pakaian Putri Anle entah apa alasannya sedangkan Putri Anle harus berpakaian Layaknya Pelayan dan harus menutupi Wajahnya dengan sebuah Cadar.
" Kali ini Adalah Perang sesungguhnya , Kau diamlah dan menurut padaku . Aku tau kau sedikit mengerti bela diri tapi itu masih belum cukup ". Kata Pangeran Ketiga .
" Mengapa harus berperang dengan seperti ini , Bukankah jika berperang harus ditempat yang Luas ". Celanya.
" Diam dan ikutlah denganku".
Pangeran Ketiga menyamar sebagai Prajurit , Dia tau maksut kedatangan para Penyusup yang mulai melakukan Pergerakkan.
Hari sudah larut malam namun Penyergap belum juga memulai Aksinya .
*Pak*
" Aduh binatang ini selalu saja menyiksaku ".
__ADS_1
Keluhnya sambil mengepakkan tangan karena diganggu Nyamuk.
" Jika Kau tidak bisa diam bagaimana kita akan selamat ".
" Bukankah kau hebat ."
" Hahh Kau ini ".
Pangeran Ketiga membawa Putri Anle menjauh dari Perkemahan untuk melihat sejauh mana Penyerang melakukan Aksinya.
" Sepertinya Pasukan Serigala yang akan membuat masalah ". Ucap Pangeran Ketiga.
" Hanya Pasukan biasa bukan ". Sahutnya.
" Ada beberapa Pasukan Elite didalam Seni Bela diri dan Pasukan Serigala termasuk elite dan targetnya itu pasti kau ." Pangeran Ketiga menyeringai.
" Apa , Kenapa itu harus Aku ". Mulai Panik.
" Karena kau lah yang memancing mereka ".
" Bagaimana mungkin sungguh tidak masuk akal " .
Pangeran Ketiga membawanya ke Atas Pohon untuk melihat Cara Penyergapan Pasukan Serigala .
" Kenapa sangat santai sekali mereka membunuh Pasukan kita , Gawat Liqin dan Liu Ban mereka dalam Bahaya ". Khawatir.
" Sekarang kau panik ". Meledek.
" Tentu Panik ".
Hanya dalam sekejap saja Pasukan Serigala dapat memasuki Perkemahan mereka tidak menyerang secara terang-terangan .
Mereka membunuh Pasukan Pangeran Ketiga lalu melakukan Penyamaran.
" Mereka tidak pantas dipanggil Pasukan Serigala , itu Pasukan tidak tau diri ". Omelnya dari atas Pohon.
" Sekarang kau diamlah , Tunggu mereka memasuki Tenda kita dan Lihatlah nanti yang akan terjadi ".
" Jika kita berada di atas Pohon seperti ini lalu untuk apa menyamar juga dan ini Wajah harus ditutup ." Mulai Kesal .
__ADS_1
Pangeran Ketiga tidak bisa berkata-kata untuk kali ini.
Putri Anle merasa seluruh tubuhnya gatal dan hampir saja terjatuh.
Beruntung Pangeran Ketiga menangkapnya dengan cepat.
" Tubuhku benar-benar merasakan gatal yang luar biasa , Tolong ". Keluhnya pada Pangeran Ketiga.
" Dimana !".
" Tidak , Kau tidak boleh menyentuhnya ".
" Lalu apa maumu ".
" Turun darisini dan cari tempat aman ".
" Kondisinya masih belum bisa untuk turun dan tetap seperti ini , Mengerti ".
Sejak tadi Putri Anle tidak bisa diam bahkan semakin banyak gerak.
" Tahanlah ".
" Tidak bisa ".
Pangeran Ketiga benar-benar kesal dan geram namun merasa tidak tega dengan kondisi Putri Anle.
*Srettt*
Suara itu hampir membuat Pasukan Serigala curiga namun segera ditepisnya karena mereka berhasil melakukan Tujuannya di tenda Pangeran Ketiga.
* Byurrrr*
" Sudah kuduga dia akan melakukan ini ". Ucapnya dalam hati.
Pangeran Ketiga membawa Putri Anle kedalam sungai yang lumayan Dalam namun airnya sangat jernih dan menyegarkan hingga Rasa gatal ditubuh Putri Anle perlahan menghilang.
Tubuh Putri Anle mulai menggigil dan tak bisa terus bertahan didalam air sungai.
" Kenapa kau memucat ". Kata Pangeran Ketiga.
__ADS_1
Tidak ada Jawaban darinya .