
Next Episode bakalan bertambah seru karena mendekati puncak penderitaan Putri Anle untuk itu ayo dukung Author dengan Like , Komentar yang membangun ❤ tekan tanda love juga ya gaes 😉
*
*
*
Hari ini Putri Anle berinisiatif untuk pergi ke penjara bawah tanah milik Pangeran Ketiga yang terletak di sisi belakang kediaman.
Sepangjang perjalanan lorong penjara dia menemukan sosok wanita yang menatap sendu padanya dan tentu dia adalah bibi pelayan di Kediaman Liu .
" Bi----bibi tang ?". Ucapnya dengan lirih.
Dia langsung menghampirinya bahkan memegang tangan bibi Tang .
" Nona Kedua ". Lirihnya.
" Bibi kukira kau pulang ke desa karena selama ini aku tak menemukanmu ". Ungkapnya .
" Nona kedua maafkanlah bibi sudah melakukan hal ceroboh ".
" Tidak , Aku sangat mengerti bibi dari kecil . Pasti ada yang memprovokasimu hingga Pangeran Ketiga memenjarakanmu ".
" Maafkan bibi hikss .. hiks... ". Menangis menciumi tangan Putri Anle.
" Bi , Aku akan segera membebaskanmu tapi bersabarlah . Aku akan pergi dulu melihat Ayah ".
" Hati-hati Nona ".
Bibi tang adalah pengasuh Putri Anle sejak kecil bahkan begitu banyak waktu kebersamaan mereka berdua (Jika membaca episode ke-2 pasti tau bibi tang ).
Jika dulu bibi tang masih muda namun saat ini sudah menua bahkan tak sempat menikah karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
*
*
*
Setiap jeruji besi dilalui olehnya namun tak kunjung bertemu dengan Tuan Liu dan malah bertemu dengan Nona Xie Xiu yang terlihat lusuh dan agak kurusan.
" Liu Ning , Aku tau jika melakukan kesalahan aku mau kau membebaskanku ". Mohon Xie Xiu.
" Kau mencelakai Kakek Liu Deng Yin . Jika Kak Liu Heng tau kebenarannya apakah masih peduli padamu namun saat ini dia banyak berharap untukmu itu karena Liu Ban tidak menceritakan kebenarannya ".
" Tolong jangan lakukan itu , Aku berjanji jika kau melepaskanku maka aku akan berubah ".
" Percuma kau memaksaku karena kuncinya tak ada padaku ".
" Kau !! Kau pergi cari pengawal atau penjaga bukankah kau ini Permaisuri Yu ".
" Baiklah akan ku pikirkan kembali ".
Agar tidak terjadi perdebatan yang semakin tiada hentinya terpaksa harus mengatakan suatu alasan agar bisa pergi dari sisi Xie Xiu.
__ADS_1
Sudah berjalan sejauh itu namun tidak menemukan keberadaan ayahnya hingga bertanya pada penjaga yang bertugas.
" Kalian ! Dimana Perdana Menteri Liu ditahan". Tanyanya.
" Maaf Permaisuri , Kami tidak boleh mengatakannya ". Jawab salah satu penjaga.
" Ck , kalian takut ? Katakan padaku dimana Perdana Menteri Liu ditahan ". Nada Tinggi.
mereka memilih untuk tidak merespon karena Pangeran Ketiga sudah memperingatkannya untuk tidak membuka suara pada siapapun.
*Srekk*
Putri Anle menarik pedang milik Penjaga yang berada di Penjara tersebut .
" Katakan untuk yang terakhir kali dimana Perdana Menteri Liu ". Ancamnya dengan menodongkan Pedang ke leher salah satu Penjaga.
" Lebih baik hamba mati saja daripada berbuat ingkar pada yang mulia Pangeran Ketiga ". Sahut Penjaga yang terancam mati .
Rupanya hal ini sudah tidak akan berhasil dilakukannya dan percuma saja memaksa para penjaga untuk mengatakan keberadaan Perdana Menteri Liu.
Putri Anle pergi begitu saja dalam keadaan kecewa bahkan disertai rasa amarah yang bergejolak seperti ingin menerkam mangsa hidup-hidup.
Keluar dari Penjara bawah tanah hatinya terbesit untuk pergi menemui Pangeran Ketiga yang sedang sibuk di Ruang Kerjanya.
* Brakk*
Menendang Pintu dengan keras karena saat ini merasa emosi.
Pangeran Ketiga sama sekali tidak merasakan terkejut.
" Kau tidak perlu tau ". Jawabnya tenang.
" Katakan padaku mengapa kau menahan bibi tang , hahh ".
" Karena dia bersalah ".
" Bersalah ? Apa kesalahannya ."
" Duduklah dulu kendalikan amarahmu ". Ucap Pangeran Ketiga.
Tanpa diduga malah mengobrak abrik seluruh benda yang beradaa di meja kerja Pangeran Ketiga.
" Aku tidak ingin berbasa-basi denganmu lagi , aku kecewa padamu !!".
" Kau melakukan ini padaku hanya untuk mengatakan itu padaku , Aku sudah menyuruhmu untuk duduk dan tenang tapi ...". Pangeran Ketiga lebih kecewa.
" Katakan dimana Ayah ditahan ". Teriaknya lagi.
Pangeran Ketiga berusaha untuk meredam emosinya juga karena Putri Anle sudah menarik emosinya karena bagaimanapun juga dia mencintai wanita itu.
" Heii Qing Yu kau mau pergi kemana ?". Berkacak pinggang.
Demi menghindari perdebatan yang terjadi dengan terpaksa Pangeran Ketiga pergi meninggalkannya untuk sementara sampai tenang.
Suara umpatan sangat terdengar berisik dari Putri Anle.
__ADS_1
Liqin datang untuk menenangkankannya .
" Permaisuri , Kau ini kenapa ? ". Tanya Liqin.
" Dia memenjarakan bibi Tang dan menyembunyikan Ayah ". Ungkapnya dengan nada sesak.
" Bi---bibi tang ? Mengapa dia bisa ditahan ?".
Pangeran Ketiga menemui Perdana Menteri Liu untuk mengatakan padanya jika Putri Anle sedang marah karena telah menyembunyikan Ayahnya bahkan mengamuk mengobrak abrik meja kerja hingga berantakan.
Mendengar hal itu Perdana Menteri Terkekeh kecil , ternyata Putri Keduanya tetap saja seperti dulu tidak ada perubahan.
" Sejak tadi dia mengumpatiku aku tidak tahan untuk itu aku pergi saja ". Kata Pangeran Ketiga.
" Maaf Pangeran , Ning'er memanglah seperti itu . Dia pernah melakukannya berkali-kali dulu kala sedang marah karena tidak diperbolehkan keluar dari Kediaman ".
" Bagaimana cara membujuknya ?". Tanya Pangeran Ketiga.
Perdana Menteri sungguh tidak menduga jika Pangeran Ketiga tidak bisa menemukan cara untuk membujuknya malah bertanya .
" Dia akan kembali seperti semula jika dipertemukan dengan Ibunya karena memang pawangnya ". Ungkap Liu Han.
Perdana Menteri juga tidak menyangka jika Pangeran Ketiga yang kejam, berkepribadian dingin memiliki belas kasih yang sangat tulus .
" Rumor adalah rumor , Sesungguhnya Pangeran Ketiga sosok Pria yang hangat bahkan jauh dari rumor tersebut ". Gumam Perdana Menteri Liu dalam hati .
Pangeran Ketiga tidak memenjarakannya melainnkan menyembunyikan ditempat yang tidak diketahui oleh semua orang hanya beberapa saja yang tau.
Hal tersebut dilakukan untuk pengamanan Perdana Menteri yang kemungkinan sudah diincar oleh Ibu Suri bahkan keluarga Mu Fanxi.
Hanya Pangeran Ketiga yang berani melakukan hal tersebut, apalagi Perdana Menteri Liu penyebab kematian Mu Fanxi.
" Pangeran , sebelum aku benar-benar pergi maka memohon dengan belas kasih untuk melindungi segenap jiwa dan raga Putriku ". Kata Liu Han sendu.
" Kau sudah siap ".
" Aku menyesalinya ".
" Kau akan dihukum penggal apabila terbukti membunuh Mu Fanxi namun hal itu tidak akan terlaksa jika kau mengungkap semuanya ". Ucap Pangeran Ketiga yang mendesak Liu Han.
" Ini memang salahku tapi Wanita itu adalah dalang dari semuanya ".
" Kau menggunakan racun lily merah untuk membunuhnya " tebak Pangeran Ketiga.
" Kau tau Lily merah ?".
" Ketika aku kecil tak sengaja mendengar kalimat Lily merah disebutkan dan aku merusaknya hingga sampai detik ini dia membenciku ".
" Aku --- Lily merah itu juga ada di Kediamanku ". Lirih Liu Han.
" Apakah kau tak takut jika semua orang akan menanyakannya bahkan akan menjadi bukti kuat untukmu . Ketika kau sudah ditindaki dan dikatakan bersalah maka seluruh kediamanmu akan ikut juga ".
Perkataan Pangeran Ketiga bagaikan petir yang menyambarnya bertubi-tubi.
" Bahkan Nyonya Liu akan ikut bersama denganmu atau semua putrimu juga akan ikut --".
__ADS_1
Ada ketakutan yang luar biasa dirasakan oleh Liu Han . Namun sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu pada Pangeran Ketiga .