Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Merasa Bersalah


__ADS_3

Pangeran Ketiga mengedipkan matanya dengan Pelan.


" Apakah semalam aku tertidur ". Ungkapnya.


" Hah . Maksutmu apa ?".


" Apakah semalam aku bisa tidur ".


Ucapan Pangeran Ketiga mengejutkan Putri Anle .


" Ya , Kau tidur dengan sangat nyaman. Dan saat ini Kau berhutang budi padaku , Lihatlah aku dengan baik hati menempatkan kepalamu kedalam Pangkuanku ".


" Kau menganggapnya aku telah berhutang lalu bagaimana cara membayar hutang itu ". Kata Pangeran Ketiga.


" Ya. Pikirlah sendiri . Cepat bangunlah Kakiku sudah begitu pegal ". Gumamnya .


Pangeran Ketiga segera bangun dari tidurnya, Lalu dengan seksama menatap Putri Anle yang sedang melonggarkan gerakan kakinya karena merasa Pegal.


" Mengapa aku bisa tertidur ?". Katanya dalam hati yang masih bingung.


Pangeran Ketiga teringat kembali pada Kutukan Nenek Tua itu bahkan Dia baru menyadari jika Permaisurinya memiliki hubungan dengan Nenek Tua itu sebelumnya, Apakah Gadis yang dimaksut oleh Nenek Tua itu adalah Permaisurinya sendiri.


Hal ini masih berputar-putar dalam benaknya.

__ADS_1


Pangeran Ketiga langsung Pergi dari Kamar Pengantin.


Hari ini Kediaman Pangeran Ketiga sedang kedatangan Tamu terhormat , Selir Agung.


Mendengar Selir Agung mengunjungi Kediaman Pangeran Ketiga maka Putri Anle segera bersiap-siap untuk menyambut Ibu Mertuanya.


Sudah lamaa mereka tidak.bertemu dan terakhir kalinya pada saat Selir Agung terkapar seperti seorang mayat hidup.


Di Ruangan Utama Kediaman Pangeran Ketiga.


" Hormat Saya pada Yang Mulia Selir Agung ?". Kata Putri Anle .


" Putri Anle , Jangan terlalu sungkan . Aku adalah Ibu mertuamu ." Gumam Selir Agung.


Tak lama kemudian Pangeran Ketiga juga datang menghadap Selir Agung.


Namun Putri Anle tidak mengerti mengapa Pangeran Ketiga mengedipkan mata sebelahnya.


" Pangeran Ada apa dengan Mata anda ?". Kata Putri Anle.


Pangeran Ketiga tak habis pikir jika Permaisurinya tidak bisa memahami apa yang dimaksut olehnya.


" Hanya kelilipan saja . Ibunda kemari apakah ada hal yang ingin dibicarakan ". Kata Pangeran Ketiga.

__ADS_1


" Benar . Ibunda hanya ingin mengobrol dengan Permaisurimu . "


" Baiklah Jika begitu Ananda tidak akan menganggu kalian untuk mengobrol karena ada urusan yang belum selesai ". Kata Pangeran Ketiga .


Selir Agung melihat Kepergian Putranya dan kembali menatap ke arah Putri Anle.


" Putri Anle , Bagaimana menurutmu tentang Qing Yu ini ?". Pertanyaan Selir Agung membuat Putri Anle terperanjat secara tiba-tiba.


" Aa.. Maksut Yang Mulia Pangeran Ketiga . Mmm Dia Pria yang bertanggung jawab dan Pengertian ". Putri Anle terpaksa mengatakannya .


" Kurasa itu bukan jawabanmu kan . Tidak apa selama kalian terus bersama maka semua akan berjalan seiringnya waktu ".


" Yang Mulia maaf jika hari ini tidak menjamu dengan baik karena hamba tidak tau jika Yang mulia akan datang kemari ".


" Tidal apa ".


Obrolan mereka telah usai karena masih Pertama kalinya jadi radak sedikit canggung namun Selir Agung sedang mencurigai Putri Anle sebagai Teman Tabib Wanita Pangeran Ketiga karena dari Postur Tubuh dan Suara sangat Mirip .


Selir Agung berharap jika suatu saat Putri Anle dan Pangeran Ketiga saling mencintai satu sama lain.


Saat ini , Putri Anle sedang duduk bersantai dengan Sepoci Tehnya yang diteguk secara Pelan .


Kepala Pelayan Kediaman Pangeran Ketiga menghampirinya untuk mengatakan jika Seluruh Perlengkapan untuknya telah di Persiapkan .

__ADS_1


Kepala Pelayan menunjukkan Kamar Putri Anle yang berada di sebelah Timur Ruang Utama.


Putri Anle sangat terpesona melihat Pemanndangan disekitar kamarnya , Penuh dengan Bunga .


__ADS_2