Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Tertangkap


__ADS_3

Putri Anle telah berhasil membuat Pangeran Ketiga masuk dalam rayuannya.


" Hanya begini saja dia akan luluh , apakah semua laki-laki jika sedang marah seperti ini . Lumayan juga akhir-akhir ini dia sangat bersemangat ". Ungkap Putri Anle dalam hatinya.


Pangeran Ketiga masih memeluknya dengan keadaan polos tanpa sehelai benangpun karena semalaman telah bekerja keras untuk menggapai puncak tinggi yang nikmat tiada tandingnya.


Putri Anle ingin pergi namun tangan nakal Pangeran Ketiganya malah semakin liar padahal kedua matanya masih terpejam .


Karena ulah Pangeran Ketiga , Putri Anle kembali merasakan kenikmatan yang menantang.


Dengan lirih de--sa--han yang terdengar berirama membuatnya ingin kembali menikmati sentuhan yang lebih dari itu dan terjadilah perang intim yang menggelora .


*


*


*


Ibu Suri telah memenangkan seseorang yang dekat dengan Putri Anle untuk bekerja sama dengannya . Siapakah dia masih tanda tanya karena akan terungkap pada akhirnya.


Jendral Besar Fu bersama Menteri Lu tidak bisa menebak teka-teki permasalahan namun dengan adanya bantuan Pangeran Ketiga secara diam-diam pada akhirnya sudah hampir menyelesaikan tahap penyelidikan.


" Pangeran Mahkota ikut terseret ". Kata Menteri Lu.


" Sudah biasa kudapati hal seperti ini jangan terlalu kaget ". Ucap Jendral Fu.


Keduanya masih menunggu Pangeran Ketiga untuk menaikan kasus ke hadapan Kaisar.


Cuaca hari ini sangat panas karena terik matahari menyerang , Liu Ban mengajak Putri Anle beserta Liqin untuk pergi mengitari pasar .


Entah mengapa hari perasaan Putri Anle tidak enak bahkan ingin sekali kembali ke Kediaman Pangeran Ketiga.


" Kau kenapa ?". Tanya Liu Ban.


" Entahlah , Perasaanku tidak enak saja ".


" Hoekkk ". Suara Liqin sedang mual.


Putri Anle dan Liu Ban saling menatap lalu bergantian menatap ke arah Liqin.


" Liqin , jangan-jangan kau ini sedang mengandung ". Tebak Putri Anle.


" Hebat juga si Wangyu ". Sahut Liu Ban.


" Sejak kemarin perutku tidak enak tapi ini bukan mengandung ". Jelas Liqin.


" Lalu kau kenapa ?". Tanya lagi Putri Anle.


" Hanya masuk angin ".


" Lebih baik kau pulang dan istirahat saja ". Titah Liu Ban.


" Benar lebih baik begitu sana pulanglah ". Kata Putri Anle.


*


*


*


Pangeran Ketiga sudah mempersiapkan pasukan khusus hantu dan pasukan wajib senjata panah untuk melindungi Kaisar beserta Selir Agung.


Hari ini Kasus Mu Fanxi sudah bisa diperundingkan berdasarkan bukti yang sudah ditemukan.


" Yang Mulia Kaisar ? Hamba membawa Pasukan Pengadilan untuk menangkap beberapa oknum penyebab Perdana Menteri tewas seketika ". Ucap Menteri Lu.


" Lanjutkan ". Kata Kaisar.


" Mu Fanxi adalah Perdana Menteri Sayap Kanan Qingshan telah tewas pada 3 tahun yang lalu kini kasus telah dibuka kembali untuk menemukan sang pelaku , Nona Mu datang menuduh Perdana Menteri Liu Han sebagai tersangka utama ------- ".


Menteri Lu menjelaskan dengan detail serta memberikan buktinya kepada Kaisar .


Menteri yang ikut andil belum disebutkan hanya memberitahu jika kematian Mu Fanxi ada kaitannya dengan Penggelapan dana bantuan bencana saat itu .


" Sebutkan Menteri yang turut andil dalam kasus penggelapan dana bencana ". Kata Kaisar.


Sebelum disebutkan , Pangeran Ketiga datang membawa Perdana Menteri Liu Han untuk mengatakan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Namun saat menyebutkan nama Ibu Suri , Kaisar tidak terima .


Menteri Su maju dan menghardik Liu Han atas ucapannya yang lancang.


" Waktu hamba memang berniat untuk mencelakainya bukan membunuhnya namun pada saat yang bersamaan ternyata ada yang sudah membunuhnya lebih dulu maka dari itu hamba merasa kematian Mu Fanxi tidak sesederahana itu ". Kata Liu Han.


" Yang Mulia Kaisar bisa mempertimbangkan kembali apa yang di ucapkan oleh Perdana Menteri Liu Han ." Sahut Menteri Jiu.


" Untuk apalagi dipertimbangkan , dia sudah mengakuinya bukan ". Sambung Menteri Su.


" Kau ini idiot yaa ". Ucap Pangeran Mahkota yang mengolok Menteri Su.


" Cukup !! ". Teriak Kaisar.


Didalam Istana masih memanas bahkan Pangeran Ketiga belum mengeluarkan suaranya.


*


*


*


Putri Anle dan Liu Ban masih berkeliling disekitar pasar , entah mengapa seperti merasakan ada yang sedang mengintainya diam-diam.


" Sepertinya ada yang ingin mengganggu ketenangan kita ". Ucap Putri Anle.


" Siapa ? tidak mungkin ". Jawab Liu Ban.


Semakin melangkah jauh dari pasar malah semakin jelas jika ada seorang penguntit yang sejak tadi sempat dirasakan oleh Putri Anle.


" Aban kita harus bersembunyi ."


Putri Anle menarik tangan Liu Ban untuk segera bersembunyi namun sudah telat karena penguntit sudah menampakkan wajahnya.


" Kalian mau apa ? ". Ketus Putri Anle.


" Ayo segera bawa wanita ini ." Ucap salah satu penguntit.


Beberapa pria yang mendekatinya tiba-tiba terpental-pental karena serangan dari Putri Anle .


" Ning'er , Bagaimana ini ?". Kata Liu Ban.


" Jangan berpura-pura bodoh ayo cepat seranglah jangan diam saja ". Ucap Putri Anle .


Mereka dikepung dengan puluhan pria yang badas bahkan seni bela dirinya tak sebanding dengan Putri Anle.


" Aban , kau ini bagaimana ? Ayo lawan mereka . Dasar bodoh ". Omel Putri Anle pada Liu Ban.


Liu Ban seperti orang yang sedang kebingungan menghadapi para pria yang saat ini berada dihadapannya.


Putri Anle menarik pedang yang berada di tangan Liu Ban .


Dengan segala kelincahan tangannya yang sudah lihai memainkan pedang membuat Liu Ban terkejut .


" Bagaimana dia bisa menguasai pedang salju itu ". Lirih Liu Ban.


Seseorang menendang Liu Ban hingga terjerembab ke tanah .


* Sreng*


* Sreng*


*Sreng*


Permainan pedang satu lawan 8 membuat Putri Anle kelelahan bahkan dia berharap ada yang membantunya saat ini .


Pikirannya mulai tidak konsen ketika melihat Liu Ban berada didasar tanah dalam keadaan tengkurap.


*Jleb*


Tusukan Pedang mengenai dada Putri Anle namun dia masih kuat untuk menahan rasa sakit yang tidak terlalu dalam lukanya.


Dia kembali bertarung dengan beberapa orang Pria yang menyerangnya tanpa henti .


" Jangan membunuhnya ". Teriak Salah satu penyerang.


Putri Anle tetap berusaha melakukan serangan balik terhadap penyerang yang tidak tau diri beraninya main keroyokan.

__ADS_1


* Swasshhh*


Putri Anle menaburkan bubuk racun pada semua penyerang .


Dia berlari ke arah Liu Ban yang masih tergeletak di dasar tanah.


" Aban bangunlah , aban.. ishhh dasar pengecut ". Umpat Putri Anle.


Para Musuh sudah menderita akibat semburan racun dari Putri Anle bahkan ada yang berteriak kesakitan.


" Masih mau bermain-main denganku ?". Ucap Putri Anle.


Dia merasa geram pada Liu Ban dalam pikirnya terbesit untuk membangunkannya dengan cara menutup wajahnya dengan kain bajunya .


*Crett*


Suara robekan terdengar nyaring ditelinga Liu Ban namun dia masih belum tetap membuka matanya.


" Eemmmmm... Ning'er kau ingin membunuhku yaa ". Teriak Liu Ban.


" Ayo cepat berdiri dan pergi darisini ".


Liu Ban terkejut begitu melihat para pria yang menyerang tadi sudah tergeletak didasar tanah.


Disepanjang perjalanan Putri Anle tidak berhenti mengumpati Liu Ban karena merasa geram .


" Berhenti ".


Keduanya menghentikan langkahnya karena seseorang memanggilnya .


" I--Ibu Suri ". Kata Liu Ban.


" Kalian mau pergi kemana lagi ?".


" Itu bukan urusanmu nenek sihir ". Jawab Putri Anle.


" Hahaha sungguh wanita yang tidak punya sopan santun ".


" Cihh, Lebih baik kau minggirlah jangan mengganggu kami " .


" Wanita yang sombong ".


" Aban ayo segera pergi dari hadapan nenek sihir ini , sudah jelek dari dekat tambah jelek". Ejeknya.


Namun saat hendak pergi tiba-tiba tangan Putri Anle dicekal oleh Liu Ban.


" Ning'er maafkan aku ". Lirihnya .


" Aban ... lepaskan . Kau gilaa yaa ". Berontaknya.


Namun sebelum menyerangnya dengan segera Liu Ban menotok syarafnya untuk berjaga-jaga .


Ibu Suri tidak menyangka jika saat ini Targetnya sudah berada ditangannya.


" Liu Ban kau penghianat ....hiks...hiks... lepaskan aku Liu Ban brengsek ". Omel Putri Anle sekuat tenaga.


Tubuhnya sudah terkunci karena Liu Ban menotok syarafnya.


" Patuhlah ". Kata Liu Ban.


" Brengsek... Saudara macam apa kau ini hahh.. Kau setega itu mengorbankanku.. memang kau di iming-imingi apa olehnya hahh ". Meski tubuhnya tidak bisa bergerak dan tangannya di ikat namun mulutnya masih bisa mengoceh.


" Tutup saja mulutnya , benar-benar sangat cerewet ". Keluh Ibu suri.


" Diam kau nenek tua jelek.. ".


Liu Ban membawanya masuk ke dalam kereta milik Ibu Suri.


" Dia terluka ". Ucap Liu Ban dalam hati .


Putri Anle terkena tusukan pedang bagian atas dada akibat tidak konsentrasi , beruntung lukanya tidak dalam namun seukuran wanita itu pasti sangatlah sakit .


" Emmmbbbbbb". Suara Putri Anle yang sedang ditutup oleh kain.


Suara berisiknya tetap saja mengganggu ketenangannya.


*Plak*

__ADS_1


*Plak*


Ibu Suri menampar pipinya bergantian hingga sangat terlihat memar yang membekas dikulit mulus pipinya.


__ADS_2