
Tanpa menunggu lama lagi , Putri Anle langsung masuk ke dalam kamar Liqin.
" Ya ampun Liqin , mengapa sempit sekali kamarmu ini . Hah.. Apa kau merasa nyaman tidur disini ". Celetuknya penuh rasa Iba.
" Ya , Harus dinyamankan Permaisuri. Eh Tapi mengapa kau datang kesini selarut ini ". Tatapan Selidiknya mulai Konek.
" Aku butuh tempat persembunyian jika tidak yah bisa diterkam singa jantan ".
" Hah.. Singa Jantan ".
" Sudahlah , Aku sudah mengantuk ".
" Ada apa dengannya ? Ahh Ini sudah larut biarlah ".
Pada Akhirnya mereka terlelap.
Pangeran Ketiga mencari-cari keberadaan Putri Anle namun hasilnya Nihil.
Dikamarnya tidak ada bahkan di Ruang Rahasianya.
" Mengapa Yang Mulia terlihat Pucat hari ini "? .Kata Wangyu.
" Jangan banyak bicara . Cepat cari Permaisuri ". Titahnya.
Sementara yang dicari-cari tengah asyik tidur terlelap .
Tidak ada yang tau jika Putri Anle berada di Wisma Pelayan saat ini.
Putri Anle menyuruh Pelayan yang semalam bertemu dengannya untuk tutup mulut.
__ADS_1
Di Wisma Pelayan.
Putri Anle masih dalam keadaan Terlelap meski di tempat kecil, sempit .
Liqin Curiga terjadi sesuatu dengan Putri Anle
niat hati ingin membangunkan namun apa daya tak kuasa karena begitu melihatnya tidur dengan sangat nyaman dan begitu lelap.
" Apa yang terjadi dengannya hingga seperti ini ?". gumam Liqin.
Sedetik kemudian , Barulah Putri Anle bangun.
" Hoam.. kenapa ruangannya sangat sempit . Liqin aku lapar , mau mandi cepat siapkan untukku ".
Liqin masih diam dan menatap Putri Anle seakan ingin menanyakan sesuatu padanya.
" Permaisuri , Katakan padaku apa yang sedang terjadi padamu saat ini , lihatlah kau tidur dimana ?". Berusaha menyadarkan.
" Aduhh Liqin , aku tidak akan membahasnya kali ini . Cepatkah aku mau mandi ". Rengeknya.
" Permaisuri tau jika ada yang melihatmu berada disini , sama saja kau sedang mendorongku untuk mati secepatnya ". Pikiran Liqin mulai kemana-mana.
Wangyu sudah berulang kali mencari Permaisuri namun masih belum ada tanda-tanda keberadaannya.
" Yang Mulia , Permaisuri tidak ada di kamarnya . Sudah mencari kemana-mana namun tidak ada ". lapor nya pada Pangeran Ketiga.
" Sudahlah , dia memang bisanya merepotkan saja ".
Sifat acuh tak acuh Pangeran Ketiga mulai kumat ges . wkwkk
__ADS_1
" Yang Mulia mengapa anda hari ini begitu gelisah , Apakah sedang menghawatirkannya ". Ledek Wangyu.
*Brakk*
" Katakan sekali lagi yang kau katakan itu , kau mulai berani sekarang ". Bentaknya .
" Maaf Yang Mulia ". Wangyu berlutut.
Di Depan Pintu gerbang Kediaman Pangeran Ketiga sepertinya sangat riuh dan mengganggu ketenangan siapa lagi jika Liu Ban ekwkwk Sepupu Putri Anle yang gagah pemberani namun agak Menyebalkan .
Wangyu menemuinya karena pasti terjadi sesuatu sehingga dirinya harus membuat keributan di depan Kediaman .
Di Ruang Kerja Pangeran Ketiga.
" Yang Mulia Pangeran Ketiga hamba datang untuk melaporkan jika Kakak saya Liu Heng tidak terima Istrinya dipenjara ". Ungkap Liu Ban dengan nada Serius.
" Lalu ."
" Dia ingin melepaskan Nona Xie Xiu Namun sepertinya dia pergi meminta Perlindungan dari Pangeran Mahkota melihat dirinya begitu dekat dengan Pangeran Mahkota ."
" Bagus , ini yang ku inginkan . Kita lihat saja seberapa hebat Qing Mu berusaha mengeluarkan Wanita Ular seperti Xie Xiu ."
" Yang Mulia , Kurasa Pangeran Mahkota tidak akan membantunya ".
" Kau pasti sudah menebaknya bukan ." Pangeran Ketiga mengeluarkan senyum smirk yang menakutkan.
Jika Pangeran Mahkota tidak bisa membantu karena berhubungan dengan Putri Anle yang telah di rendahkan oleh Nona Xie Xiu dan dia pasti juga menyalahkannya.
Liu Heng akan memilih Jalan lain yang bisa melepaskan Istrinya , Tentu Pangeran Ketiga sudah menebak yang akan terjadi dan Pada akhirnya tetap akan jatuh pada Ibu Suri .
__ADS_1