Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Di Sergap


__ADS_3

" Apakah tidak sakit hingga membekas seperti itu ? ". Ucap Pangeran Ketiga.


" Sangat sakit tapi ini demi membuka kedoknya saja , kebelakangnya pasti akan kubalas yang sama ". Jawab Putri Anle sambil berjalan menggandeng lengan Pangeran Ketiga.


" Dasar Nakal ". Seru Pangeran Ketiga .


Pangeran Ketiga mengajaknya ke tempat arena kompetisi diadakan , seluruh menteri dan bangsawan yang melihat sungguh terkejut bukan main lagi.


Sosok Pangeran Ketiga yang kejam , dingin bahkan disebut-sebut Kepala Pasukan Hantu kini menggandeng mesrah seorang wanita cantik disisinya.


" Bagaimana ? Apakah ini membosankan ?". Tanya Pangeran Ketiga.


" Lumayan ". Jawabnya sambil sedikit tersenyum.


Senyuman Putri Anle mampu menghipnotis seluruh pria yang berada di Arena Kompetisi .


" Tidak kusangka Liu Han memiliki seorang Putri yang memiliki sejuta pesona unik ". Ucap Menteri Xu secara pelan.


Pangeran Mahkota dan Pangeran Keempat menatap sendu kearah Putri Anle yang saat ini sedang tersenyum manis menyaksikan Kompetisi.


*


*


*


" Aku akan membawamu kesuatu tempat ". Bisiknya lirih disertai senyuman .


Putri Anle tidak pernah melihat senyuman termanis itu entah mengapa dia merasa wanita terberuntung bisa melihatnya tersenyum sangat manis semanis-manisnya.


" Senyumanmu membuatku pening ". Kata Putri Anle.


" Sangat jarang terjadi ".


" Pantas saja Nona Mu , Putri Mahkota dan Kakak Kedua semula menyukai Pangeran Mahkota malah berpindah hati ".


" Bagaimana itu denganmu ?".


" Aku --- Ahh biasa saja ".


Pangeran Ketiga tidak terima dan mencubit pipi mulusnya.


" Aakhh ". Rintihnya.


" Kenapa ?".


" Kau mencubit bekas pukulan darinya ".


" Ternyata pria sekaku dia bahkan sekejam dia bisa sangat manis padaku sungguh terharu ." Guma Putri Anle dalam hati .


Kompetisi belum selesai namun Pangeran Ketiga dan Putri Anle berpamitan untuk kembali lebih awal .


Pangeran Ketiga menggunakan kuda kesayangannya untuk ditunggangi bersama Putri Anle.


" Jika malam Lentera aku tidak bisa menikmatinya bersamamu maka hari ini kubayar tuntas agar kau tak meragukanku ".


" Sudahlah itu berlalu jangan mengungkitnya lagi ". Lirihnya .


Pangeran Ketiga membawa Putri Anle ke sungai pinggiran kota untuk yang kedua kalinya.


Jika sebelumnya disiang hari namun saat ini sudah nampak sang rembulan yang terang benderang.

__ADS_1


" Ternyata sungai ini sangat indah jikalau malam hari ". Kata Putri Anle yang takjub.


Pangeran turun dari kuda dan berganti membantu Putri Anle untuk turun dari kudanya.


" Indah bahkan sangat indah lihatlah pohon willow itu meski sudah malam namun terlihat menyejukkan apalagi dengan sinar bulan ". Ucapnya dengan melihat ke atas langit.


" Kau tau , selama ini aku tidak bisa tidur malam dikarenakan nenek tua istri dari Tuan San mengutukku ". Ungkap Pangeran Ketiga sambil merangkul pinggang Putri Anle.


" Hahahaa kukira hanya di sebuah cerita saja ternyata ada seperti itu dan ------". Meledek.


" Kau meledekku ". Mencubit kedua pipi Putri Anle.


Putri Anle melihat perahu yang pernah ditumpangi kala itu.


" Ada apa ? Kau ingin menaikinya lagi ". Sahut Pangeran Ketiga.


" Aku--- Aku masih teringat kala itu dia masih didalam perut ini menaikinya ". Memegang perut yang sudah datar.


" Aku sudah menanamkannya kembali bersabarlah ". Ucap Pangeran Ketiga.


Hari ini bertepatan dengan bulan purnama yang sempurna memancarkan cahaya yang luar biasa.


" Kata ibu , Aku dilahirkan tepat pada bulan purnama saat itu juga Nenek Bai memberiku nama Sanyue ".


Perkataannya mengejutkan sekaligus membuat Pangeran Ketiga termangu.


" Selamat Ulang Tahun Sanyue - ku tercinta , pantas saja kau terlihat bersinar seperti bulan purnama itu ". Pangeran Ketiga menyanjung.


" Terima kasih Laoyu teman kecilku yang malang kini adalah takdirku ".


" Aku tidak kau memanggil nama kecilku karena terlalu menyakitkan ". berkaca-kaca.


Selepas dari sungai pinggiran kota mereka segera kembali ke Kediaman untuk beristirahat karena sudah larut.


Pangeran Ketiga sudah mengetahui keberadaan mereka namun sengaja dibiarkan untuk menunggu aksinya.


" Pegang tali yang erat karena ada beberapa orang yang mengintai ". bisik Pangeran Ketiga.


Putri Anle hanya menanggukan kepala saja , tidak ada rasa ketakutan dari dalam hatinya karena dia bukanlah seorang wanita yang lemah dan tidak mudah ditindas.


Suara derapan kuda mulai menggema dan saling kejar mengejar.


" Ternyata seperti ini berkuda memakai kecepatan tinggi kurasa ini menakjubkan ". Teriak Putri Anle.


" Peganglah yang erat ,. ". Menarik tali kuda agar berlari dengan sangat cepat.


Ternyata di depan mereka sudah disambut oleh Sekelompok orang asing juga bahkan saat ini sudah terkepung .


Mata tajam Pangeran Ketiga mulai mengarah pada sekelompok pengepung tersebut bahkan ada yang merinding dan menahan rasa ketakutannya .


" Jangan pernah mengusikku ". Ucap Pangeran Ketiga dengan menekan kata-katanya .


Tiba-tiba ada sebuah panah yang mengarah pada Putri Anle namun hal itu segera disadari olehnya.


" Kalian mengira aku ini wanita penakut , Kita akan hadapi mereka dan ayo turun ". Ajaknya pada Pangeran Ketiga.


2 lawan 40 orang yang sudah bersiap untuk menyerang.


" Ciiaattttt ". Teriak Putri Anle yang memulai untuk bertarung.


*Sreng*

__ADS_1


* Sreng*


*Sreng*


Suara pedang bersorak-sorak mulai sedikit melemah karena Putri Anle mengunggulkannya menumpas beberapa orang yang mengusiknya.


Tiba-tiba banyak anak panah yang menghujani keduanya namun masih bisa ditangkal dengan tangan-tangan yang sudah lihai.


" Jika ini dibiarkan terus menerus maka tidak akan ada selesainya , Aku akan menggunakan racun bubuk ini ". Ucap Putri dalam hatinya.


Putri Anle ingin mengambil sesuatu dari dalam kantongnya namun Pangeran Ketiga melarangnya.


Dengan menggunakan Energi tenaga dalamnya yang mendekati sempurna semua musuh terpental jauh tidak aturan bahkan sampai tidak sadarkan diri karena benturan.


" Mengapa tidak sejak tadi saja seperti ini ?." Kata Putri Anle yang mulai merajuk.


" Jika aku melakukannya dari awal maka akan sia-sia ". Jawabnya santai lalu menggendong kembali tubuh Putri Anle .


" Menyebalkan ". Cebikan Putri Anle.


" Kau memiliki kemampuan harusnya bisa diasah dan hari ini juga lumayan , besok aku akan melatihmu kembali karena kebelakangnya musuhmu bukan setingkat mereka tapi diatasmu ".


" Sepertinya mereka menargetkanku !!". Tebaknya.


" Ya , tentu itu kau . Karena ini adalah baru kali pertama aku disergap ". Ungkap Pangeran Ketiga.


Mendengar fakta yang mengejutkan itu seketika mulut Putri Anle menganga dan sulit untuk berkata-kata.


" Berhati-hatilah , Musuhmu kemungkinan jauh lebih hebat darimu ".


" Siapa musuhku , Putri Mahkota ahh mana mungkin ? Apakah Kakak Kedua .. itu mana mungkin atau Nenek Tua itu ". Menerka-nerka.


" Kau jangan salah dulu , Justru Ibu Suri memiliki Kemampuan berpedang yang hebat karena sejak mudanya dia selalu diajarkan bermain pedang oleh Jendral Fu ."


" Kakek ? ".


" Sebentar lagi sampai . Bersihkan tubuhmu dan kutunggu kau di Paviliunku " .


" Jangan katakan jika kau menginginkanku lagi , Sungguh hari ini aku sangat lelah ."


" Siapa yang mengatakan seperti itu ? Kau saja yang terlalu berharap ".


Putri Anle mengernyitkan dahinya karena merasa malu telah salah menerka .


Mereka sudah sampai di Kediaman Pangeran Ketiga.


Liqin dan Wangyu masih setia menunggu mereka kembali .


" Kalian masih disini ". Kata Putri Anle.


" Menunggu anda datang Permaisuri ". Jawab Liqin.


" Hah , begitu rupanya . Liqin tolong bantu aku untuk membersihkan diri ."


" Baiklah ".


Wangyu membuntuti Pangeran Ketiga untuk membicarakan perihal penyerangan sekelompok orang .


" Ibu Suri tidak akan melepaskan Permaisuri , ini bisa berbahaya untuknya ". Ungkap Wangyu .


" Dia bukan wanita lemah namun pada akhirnya juga pasti berhadapan dengan Chu Seng ".

__ADS_1


*Chu Seng adalah Ibu Suri Qingshan istri dari Kaisar sebelumnya bisa disebut juga Permaisuri sebelumnya .


__ADS_2