
Putri Anle mengurung dirinya di Kamar karena tidak ingin bertemu dengan Pangeran Ketiga .
Setelah lama tidak bertemu barulah menyadari jika dirinya dan Sang Permaisuri tidak pernah saling bertegur sapa lagi.
" Wangyu , Mengapa Permaisuri tidak nampak ? Apakah terjadi sesuatu padanya ". Ucap Pangeran Ketiga.
" Maaf Yang Mulia , Berdasarkan Informasi dari Para Pelayan jika Permaisuri memang tidak pernah keluar dari Kamarnya ". Jelas Wangyu.
Hal ini masih menjadi pikiran untuk Pangeran Ketiga dan memilih untuk datang melihat keadaan Permaisurinya.
Pintu Kamar tertutup sangat rapat hingga susah untuk membukanya dan terpaksa Pangeran Ketiga menyuruh Wangyu untuk Mendobraknya.
*Brakkk*
*Brakkk*
Pintu sudah dibuka dengan Paksa dan rusak , Pangeran Ketiga mulai memasuki Kamar milik Putri Anle.
Pandangannya mengedar keseluruh detail ruangan namun tidak menemukan Keberadaan Putri Anle.
Langkahnya terhenti melihat Sosok yang sedang dicarinya sedang menikmati Ketenangan didalam Bak yang terbuat dari Kayu bertaburan Bunga Mawar.
Aromanya sungguh menggoda indra Penciumannya hingga ikut terbuai.
Pangeran Ketiga mendekati Pemandian itu hingga membuat Putri Anle terkejut begitu tubuhnya ada yang menyentuh.
" Aahh ". Teriak Putri Anle .
" Kau bisa terkejut rupanya ". Kata Pangeran Ketiga.
__ADS_1
Setelah itu suasana menjadi Hening kembali karena Putri Anle mendiamkan Pangeran Ketiga yang masih berada di sampingnya.
Lebih mengejutkan lagi Pangeran menceburkan seluruh Tubuhnya ke dalam bak mandi bersama dengan Putri Anle.
" Kau , Sedang apa kau ini ?". Mengindar.
" Kau mengapa mendiamkanku . Katakan ada apa denganmu ?". Lirihnya .
" Tidak ada ". Jawabnya dingin.
Mendengar Jawaban yang membuat resah dengan segera Wajahnya mendekatkan pada Wajah Putri Anle hingga keduanya terlihat saling menatap.
" Pikiranku sedang Kacau . Tolong jangan mengabaikanku lagi ". Lirihnya lembut setelah itu tangannya menangkup Wajah Cantik Putri Anle.
Pangeran Ketiga memagut Bibir Mungil nan Merekah bagai Bunga Mawar itu dengan lembut.
Putri Anle sendiri tidak bisa memungkiri dengan Perlakuan yang berikan oleh Pangeran Ketiga .
" Bolehkah aku melakukannya saat ini ". Bisikan itu berhasil membuat dada Putri Anle berdesir bahkan Nafasnya naik turun.
" Aku benar-benar sangat menginginkanmu saat ini ". Imbuhnya lagi yang menambah terkejut.
Tidak ada jawaaban sama sekali yang keluar dari Mulut Putri Anle.
Pangeran menganggap diamnya adalah Sebuah Persetujuan.
Tubuh itu diangkat ala Bridal style . Dengan Reflek Kedua tangan Putri Anle melingkar sempurna dibagian leher Pangeran Ketiga .
" Perasaan apa ini ? Apa yang akan dilakukan olehnya ". Ungkapnya dalam hati.
__ADS_1
Sebelum memakaikan handuk , Pangeran terlebih dulu memeriksa Kamar milik Putri Anle mengingat Pintu Kamarnya telah rusak didobrak.
Namun ternyata Pintu itu sudah kembali Normal dan langsung diperbaiki oleh Pelayan Pria.
Mata Putri Anle terbelalak ketika melihat Tubuh Kekar yang Indah milik Pangeran Ketiga .
Padahal sudah pernah melihatnya entah mengapa masih saja terpesona .
Pangeran Ketiga mengangkat tubuhnya lagi dan segeralah dibawa ke atas Ranjang .
" Kau --- Kau mau apa ? ".
" Kubilang ? Aku sedang menginginkanmu saat ini ".
" Apa ? Jadi kita akan ".
Putri Anle mulai merinding hebat sekaligus ada perasaan takut yang menimpanya saat ini.
" Jangan takut , Aku akan melakukannya sedikit Pelan tidak akan menyakitimu ". Ucapnya lembut sambil membuka Pakaian milik Putri Anle.
" Aku --- Ta--taa pi ".
Bibir itu segera dilahap habis agar tidak banyak bicara dan bertanya .
Pangeran Ketiga benar-benar berhasil membuat Permaisurinya terbuai dengan Permainannya .
Meski keduanya masih saling memagut namun tangan nakal milik Pangeran Mulai memberanikan diri untuk bertamasya berkeliling-keliling dibagian dada Putri Anle.
" Aahh ". De - sa - han Lembut itu berhasil lolos dari Mulut Putri Anle kala Tangan Nakal Pangeran memainkan sebuah Benda bulat yang halus .
__ADS_1