Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Kediaman Liu


__ADS_3

Setelah Kepergian Pangeran Ketiga dari Kediaman , barulah Perdana Menteri Liu datang menjemput Putri Anle .


Karena sudah tidak sempat mengantar Putri Anle untuk itu meminta bantuan Perdana Menteri Liu selaku Ayah dari Putri Anle untuk sementara .


" Ck , Ayah mengapa harus datang ". Tidak suka melihat Perdana Menteri Liu.


" Pangeran Ketiga yang memintanya untuk menjagamu sampai dia datang kembali ke Ibukota ".


" Beri aku waktu ayah , lebih baik kau pulanglah dulu temani Ibu ".


" Tidak bisa Ning'er ? Ayahmu ini tidak ingin mendapat Masalah dari Pangeran Ketiga . Jadi Menurutlah ".


Perdana Menteri Liu berhasil membawa Putrinya untuk sementara tinggal di Kediaman Liu.


" Ibuuuu !". Teriak Putri Anle .


" Ning'er ".


" Ibu , Aku merindukanmu ". Memeluk Nyonya liu.


" Ish , Kau ini alasan saja. Jika rindu mengapa kau tak datang saja kemari bersama Pangeran ?".


" Ibu seperti tidak mengenalnya saja ".


Selepas saling merindu , Putri Anle kembali ke Kamarnya yang dulu .


" Sungguh tidak ada yang berubah Liqin , Sebaiknya kau siapkan segala Peralatan untuk membuat Herbal ".


" Baik Permaisuri ".


" Bunga Lily merah itu ? Liqin , bantu aku mengambil Bunga Lily merah yang ada dibelakang ."

__ADS_1


" Bukankah tidak boleh ke daerah itu Permaisuri ".


" Kita akan pergi setelah Ayah berangkat ke Istana , Nampaknya Peperangan kali ini membuat resah . Kirim surat pada A'ban panggil kemari ." Titahnya pada Liqin.


Putri Anle saat ini tengah menikmati Lingkungan Kediaman Liu yang sudah lama ditinggalkan namun tidak ada perubahan sama sekali.


" Hei , Hei Ada Kakak Kedua Rupanya yang datang ". Nona Ketiga Liu menyapa.


" Ternyata kau masih hidup rupanya ". Balasnya dengan kejam.


" Ck, Kau masih tetap sama rupanya . Namun sepertinya semakin kejam saja apakah sifat Pangeran mempengaruhimu atau kau hanya berpura-pura kejam saja ". Sindirnya yang membuat Putri Anle mulai Kesal.


" Apa urusannya denganmu ? Sebaiknya kau urus saja dirimu sendiri yang tak laku ". Ejeknya.


" Maksutmu apa ?" . Mulai marah.


" Mana ada Pria yang mau dengan anak Selir rendahan yang sok sepertimu . Meski kau juga anak Perdana Menteri namun Statusmu tetaplah rendah ".


Namun serangan itu segera ditepis oleh Putri Anle.


" Dari dulu sampai sekarang mana ada seorang Liu Ning kalah dengan anak Selir sepertimu ." Putri Anle memelintir tangan Nona Ketiga.


Melihat Putri Anle menindas Nona Ketiga , Nona Pertama datang untuk membantu .


" Apa yang kau lakukan sama sekali tidak mencerminkan seorang Permaisuri Kerajaan , Oh iya lupa !! Ternyata adik kedua seorang Wanita bar-bar ..hehehe ?". Nona Pertama Menyindir Putri Anle.


" Kakak Pertama tolong bantu aku ". Pintanya pada Nona Pertama .


" Adik Kedua jangan terlalu kasar padanya . Adik Ketiga sudah tidak mempunyai Ibu disisinya jadi lepaskanlah ."


" Mengapa kau berubah menyebalkan kak " .

__ADS_1


" Hahahaha !! Berubah, Sama saja seperti dulu ". Nona Pertama tertawa.


Putri Anle melepaskan Nona Ketiga dengan cara melemparkannya ke Tanah .


" Auwhh ... ". Ringisnya.


" Kau tenang saja Adik Ketiga nanti lapor pada Ayah tentang perlakuannya ". Gumam Nona Pertama.


" Oh , Bagus . Aku mendukung kalian saja ". Ucap Putri Anle selepas itu pergi meninggalkan mereka.


Nona Pertama dan Nona Ketiga tidak bisa berkata-kata lagi .


Tentu merasa sia-sia saja mengancamnya bahkan tidak mempan.


Kali ini Nona Pertama dan Ketiga saling bekerja sama untuk membuat Putri Anle mendapat balasannya.


Mereka melupakan Status Seorang Putri Anle saat ini yang sudah menjadi Orang penting terlebih lagi menjadi Permaisuri dari Orang Nomor 2 di Kekaisaran Qianwu .


Tanpa Sepengetahuan Putri Anle bahkan Liqin sekalipun , Pangeran Ketiga menempatkan Pengawal Bayangan untuk melindungi Putri Anle.


" Ck, Kau itu bodoh !! Kenapa rencana kita gagal hari ini ." Umpat Nona Pertama pada Nona Ketiga.


" Siapa yang kau sebut bodoh itu, Kau melupakan Statusnya ".


" Tidak penting . Aku hanya ingin melihatnya menderita berada disini ". Ucap Nona Pertama.


" Aku merasakan jika saat ini ada yang melindunginya , Karena rencana yang sudah kita susun sudah seharusnya berhasil ".


" Dasar memang kau yang bodoh ". Menjetikkan tangan ke Dahi Nona Ketiga .


" Hei , Mengapa Kakak Pertama malah menyalahkanku saja ". Mulai tidak terima.

__ADS_1


__ADS_2