Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Hampir Kehilangan Nyawa


__ADS_3

Dengan Benda ditangannya saat ini , Pasti bisa mengusir Pria Arogan itu.


* Tak"


Batu kecil yang tepat sasaran mengenai Kepala Pengawal Pria Arogan itu sehingga mengucurkan sedikit darah segar.


" Uhh Benda ini sangat membantuku.. Rasakan itu ,. hehehe ". Nona Kedua segera bersembunyi.


Pengawal Itu Meringis Kesakitan .


" Asshh... Yang Mulia sepertinya ada yang melemparkan batu secara sembunyi . " Kata Pengawal.


" Masuklah , Segera obati lukamu . Lancang , Siapa yang berani bertindak seperti ini ". Kata Pangeran Mahkota.


Siapa lagi yang sering berada di Sekitar Kediaman Liu kalau bukan Pangeran Mahkota yang datang dengan diam-diam untuk melihat Nona Ketiga lebih tepatnya lagi sebenarnya Nona Kedua.


Karena Teman Kecilnya adalah Nona Kedua , hanya saja Pangeran Mahkota telah keliru.


Permaisuri mengetahui jika Pangeran Mahkota sering bepergian keluar Istana hanya untuk melihat Anak Selir .


Ya , Permaisuri sudah lebih dahulu menyuruh orang untuk mencari tau tentang Wanita yang disukai oleh Putranya.


Tidak menyangka jika itu Anak Selir rendahan.


Permaisuri memijit Ujung keningnya karena merasa telah mempunyai Putra yang tidak bisa menjaga nama baiknya sendiri.


Permaisuri sungguh teramat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Mahkota.

__ADS_1


Kediaman Liu.


Nona Kedua tertawa karena rencananya telah berhasil , kali ini dia akan keluar untuk bertemu dengan temannya.


Nona Kedua saat ini sudah berteman dekat dengan Pangeran Ke empat.


" Aning , Aku punya sesuatu untukmu ". Kata Pangeran Ke empat.


" Aku tidak ingin tau . Katakan yang ingin kau katakanlah saat ini aku sibuk ".


" Lihatlah ?". Pangeran Ke empat memberikan Tanaman Herbal yang begitu Langka.


Pangeran Ke empat sudah tau jika Nona Kedua memiliki Bakat dalam bidang Pengobatan.


" Kau memang teman pengertian .. ". Nona Kedua ingin mengambil Tanaman Itu namun Pangeran ke empat mempermainkannya.


" A'yao , Berikan itu padaku . Jika tidak baiklah jangan berharap bisa bertemu denganku lagi."


" Kau sedang mengancamku ". Goda Pangeran ke empat.


" Terserah padamu ".


Nona Kedua pergi dengan menggunakan teknik lari kecepatan , Teknik itu diajarkan Oleh Pangeran Ke empat.


" Mengapa aku harus mengajarinya Teknik itu jika pada akhirnya dia tidak memperdulikanku.. Aning.. Kau menggemaskan ".


Pangeran Ke empat menyukai Nona Kedua sejak Pandangan Pertama , Dia tidak peduli dengan Warna kulit yang dimiliki olehnya.

__ADS_1


Meski berkulit gelap namun kecantikannya tidak tertutupi , ada aura tersendiri yang memancar dari wajahnya .


Nona Kedua pergi ke Toko Buku untuk membeli sebuah Buku yang berhubungan dengan Obat-obatan.


Sungguh tidak menyangka jika Nona Kedua akan bertemu dengan Pria Bangsawan yang Arogan ini.


Sebisanya Nona Kedua memilih untuk menghindarinya karena tidak ingin terlibat cekcok dengannya.


Setelah selesai membeli Buku , Nona Kedua langsung buru-buru pergi namun Tangannya tiba-tiba ditarik.


" Wanita berkulit Gelap apa kabar ?". Kata Pangeran Mahkota.


" Lepaskan Tanganku . "


" Aku sudah pernah bilang jika kita bertemu lagi maka aku tidak akan mengampuni Nyawamu lagi. Anseng ambilkan Pedangku ". Titah Pangeran Mahkota.


Sebelum Pangeran Mahkota benar-benar akan membunuhnya dengan terpaksa dia harus melakukan Kekasaran.


* Bukkl *


Nona Kedua menendang Perut Pangeran Mahkota dan segera pergi dengan menggunakan Teknik Lari kecepatan tinggi.


" Kurang ajar ? Aseng kejar Wanita sialan itu ."


" Baik Yang Mulia ".


" Aku berjanji tidak akan pernah melepaskanmu lagi . Kupastikan kau akan mati ditanganku Wanita sialan." Pangeran Mahkota naik Pitam .

__ADS_1


__ADS_2