
" Sudah sampai , Istirahatlah . Aku tidak akan mengganggumu ". Ucapnya dengan nada datar.
Putri Anle menggerayangi bibirnya sambil mengingat - ingat kejadian yang menimpanya.
" Apakah tadi itu aku yang melakukannya.. gilaa.. mengapa aku melakukannya ".
Liqin datang dengan Tiba-tiba dan membuat Putri Anle terkejut.
" Astagaa kau... Liqin..?? Untung jantungku tidak kelepasan ". Teriaknya.
" Ehmm.. Mengapa Permaisuri terlihat berantakan ?". Kini Liqin mulai menggoda Putri Anle.
" Be--berantakan katamu ." Dia segera berlari ke kamarnya untuk mencari cermin.
Lalu Liqin tertawa terbahak-bahak.
Di Ruang Kerja Pangeran Ketiga.
" Ada Informasi apa ?".
" Negara Yunzi sedang membuat Onar dan meresahkan Perbatasan Utara Yang Mulia ".
" Mereka menabuh Genderang Perang rupanya ".
" Tapi ,.. ". Wangyu mulai resah.
" Ada apa ? Apakah kau takut pada mereka ?".
" Bukan Yang Mulia . Bukankah Negara Yunzi adalah Negara yang pernah anda singgahi " . Ujar Wangyu .
" Ya ."
" Putri An Ling Xi sangat tersobsesi pada anda Apa mungkin ini adalah Ulahnya guna untuk menarik Perhatianmu ".
" Kau memang sangat Jeli ".
__ADS_1
" Bagaimana cara mengatasinya Yang Mulia ?". Wangyu mulai sedikit Panik.
" Sudah bisa diatur , Wanita sepertinya akan masuk dalam jebakannya sendiri ".
Pada Malam harinya Putri Anle tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian yang menimpanya , Tanpa di sadari senyumannya lepas begitu saja setelah itu sadar kembali.
" Apa yang aku pikirkan ? Aku jadi malu jika harus berjumpa dengannya . Bisa-bisanya aku menunjukkan Sifat yang Ahghh... Memalukan..." . Rutuk Putri Anle.
*Cklek*
Suara Pintu terbuka mengagetkannya .
" Kau.. Mengapa kau kemari ?". Berbicara sambil memalingkan wajahnya karena malu.
" Aku akan tidur disini ". Jawabnya sambil melangkahkan kakinya ke Ranjang.
" Disini banyak binatang nakalnya , Banyak hewan penghisap darah pokoknya tidak nyaman ".
" Tidak masalah untukku ". Berbaring di Atas Ranjang.
" Bisakah tidak bertingkah kekanakan . Kemarilah , aku akan memberitahumu sesuatu ."
" Jangan bertingkah berlebihan atau kau akan menyesalinya ".
" Aku tidak akan meminta tanpa persetujuanmu , Kecuali Bibirmu itu yang membuat candu ingin selalu melahabnya ".
" Katakan , Kau mau mengatakan apa ?".
" Besok aku akan pergi . Aku hanya tidak ingin kau terlalu merindukannku ".
" Hah.. ".
" Ya ampun mengapa dia jadi tidak tahu malu sekali sekarang , sungguh tidak terduga ". Gumamnya dalam hati.
" Jangan berkata dalam hati Aku bisa mendengar dan merasakannya ". Ucapan Pangeran Ketiga benar-benar membuat Putri Anle menjadi salah Tingkah.
__ADS_1
" Siapa yang berkata dalam hati ". Menyela .
" Tidurlah disampingku ." Titahnya sambil menepuk-nepuk Bantal.
Putri Anle masih merasa ketakutan karena saat ini Pangeran Ketiga berubah menjadi Pria tidak tahu malu.
" Cepatlah , Atau aku akan memaksamu ".
" Ahh Tidak, Baiklah ..".
Pangeran Ketiga tersenyum karena Putri Anle begitu menggemaskan.
" Mau berbicara tentang apa sepertinya sangat penting ." cerosos Putri Anle.
" Besok aku akan pergi jauh dan akan cukup lama tidak pulang atau bisa jadi tidak bisa kembali dalam keadaan hidup ." Memancing Putri Anle.
Benar saja , Begitu mendengar Ucapnya yang entah mengapa terasa menyakitkan untuknya.
" Tidak bisa ".
" Apa yang tidak bisa ?".
" Aahh.. Kau mau kemana ? Jangan mengatakan sesuatu yang tidak penting ".
" Apakah kau takut jika aku tak kembali ?". Seketika Netra keduanya saling bertemu dan saling beratatap sendu.
Tidak ingin terhanyut dalam pandangannya dengan secepatnya Putri Anle menghamburkan pandangannya.
" Apakah kau membenciku karena masa lalu ? Aku tau jika aku salah . Aku tidak pernah ingkar , Jika kau meminta Nyawaku maka akan kuberikan padamu ". Lirihnya penuh ketulusan.
" Kau berbicara apa . Soal dimasa lalu aku memang marah padamu tapi ahh Sudahlah biarlah berlalu aja , Tapi kau mau kemana ?".
Pangeran Ketiga masih terdiam karena Pikirannya dipenuhi dengan kekhawatiran.
" Hei , Kenapa kau diam ."
__ADS_1
" Apakah kau menganggap Pernikahan ini Penderitaan untukmu jika benar maka sebelum aku pergi dari sini .. takutnya aku tak bisa kembali maka Aku kemari untuk membuat Keputusan untukmu ".