Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Serangan Yunzi


__ADS_3

" Sudah sampai , Istirahatlah . Aku tidak akan mengganggumu ". Ucapnya dengan nada datar.


Putri Anle menggerayangi bibirnya sambil mengingat - ingat kejadian yang menimpanya.


" Apakah tadi itu aku yang melakukannya.. gilaa.. mengapa aku melakukannya ".


Liqin datang dengan Tiba-tiba dan membuat Putri Anle terkejut.


" Astagaa kau... Liqin..?? Untung jantungku tidak kelepasan ". Teriaknya.


" Ehmm.. Mengapa Permaisuri terlihat berantakan ?". Kini Liqin mulai menggoda Putri Anle.


" Be--berantakan katamu ." Dia segera berlari ke kamarnya untuk mencari cermin.


Lalu Liqin tertawa terbahak-bahak.


Di Ruang Kerja Pangeran Ketiga.


" Ada Informasi apa ?".


" Negara Yunzi sedang membuat Onar dan meresahkan Perbatasan Utara Yang Mulia ".


" Mereka menabuh Genderang Perang rupanya ".


" Tapi ,.. ". Wangyu mulai resah.


" Ada apa ? Apakah kau takut pada mereka ?".


" Bukan Yang Mulia . Bukankah Negara Yunzi adalah Negara yang pernah anda singgahi " . Ujar Wangyu .


" Ya ."


" Putri An Ling Xi sangat tersobsesi pada anda Apa mungkin ini adalah Ulahnya guna untuk menarik Perhatianmu ".


" Kau memang sangat Jeli ".

__ADS_1


" Bagaimana cara mengatasinya Yang Mulia ?". Wangyu mulai sedikit Panik.


" Sudah bisa diatur , Wanita sepertinya akan masuk dalam jebakannya sendiri ".


Pada Malam harinya Putri Anle tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian yang menimpanya , Tanpa di sadari senyumannya lepas begitu saja setelah itu sadar kembali.


" Apa yang aku pikirkan ? Aku jadi malu jika harus berjumpa dengannya . Bisa-bisanya aku menunjukkan Sifat yang Ahghh... Memalukan..." . Rutuk Putri Anle.


*Cklek*


Suara Pintu terbuka mengagetkannya .


" Kau.. Mengapa kau kemari ?". Berbicara sambil memalingkan wajahnya karena malu.


" Aku akan tidur disini ". Jawabnya sambil melangkahkan kakinya ke Ranjang.


" Disini banyak binatang nakalnya , Banyak hewan penghisap darah pokoknya tidak nyaman ".


" Tidak masalah untukku ". Berbaring di Atas Ranjang.


" Bisakah tidak bertingkah kekanakan . Kemarilah , aku akan memberitahumu sesuatu ."


" Jangan bertingkah berlebihan atau kau akan menyesalinya ".


" Aku tidak akan meminta tanpa persetujuanmu , Kecuali Bibirmu itu yang membuat candu ingin selalu melahabnya ".


" Katakan , Kau mau mengatakan apa ?".


" Besok aku akan pergi . Aku hanya tidak ingin kau terlalu merindukannku ".


" Hah.. ".


" Ya ampun mengapa dia jadi tidak tahu malu sekali sekarang , sungguh tidak terduga ". Gumamnya dalam hati.


" Jangan berkata dalam hati Aku bisa mendengar dan merasakannya ". Ucapan Pangeran Ketiga benar-benar membuat Putri Anle menjadi salah Tingkah.

__ADS_1


" Siapa yang berkata dalam hati ". Menyela .


" Tidurlah disampingku ." Titahnya sambil menepuk-nepuk Bantal.


Putri Anle masih merasa ketakutan karena saat ini Pangeran Ketiga berubah menjadi Pria tidak tahu malu.


" Cepatlah , Atau aku akan memaksamu ".


" Ahh Tidak, Baiklah ..".


Pangeran Ketiga tersenyum karena Putri Anle begitu menggemaskan.


" Mau berbicara tentang apa sepertinya sangat penting ." cerosos Putri Anle.


" Besok aku akan pergi jauh dan akan cukup lama tidak pulang atau bisa jadi tidak bisa kembali dalam keadaan hidup ." Memancing Putri Anle.


Benar saja , Begitu mendengar Ucapnya yang entah mengapa terasa menyakitkan untuknya.


" Tidak bisa ".


" Apa yang tidak bisa ?".


" Aahh.. Kau mau kemana ? Jangan mengatakan sesuatu yang tidak penting ".


" Apakah kau takut jika aku tak kembali ?". Seketika Netra keduanya saling bertemu dan saling beratatap sendu.


Tidak ingin terhanyut dalam pandangannya dengan secepatnya Putri Anle menghamburkan pandangannya.


" Apakah kau membenciku karena masa lalu ? Aku tau jika aku salah . Aku tidak pernah ingkar , Jika kau meminta Nyawaku maka akan kuberikan padamu ". Lirihnya penuh ketulusan.


" Kau berbicara apa . Soal dimasa lalu aku memang marah padamu tapi ahh Sudahlah biarlah berlalu aja , Tapi kau mau kemana ?".


Pangeran Ketiga masih terdiam karena Pikirannya dipenuhi dengan kekhawatiran.


" Hei , Kenapa kau diam ."

__ADS_1


" Apakah kau menganggap Pernikahan ini Penderitaan untukmu jika benar maka sebelum aku pergi dari sini .. takutnya aku tak bisa kembali maka Aku kemari untuk membuat Keputusan untukmu ".


__ADS_2