Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Cemburu


__ADS_3

" Paa--Pangeran ".


" Katakan darimana kau sejak tadi ". Penekanan ucapan Pangeran Ketiga menakutkan.


" Aku Pergi ke Paviliun Minxiang hanya


Untuk menikmati makanan yang sudah lama tak kunikmati disana ". Ungkap Putri Anle dengan Lancar.


" Selain itu apalagi yang kau lakukan ". Cecarnya membuat Liqin tersadar jika Pangeran Ketiga sangat Posesif.


" Aku... Aku hanya makan saja disana ".


" Makan dengan Siapa ! ".


" Mengapa hari ini kau ini aneh ".


" Jawab dulu pertanyaanku jangan pernah memindahkan topik lain". Sentaknya membuat Semua yang berada disana ketakutan.


Putri Anle hanya diam tanpa membuka suaranya.


Mata Pangeran Ketiga masih menyorotinya dengan tajam yang penuh dengan Selidik .


Dengan memangut Dagu mulus milik Permaisurinya , Dia menatap mata Itu dalam-dalam untuk melihat kejujurannya.


" Lepaskan dulu , Aku akan mengatakannya ". Pintanya.


" Katakan sejujurnya padaku mengapa kau bersamanya dan apa hubungan diantara kalian ".


" Hahh ? Apakah dia mengetahuinya ". Gumam Putri Anle dalam hatinya.

__ADS_1


" Mengapa kau diam hahh ". Sentakan kedua kalinya membuat Putri Anle mengusap dada.


" Pangeran apa kau ini tidak bisa berkata lembut kepadaku ". Protesnya.


" Jangan berbelit lagi , Aku tak suka ". Sarkasnya.


" Aku .. Hmm.. Dia adalah temanku jauh sebelum kita kenal . Aku dan dia tidak memiliki Hubungan apa-apa selain Pertemanan ". Jelasnya.


" Apakah Ucapanmu itu bisa dipercaya ". Pangeran Ketiga mendekatkan Wajahnya seakan ingin menuntut sebuah kejujuran yang sejujur-jujurnya.


" Apa yang aku katakan adalah kebenaran tidak ada hubungan diantara kami ". Ucapan Putri Anle begitu tegas dan berani menatap mata Pangeran Ketiga.


" Namun yang kau lakukan itu tidak benar . Perhatikan kembali posisimu jangan menjatuhkan Kehormatan dan Kewibawaanku , Sebelumnya kau belum menikah tapi untuk saat ini Perhatikan Posisimu .. Paham ".


Putri Anle masih terdiam memperhatikan Nasehat yang dilontarkan oleh Suaminya ini.


" Apa saat ini dia sedang Cemburu ". Kata Putri Anle dalam hati.


*Deg*


" Mengapa dia bisa membaca Pikiranku ". Lirihnya dalam hati.


Sebelum Pergi meninggalkan Permaisurinya , Ada hal yang ingin dikatakan olehnya mengenai Festival Bunga yang di adakan oleh Ibu Suri namun berbicara di tempat saat ini tidak mungkin karena akan sangat berbahaya.


" Kutunggu nanti malam ". Lirihnya .


" Mulai Sekarang Panggil dia Permaisuri Yu ". Teriaknya .


Sungguh hal yang tak terduga yang tiba-tiba dilontarkan olehnya membuat sekitarnya terkejut.

__ADS_1


Putri Anle sangat kesal karena Pangeran Ketiga selalu saja membuatnya jengkel se jengkel-jengkelnya .


" Bisa-bisanya dia membuat Keputusan seperti itu . Aku tidak terima ". Keluhnya saat berada di dalam kamarnya .


" Pu-- Ehh Maksutnya Permaisuri jangan berbicara terlalu keras ".


" Aku kesal, aku tak bisa jika diperlakukan seperti ini bukankah dia sedang mengekangku ".


" Pangeran Ketiga mencemburuinya kalau tidak mana mungkin akan membuat Keputusan seperti itu ". Ucap Liqin sembari menebak isi hati Pangeran Ketiga.


" Dia tidak berkata seperti itu ?".


" Ya Jelas . Pangeran Ketiga tidak akan mengatakannya secara langsung akan tetapi dengan tindakannya yang melarangmu untuk tidak menemuinya lagi , Itu sudah jelas ".


" Aku tidak perduli ".


" Kalian ini sepasang Suami Istri harusnya saling memahami satu sama lain ". Liqin sok menasehati.


" Kau berkata seperti ini Apakah sudah menikah sebelumnya ." Ujar Putri Anle.


" Hah , Mana mungkin . Ya tentu aku melihat Tuan dan Nyonya Liu seperti itu ".


" Mereka sering adu cekcok sepertiku ". Sergahnya membuat Liqin Kepayang tak bisa berkata apa-apa lagi.


" Yah , Aku menyerah ".


Ada Senyum menyeringai di bibir Putri Anle .


" Tapi , Aku ingin menang melawannya ". Pangkasnya .

__ADS_1


" Kau Rayu saja dia ". Sahut Liqin .


__ADS_2