
Begitu pintu terbuka , Putri Anle segera memasuki kamar barunya.
Dia tak bisa berkata apa-apa lagi , Kamarnya begitu Indah bahkan disana terdapat Ruang Rahasia juga.
Rupanya Pangeran Ketiga telah menyiapkan segalanya untuknya.
Saat memasuki Ruang Rahasia itu , Matanya nanar melihat Semua Perabot dan barang-barang untuk Pembuatan Obat Herbal sangat lengkap.
" Ini , Sangat Detail sekali bahkan Ruangannya lebih baik daripada di Kediaman Liu. Ternyata Dia masih bisa membuatku senang ". Ungkapnya yang tak sadar sedang memuji Pangeran Ketiga.
Pangeran Ketiga menghabiskan Waktunya di Ruang Kerjanya saat ini , Begitu banyak Laporan yang datang hingga membuatnya tak bisa berjalan bebas .
Di Istana .
Kabar tentang kedatangan Kekaisaran Negara Ming telah sampai ditelinga Kaisar.
Diperkirakan dalam seminggu mereka akan sampai di Ibukota Qianwu.
Pangeran Ketiga sudah mendeteksi kedatangan Kaisar Ming bukan hanya untuk Perdamaian melainkan Ada Hal lain yang tengah di rencanakan.
WangYu melihat Liqin yang sedang bersantai ria , Melihat Pelayan yang begitu santai WangYu segera menghampirinya.
" Pelayan Sepertimu harusnya dibuang atau diganti "?. Pekiknya.
" Tuan Wang ? ".
__ADS_1
" Mengapa kau begitu santai hah , dimana Putri Anle ? Jika terjadi sesuatu dengannya maka Pangeran tidak akan mengampunimu ". Bentakan Wangyu membuat Liqin ketakutan.
Setelah Kepergian WangYu , dengan cepat Liqin segera berlari agar tidak diomelin lagi.
" Liqin .Ada apa denganmu ?". Kata Putri Anle.
" Itu Putri , Aku.. huhh hahh ( mengontrol Nafas Karena NgosNgosan) Itu Wangyu ."
" WangYu . Apa yang dia lakukan padamu hah ?". Putri Anle marah .
Belum selesai Liqin menjelaskan Putri Anle malah Pergi begitu saja , Entah apa yang akan dilakukan olehnya namun sepertinya Dia tidak terima Pelayannya tidak diperlakukan dengan baik .
Putri Anle mencari keberadaan Wangyu , sementara Liqin terus memanggil-manggil namanya agar tidak bertindak mengadili sepihak saja karena bagaimanapun juga Liqin termasuk salah.
Di Ruang Kerja Pangeran Ketiga , Putri Anle meneriaki Nama Wangyu.
Pangeran Ketiga merasa terganggu akan teriakan Permaisurinya.
" Apa yang telah kau Perbuat hingga dia marah seperti itu ?". Tanya Pangeran Ketiga pada Wangyu.
" Yang Mulia hamba tidak ". Belum menyelesaikan Bicaranya tiba-tiba Pintu terbuka dengan Kasar.
Pangeran Ketiga melihat Mata Putri Anle seperti ada sebuah kemarahan yang sangat berapi-api.
" Katakan , mengapa kau berteriak dan membuka Pintu seperti itu ?". Kata Pangeran Ketiga .
__ADS_1
" Aku tidak ada Urusan denganmu , WangYu keluar darisini ." Ucapnya dengan Nada Tinggi.
" Tidak boleh ". Sahut Pangeran Ketiga.
" Mengapa tidak boleh ".
" WangYu adalah Pengawalku . Jika ada Urusan dengannya maka itu menjadi Urusanku ".
" Oh begitu ? Baiklah ini Urusan Kita . WangYu telah menindas Pelayanku jadi aku ingin membuat Perhitungan dengannya ".
" Seperti apa kau memperhitungkannya ". Kata-kata Pangeran Ketiga membuat Putri Anle bingung.
" Sial , Mengapa dia ikut campur ?". Gumamnya dalam hati .
Pangeran Ketiga masih menunggu jawaban Permaisurinya sambil berfokus pada Pekerjaannya.
" Jika kau tak bisa menjawabnya , Keluarlah ". Usir Pangeran Ketiga.
Putri Anle mendengus Kesal karena Pangeran Ketiga membuatnya tak bisa memberi Pelajaran Pada WangYu.
Setelah Kepergiannya , Pangeran Ketiga menatap Sinis ke arah Wangyu.
" Jelaskan padaku , Mengapa Permaisuri semarah itu ?".
" Pelayannya tidak bisa bekerja dengan baik , malah bersantai ria di halaman depan . Aku memberinya Peringatan ". Pengakuan WangYu.
__ADS_1
" lain kali jangan membuatnya marah itu sungguh menganggu ". Kata Pangeran Ketiga.
" Baik Yang Mulia."