Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Pertemuan Hidung


__ADS_3

Dari Balik Dinding Ruangan Utama sosok Gadis Cantik sedang melihat Adegan-adegan yang sangat menarik untuknya.


Namun sedikit kecewa karena Tuan Liu masih saja selalu memberi ampun .


Membuatnya sangat bosan untuk itu memilih untuk pergi ke kamarnya .


Tanpa diketahui dibelakangnya muncul Pria berbaju hitam entah itu sejak kapan.


Nona Kedua tak sengaja menyentuh hidung mancung Pria tersebut.


" Aw.. ". Lirihnya pelan agar tidak ketahuan.


Saat keduanya saling menatap satu sama lain bahkan nafas keduanya dapat dirasakan membuat Degupan jantung mereka terdengar seperti sedang balapan .


Wajah Nona Kedua seketika memerah dan segera menjauhkan wajahnya dari Pria Tampan itu.


Nona Kedua Terpesona dengan Tatapan Sendu Pangeran Ketiga yang saat ini berada didekatnya.


" Apa Pertunjukkannya bagus ?". ucap Pangeran Ketiga dengan menggoda Nona Kedua.


Nona Kedua tidak menanggapinya malah pergi begitu saja ke dalam kamarnya namun Pangeran Ketiga tetap mengikutinya hingga masuk kedalam kamarnya.


" Mengapa kau masih disini , cepatlah keluaar ?". Nada Usiran Nona Kedua membuat Pangeran Ketiga biasa saja.

__ADS_1


" Apa kau tidak bisa menggunakan Telingamu itu Pangeran Ketiga , Bisakah anda tidak mengangguku saat ini ". Pinta Nona Kedua.


" Tidak akan pergi , Aku hanya khawatir ".


Nona Kedua terkejut dengan Perkataan Pangeran Ketiga yang sempat membuatnya senang .


" Khawatir pada Pernikahan karena aku tidak ingin malu karena Calon Pengantin mati keracunan ". Ledeknya


Semula yang terlihat senang kini berubah masam karena Pangeran Ketiga meledeknya .


" Nona Kedua Liu Tolong jaga Kondisimu hingga tiba hari Pernikahan kita , Permainan jebakan yang kau buat itu sungguh menyenangkan untuk ditonton ". Ungkapnya dengan Nada Ledeknya yang menyebalkan.


Nona Kedua meremas Selimut yang berada diatas kasurnya lalu melemparkannya ke lantai.


Liqin segera datang untuk melihat keadaan Nona Kedua .


" Nona , Mengapa berantakan seperti ini ? ada apa denganmu ". Liqin keheranan pasalnya Kamar Nona Kedua sebelumnya Rapi namun setelah kembali malah berantakan.


" Si Brengsek itu tau semuanya ". Gerutu Nona Kedua sambil meremas tangannya.


" Luar biasa ?". Kata Liqin yang tiba-tiba.


" Kau bilang apa ? Luar biasa , Apa kau tau jika suatu saat dia membongkarnya kapan saja untuk mengancamku ". Geram Nona Kedua pada Liqin.

__ADS_1


" Tidak mungkin Nona , Pangeran Ketiga bukan Pria Bermulut Wanita seperti Pangeran Mahkota itu ?".


" Darimana keberanianmu mengatai Pangeran Mahkota hah.. apa kau sudah tidak ingin hidup ". Omelnya.


" Nona Jangan marah dulu , bukankah perkataanku ini benar ."


" Sudahlah , Jaga bicaramu itu. Jika kau ingin mengakhiri hidupmu ambil racun di Ruang Rahasia dan minumlah semua akan tenang ".


" Nona Mengapa kau setega itu padaku ?". Liqin memelas.


" Itu Peringatan untukmu , jaga bicaramu jangan mengatai orang berkuasa seperti Pangeran Mahkota ". Nasehat Nona Kedua untuk Liqin.


" Nona Pikir aku saja yang berkata demikian, bukankah Nona juga pernah mengatainya sinting bahkan berani mengusirnya ". Ungkap Liqin yang membuat Nona Kedua salah Tingkah.


" Yaa.. itu ? Itu karena aku seorang Nona di Kediaman ini jadi berhak melakukannya ".


Liqin menghela nafas , Lagi-lagi dia kalah jika harus berdebat dengan Nona Kedua .


Nona Pertama juga dihukum oleh Tuan Liu , dia akan dikirim ke Desa Damei untuk memperbaiki Tata Kramanya.


Namun Nona Ketiga berbeda dari Nona Pertama , Dia menjalani hukuman dengan Menjadi Pelayan di Kediaman Liu selama sebulan.


Selir Fang dinyatakan harus keluar dari Keidaman Liu karena melanggar aturan berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2