
Pangeran Ketiga dipaksa untuk meminta Maaf pada Kakek Tua yang hampir dibunuh olehnya .
" Jika kau tidak melakukannya maka aku tidak akan kembali bersamamu ". Ancamnya.
" Kau mengancamku. Oh Kakek , Jika saat itu aku menggorok lehermu bagaimana jadinya dengan Cucumu ini ." Ungkapnya.
" Ini Sudah malam sebaiknya kalian Istirahatlah dulu, Li kau juga ajaklah Suamimu untuk tidur dikamar belakang ".
Liqin tercengang mendapati Perkataan dari Kakek Tua itu.
Dengan tidak tahu malunya Wangyu langsung mengajak Liqin untuk tidur bersamanya.
" Kau -- Lepaskan ". Ketusnya.
" Kau tidak merindukanku ". Ucap Wangyu.
" Tidak sama sekali . Untuk apa aku merindukan orang sepertimu ".
" Liqin , Besok aku akan menikahimu ".
* Deg*
* Deg *
*Deg---Deg--Deg*
Suara jantung Liqin tidak karuan setelah mendengar Pengakuan dari mulut Wangyu.
Di Kamar depan , Pangeran Ketiga sedang memeluk erat tubuh Putri Anle dari belakang .
" Kembalilah besok bersamaku karena disini tidak bisa bebas melakukannya ". Goda Pangeran Ketiga.
" Mengapa otakmu selalu dipenuhi dengan Kemesuman ".
" Itu karena sudah bertemu pawangnya ".
" Sebaiknya kita tidur saja aku sudah mengantuk ".
" Aku menginginkanmu lagi ". Bisiknya yang membuat Putri Anle merasa Geli.
" Aku lelah . Bagaimana jika itu besok saja ".
" Aku sudah tidak bisa menahannya lagi lihatlah ketegangan ini ".
" Ini sudah malam . Tidak mungkin aku bisa menahan erangan yang terdengar ahhh kumohon besok saja ". Pintanya.
*
*
*
Ketika keduanya akan memejamkan matanya tiba-tiba dikejutkan dengan suara de--sa--han lembut dari arah kamar belakang.
" Suara itu ?". Ucap Putri Anle berusaha menebak.
" Mereka saja tidak malu mengeluarkan suara Indah itu ".
" Tapi , Mereka belum menikah ".
__ADS_1
" Kakek Tua itu sudah menikahkan mereka nanti di Kediaman akan disahkan lagi ".
" Secepat itu mereka melakukan Penyatuan , Sungguh membuat iri ". Gumam Putri Anle.
" Untuk itu ayo bercocok tanam dan jangan banyak bicara lagi ".
Malam ini Kedua Pasangan Suami Istri melakukan hal yang sama hingga terdengar sangat jelas di telinga Kakek Tua itu.
Wangyu tidak seperkasa Pangeran Ketiga , Liqin yang baru merasakan Kenikmatan yang luar biasa dibuat kecewa .
" Mengapa berhenti ?." Ucap Liqin.
" Aku lelah ". Lirihnya .
" Ahh Kau ini tidak mengerti cara memuaskan seorang Istri , Belajarlah pada Pangeran Ketiga ".
" Maksutmu ."
" Kau masih bertanya ? Sungguh menyebalkan ".
*
*
*
Wangyu juga kesal terhadap Liqin bisa-bisanya dia membandingkan keperkasaannya dengan Pria lain .
Sebelum mereka satu kamar , Kakek menikahkaan mereka berdua karena di desa terpencil ini dia ditunjuk masyarakat untuk menikahkan anak-anaknya.
Putri Anle dan Pangeran Ketiga tidak tahu jika mereka telah resmi .
" Lucu sekali saat kau seperti ini ?". Ledek Putri Anle pada Pangeran Ketiga.
" Diamlah . Jangan bergerak ".
Pangeran Ketiga menyelundup ke gunung kembar Indah dan Kenyal hingga terdapatlah kehangat yang haqiqi.
" Aku merasa geli jika kau seperti ini ?". Kata Putri Anle.
" Aku tak tahan dingin ini ". Keluhnya sambil gemetaran.
Dengan senang hati Putri Anle merapatkan Pelukannya hingga kulit mereka saling bersentuhan.
" Bagaimana jika kau buka semua kainnya begitupun denganku karena sepertinya sentuhan kulit ini menghasilkan efek Panas ". Ungkap Pangeran Ketiga.
" Sudah 4x kau menggempurku . Lalu akan mengulanginya lagi hari ini ".
" Aku tidak akan ".
" Dan Aku tidak mempercayaimu ".
Kakek Tua kembali beraktifitas dengan mencari Ikan di sungai , Liqin setia menemaninya bersama Wangyu.
Mereka tidak ada yang berani mengganggu kebersamaan Kedua Insan yang masih berada didalam kamar itu.
" Pangeran ? ". Cicitnya agak ber-de-sah.
Sepertinya Putri Anle mulai bereaksi dengan sentuhan lembut yang dilakukan oleh Pangeran Ketiga.
__ADS_1
Tubuhnya bagai tersengat saat tangan Pangeran Ketiga *******-***** benda kenyal miliknya.
" Ahh.. Cukup ". Keluh Putri Anle .
Pangeran tidak menggubrisnya sama sekali malah semakin jadi merangsangnya.
dengan cepat dia memagut bibir tipis yang membuatnya selalu dan selalu membuatnya candu bahkan tidak ada bosannya .
Lama tidak bertemu , Kerinduan Pangeran Ketiga tidak bisa dibendung .
Dia berkali-kali mencumbui Putri Anle dengan Sentuhan yang lembut .
Rupanya penyatuan itu membuat Pangeran Ketiga merasakan kehangatan yang luar biasa .
*
*
*
Setelah bersarapan , Mereka berpamitan pada Kakek Tua untuk kembali .
" Berhati-hatilah dijalan Wahai Cucuku ". Kata Kakek Tua.
" Baik kek , Terima kasih atas segala kebaikan anda terhadap kami ". Sahut Putri Anle.
Tidak ada Akses Kereta kuda disana , Kedua pasangan itu harus berjalan sedikit lama untuk menempuh Jalan yang bisa diakses .
Wangyu dan Liqin masih terlihat kaku padahal semalam mereka sudah menyatu .
" Liqin ? ada apa ?". Tanya Putri Anle.
" Tidak ada Permaisuri hanya saja aku lelah ".
" Sebentar lagi sudah sampai . Wangyu kau apakan dia hingga menjadi lelah ". Ucap Pangeran Ketiga .
" Hamba tidak melakukan apapun Yang Mulia" .
Liqin geram mendengar apa yang dikatakan oleh Wangyu.
Melihat Sungai besar dan bebatuan pada saat itu , Kepala Putri Anle merasakan pening tiba-tiba .
" Pe--permaisuri ?". Panik Liqin.
Pangeran Ketiga yang semula di depan kini menghampiri Putri Anle.
" Ning'er , Apakah kau juga lelah ? ". Ucap Pangeran Ketiga.
Namun dijawab dengan gelengan kepala saja.
Wajahnya langsung memucat ketika melihat ke arah peristiwa yang merenggut Jabang bayinya.
Sedangkan Liqin langsung mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Putri Anle.
" Yang Mulia Pangeran ? Mungkin Permaisuri masih dalam fase Trauma setelah melihat tempat itu ". Jelaskan Liqin sambil menunjuk arah bebatuan yang berada di sungai.
Pangeran Ketiga membopongnya .
" Tenangkanlah Pikiranmu ". Ucap Pangeran Ketiga.
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika Sosok Putri Anle berubah menjadi pribadi yang lain dari sebelumnya .