
Nona Kedua harus menepati Perjanjian dengan Pangeran Ketiga.
Semalaman tidak tidur untuk membuatkan Herbal khusus untuk Selir Agung.
Nona Kedua mempunyai Ruangan Rahasia ketika memiliki Bakat mendadak itu, bahkan didalam Ruangan Rahasianya tersedia begitu lengkap alat-alat pembuatan Obat, Tanaman Herbal yang dikeringkan namun sangat bermanfaat.
Dia mendapatkan Tanaman Herbal dari bantuan Pangeran ke empat juga dirinya sendiri yang mencari.
Hanya Liqin seorang yang mengetahui Ruangan Rahasia itu.
" Nona , ini sudah mau fajar . Kau tidak tidur terlebih dahulu . " Perhatian Liqin membuat Nona Kedua tersenyum .
" Liqin terima kasih ". Ucapnya.
" Iya Nona ".
Nona Kedua sudah menyelesaikan Herbal khusus Selir Agung.
Esok harinya , Sosok Pria yang semalam datang sekarang datang lagi.
" Kenapa dia masih terlelap , Anak Gadis bahkan tidurnya hingga siang . Hmm ". Pangeran Ketiga Geleng-geleng melihat Nona Kedua .
Tak berselang lama kemudian Liqin datang dan terkejut melihat Sosok Pria yang semakin hari semakin Tampan saja.
Bahkan Liqin berani menatap ketampanan itu.
" Ada apa melihatku seperti itu ?". Kata Pangeran Ketiga disertai sorot mata yang begitu dingin.
" A.. tidak.. ? Ampuni hamba Pangeran.. hamba telah lancang ".
__ADS_1
" Jangan berisik , Katakan kenapa Nonamu ini masih belum bangun padahal ini sudah hampir siang ". Pangeran Ketiga ingin tau.
" Nona.. itu ..Semalaman tidak tidur karena sedang membuat ini ". Menunjukkan Botol Porselen berwarna Merahmuda bercorak bunga Persik.
" Apakah dia ?". Pangeran Ketiga tidak menyangka jika Nona Kedua menyelesaikannya dalam semalaman .
" Katakan padanya , Aku datang tapi tidak akan mengambil Herbal itu sekarang karena aku akan menunggunya di Danau Pinggiran Kota ".
Setelah Pangeran Ketiga pergi , Liqin merasa sedikit tenang.
" Huftt.. Mengapa aku selancang itu ? hampir saja aku kehilangan Kendali.. Pangeran ketiga terlalu tampan untuk seukuran Manusia.. ". Ungkapnya .
Nona Kedua terbangun dari tidurnya.
" Liqin .. Apakah Pangeran kesini ?". Kata Nona Kedua sambil mengucek kedua matanya.
" Benar Nona . Dia datang dan mengatakan jika menunggu Nona Di Danau Pinggiran Kota".
Liqin segera menyiapkan air untuk Nona Kedua untuk mandi.
Nyonya Liu terlihat sangat khawatir dengan Nona Kedua karena sejak pagi tadi tidak melihatnya.
" Gao bing apakah Ning'er masih belum keluar, Aku khawatir ". Kata Nyonya Liu.
" Nona baik-baik saja Nyonya . Aku bertemu dengan Liqin di Dapur . " Jawab Gao Bing.
Nyonya Liu akhirnya merasa lega karena Putri Keduanya baik-baik saja.
Tuan Liu memperhatikan Nyonya Liu dari Kejauhan mengingat saat ini Istrinya tidak bisa didekati dulu.
__ADS_1
Selir Fang memanfaatkan moment ini untuk mendekati Tuan Liu.
" Tuan , mengapa anda sendirian disini . Bolehkah jika selir ini menemani anda ?". Ucap Selir Fang .
Nona Pertama melihat Selir Fang yang sedang merayu Tuan Liu.
Lalu pergi menemui Nyonya Liu.
" Ibu , Apakah masih tetap bertengkar dengan Ayah ". Kata Nona Pertama.
" Ada apa Ming'er bertanya seperti itu ?".
" Selir Fang merayu Ayah takutnya bisa memperburuk hubungan kalian ". Nona Pertama mulai cemas.
" Oh , begitu ". Jawab Nyonya Liu sembari Melihat Tuan Liu dan Selir Fang.
Selir Fang tersenyum penuh kemenangan.
Tentu Nyonya Liu tidak akan tinggal diam dan menghampiri Tuan Liu.
*Brak*
Nyonya Liu menggertak Meja .
" Nyonya , Ada apa ". Kata Selir Fang.
" Tuan Liu yang terhormat . Tolong ajarkan Selirmu ini agar tidak mengolok - olok Istri Sah di Kediaman ini ahh atau jangan-jangan Dia menginginkan Posisiku.. ". Nyonya Liu sengaja Memprovokasi.
" Nyonya , Harap tenangkan dulu amarahmu. Selir Fang hanya menemaniku dan dia juga Istriku ". Ujar Tuan Liu.
__ADS_1
Selir Fang menyeringai tidak menyangka jika Tuan Liu akan membelanya.
" Harusnya dialah yang mendapatkan Posisi Istri Sah di kediaman ini , Tuan Liu aku akan pergi ke Istana untuk mengajukan Pengunduran diri sebagai Istri Sah di Kediaman Liu ".